Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 21


__ADS_3

Aeleasha menelan salivanya dengan kasar, kini dirinya berdiri didepan gedung pencakar langit dengan tangan kanannya membawa makan siang. Gedung yang tadi ditunjuk Joe sebagai tempat dimana Joe bekerja, Aeleasha kurang yakin apa benar kakaknya benar-benar bekerja diperusahaan yang ada didepannya.


Dia pergi membeli makan siang, didepan rumah sakit yang terdapat restorannya. Aeleasha mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan, mengambil langkah dengan percaya diri berjalan masuk kedalam perusahaan.


Aeleasha sedikit celinggukkan, dia melihat meja Reseptioner dan berjalan menghampirinya. Aeleasha belum sempat membuka mulatnya tapi Reseptioner itu langsung membuka mulut dan menyindir Aeleasha.


"Maaf Direktur kami tidak memiliki istri, tunangan, atau pun pacar jadi silahkan pergi dari sini Nona cantik." Sindir reseptioner itu memperhatikan pakaian Aeleasha dari atas hingga bawah, menatap Aeleasha dengan tatapan sinis.


Aeleasha menatap reseptioner itu dengan tatapan bingung, lalu dia terkekeh kecil karena jawaban tidak terduga. Reseptioner itu mengkerutkan keningnya, dia pikir Aeleasha akan membentak atau pun memarahinya, tapi Aeleasha malah terkekeh seakan itu lucu.


"Aduh Kakak ini gimana sih." Aeleasha tersenyum ramah, "Aku... Ah tidak-tidak, Saya Kesini untuk bertemu dengan Joe Brewster." Tambah Aeleasha lagi, wajah reseptioner itu memerah karena malu.

__ADS_1


Dia membungkuk dan meminta maaf pada Aeleasha karena sudah salah paham. Aeleasha memaafkannya karena, dia sudah pernah mengalaminya sekali diperusahaan Ayahnya dengan jam yang sama seperti hari ini.


"Apa anda sudah membuat janji dengan sekertaris Joe?" Tanya Reseptioner itu, Aeleasha menganggukkan kepalanya dengan antusias.


Reseptioner itu menelepon kebagian direktur, tapi tidak ada yang mengangkat, dia menelepon keponsel pribadi Joe. Dia memberitaukannya pada Joe tapi Joe menjawab kalau dia tidak memiliki janji hari ini. Reseptioner itu melirik Aeleasha, dia menjauhkan telepon itu dari telingannya.


"Katakan padanya Kalau Aeleasha tengah menunggunya dilobi lantai bawah." Imbuh Aeleasha dengan senyuman cerah.


"Baik, akan saya sampaikan." Jawab reseptioner itu setelah mengatakan apa yang Aeleasha katakan, dia menutup telepon yang digunakannya.


*****Ting*****

__ADS_1


Lift terbuka, Aciel berjalan keluar dari lift matanya yang dingin menyapu seluruh lobi. Bola matanya bergetar saat melihat punggung wanita yang tengah berjalan keluar dengan setelan jas putih diatas lututnya.


Punggung itu terlihat sama seperti punggung Aeleasha yang meninggalkan dirinya saat 7 tahun lalu. Aciel yang melamun, tersadar saat tiba-tiba karyawan lain memanggil namanya.


Aciel segera menyingkir dari sana karena dia menghalangi para karyawan untuk mengunakan lift. Aciel mengerakkan matanya menuju pintu tadi, tapi punggung itu sudah tidak ada disana lagi.


Aciel membulatkan matanya dan berlari mengambil langkah besar menuju pintu, dia berlari keluar mencari punggung yang tadi dia lihat. Joe menepuk pundak Aciel karena pria itu tampak sangat gelisaha bercampur dengan senang.


"Aciel mau makan siang ber.." Joe tidak melanjutkannya karena Aciel langsung memotongnya.


"Apa kamu melihat seseorang wanita dengan jas putih berada disekitar sini?" Tanya Aciel matanya tidak tertuju pada Joe tapi mengitari seluruh area. Aciel menemukannya wanita itu berdiri ditepi jalan sedang memanggil taksi.

__ADS_1


Aciel berlari kearah wanita itu meninggalkan Joe yang mau menjawab pertanyaannya. Joe menurunkan tangannya yang sempat dia naikan untuk mengoda Aciel tapi pria itu malah berlari meninggalkannya, dia berjalan kembali keparkiran dengan wajah masam.


Wanita itu sudah membuka pintu taksi dan sedikit lagi jari Aciel bisa mengapai pundaknya. Dan berhasil tangannya mendarat tepat dipundak wanita itu, tangannya membalikan tubuh wanita itu agar bisa melihat wajahnya.


__ADS_2