
Sinar matahari menyelinap masuk kedalam kamar bernuansa putih, Aeleasha mengerang karena sinar matahari menerpa tepat mengenai wajahnya. Bukannya bangun Aeleasha malah menyelipkan wajahnya kedalam boneka panda yang ukurannya besar.
Tok... tok...
"Aelea, bangun." Joe menarik selimut yang membaluti tubuh Aeleasha. Aeleasha mengucek matanya, duduk bersila menatap Joe kesal.
"Kakak, harus masuk kerja." Joe melambaikan tangannya berjalan keluar, Aeleasha masih mengantuk tapi perkataan Joe membuat matanya seketika terbuka lebar.
"Udah jam berapa?" Pekik Aeleasha matanya menatap kejam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi. Aeleasha beranjak dari ranjangnya, berlari kedalam kamar mandi.
Dia keluar dari kamarnya, rambutnya yang terikat kesamping dengan perpaduan kacamata membuat dirinya tampak imut. Joe menatap Aeleasha yang terlihat terburu-buru.
"Mau kemana pakai baju begitu?" Selidik Joe, Aelasha mengambil roti lapis yang ada dimeja, khusus dibuat oleh Joe untuk Aeleasha. Mulutnya sibuk mengunyah roti.
"Aku-kan harus pergi kerja." Jawab Aeleasha mengigit rotinya lagi, Joe menyernitkan keningnya bingung.
"Kerja?" Ulangnya lagi, Aeleasha menatap Joe sebal. Tangannya terulur mengambil air putih, meneguknya sampai habis.
"Iya, aku bukan datang untuk berlibur." Tegas Aeleasha jari tangannya terangkat, Joe menertawakan Aeleasha, Aeleasha menatapnya bingung.
"Aelea ini hari minggu." Kekeh Joe, menepuk pundak Aeleasha. Aeleasha menatap Joe dengan tatapan aneh, bibirnya mengerucut kesal. Joe mengacak rambut Aeleasha yang tertata rapi gemas dengan tingkah Aeleasha.
__ADS_1
"Apa sih." Aeleasha menepis tangan Joe, pipinya mengembung. Dia berjalan kekamarnya dengan perasaan kesal.
"Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan." Saran Joe dan baru saja Aeleasha sudah ada didepan Joe dengan tatapan binar senang. Joe mengaruk kepala, sepertinya keputusan yang diambil salah.
...****************...
Joe bersandar pada tiang, wajahnya terlihat kurus seperti mayat hidup. Dan ternyata benar keputusan yang salah mengajak adiknya jalan-jalan tadi. Aeleasha terlihat bersemangat dia keluar masuk setiap toko yang ada didalam mall.
Tapi dia tidak ada niat untuk membelinya karena menurutnya hanya perlu membeli barang yang perlu saja. Aeleasha menarik tangan Joe, karena kakaknya ini hanya terus bersandar pada tiang. Ketika Joe melihat tiang dia akan mendekatinya dan bersandar padanya lagi.
"Kak Joe, siapa tadi yang ngajak jalan-jalan." Keluh Aeleasha menyilangkan kedua tangannya, Matanya menatap Joe tajam, Joe menelan salivanya dengan kasar.
Aeleasha keluar dari toko boneka dengan membawa boneka panda memakan bambu. Kini giliran Joe yang menarik tangan Aeleasha, dia sudah capek karena dari tadi dirinya hanya ditarik Aeleasha kesana kemari.
Joe dan Aeleasha tengah duduk manis dikafe menunggu pesanan makanan mereka. Boneka panda Aeleasha ditaruh disampingnya, mata Aeleasha melirik kesana kemari memperhatikan lingkungan.
"Kakak bantuin Aku sebentar." Pinta Aeleasha memberikan ponselnya pada Joe, Joe menyernitkan keningnya bingung. Matanya melihat ponsel Aeleasha dan kini dia tau apa yang adiknya inginkan.
Aeleasha mendekatkan wajahnya keboneka pandanya, tangannya teracung dua jari. Salah satu matanya tertutup dan bibirnya sedikit dikerutkan. Joe memberikan ponselnya pada Aeleasha lagi setelah selesai dengan permintaan Aeleasha. Aeleasha diam-diam memfoto dirinya dengan Joe, dan saat itu Joe tengah melirik tingkah adiknya dan sebuah senyuman terulas diwajah tampan Joe.
"Gila." Gumam Aeleasha, dia senang sekali dengan foto yang diambilnya. Aeleasha kini menghela napas karena dari tadi dia sudah lama menunggu makan yang dipesannya.
__ADS_1
"Kak, aku akan pergi ke toilet dulu, jangan pergi kemana yah!." Aeleasha bangkit dari duduknya, berjalan pergi.
Joe terus memperhatikan adiknya sampai punggungnya hilang ditutup dinding. Joe menghela napas bosan, jika saja tidak melihat tingkah adiknya mungkin dirinya sudah mati kebosanan.
"Joe." Joe terkejut saat ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya, matanya teralih ke tangan dan ke pemilik tangan.
"Aciel, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Joe tiba-tiba berdiri. Aciel tidak menjawab, tapi dia malah berbalik tanya pada Joe.
"Seharusnya aku yang tanya begitu." Aciel menatap Joe penuh selidik, Joe merasa sangat tidak nyaman karena tatapan Aciel yang menusuk.
"Aku datang bersama adikku." Jawab Joe, Aciel mengkerutkan keningnya bingung. Tatapan matanya berubah menjadi tatapan iba pada Joe.
"Maaf kawan ini salahku karena menyiksamu." Aciel menepuk pundak Joe, Joe menatapnya kesal bercampur heran. Menurutnya hari ini Aciel pasti sudah salah makan obat.
"Baru sadar kamu hah." Oceh Joe, terkekeh kecil. Bukannya marah Aciel malah menepuk pundak Joe berkali-kali.
"Aku terlalu menyiksamu sampai-sampai boneka panda pun kamu jadiin adikmu." Aciel tersenyum mengejek, Joe menatap Aciel kesal.
"Kamu udah gila, adikku itu cantik, imut, baik. Hanya saja sekarang dia sedang berada di toilet." Geram Joe, Aciel menganggukkan kepala paham, duduk dengan santai disamping Joe.
"Aku jadi penasaran seperti apa adikmu itu." Aciel tersenyum simpul, tangannya terletak terbuka dipipi kanannya terlihat seperti tidak percaya dengan ucapan Joe.
__ADS_1