Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 42


__ADS_3

"Apa dia sudah menerima bunga itu?" Suara bariton yang dingin itu mengema didalam ruangan penuh kaca itu, tangannya yang menyentuh kaca dengan mata elang yang fokus memperhatikan jalanan yang padat akan kendaran dan juga masyarakat tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


"Saya menyuruh seorang suster untuk langsung mengantarkannya kepada penerima Tuan." Jawabnya, Pria yang dia ajak bicara itu tidak menjawab hanya ada senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya.


Pria itu bisa melihat wajah Tuannya yang tidak lain adalah Aciel tersenyum melalui pantulan kaca. Untuk pertama kalinya dia melihat senyuman itu walaupun sangat tipis, setidaknya wajah Tuannya ini tidaklah semenyeramkan dulu.


...****************...


Aeleasha merasa sangat risih, sudah 3 hari berturut-turut dia menerima bunga dari suster yang sama. Setiap kali dia bertanya siapa yang mengirimkan bunga itu suster itu akan langsung mengalihkan percakapan dan kabur secepat kilat dengan bermacam alasan.


Seorang wanita cantik menonggolkan kepalanya dari balik pintu memeriksa keadaan sekitarnya. Aeleasha melirik kekiri dan kanan seperti maling padahal dia sedang ada dirumahnya sendiri, Aeleasha memang mau menghindari dari suster aneh itu tapi sekarang dirinya harus menghindari Dadynya Wili lebih dahulu.

__ADS_1


Semenjak hari dimana Aeleasha membawa sebuket bunga mawar merah, Dadynya mulai mengodanya. Dan kini Aeleasha menghindari Wili bukan karena takut Dadynya itu akan mengodanya tapi karena Dadynya itu meyuruhnya untuk ikut kencan buta yang sudah di aturnya


Sebenarnya Aeleasha tidak tau akan itu tapi telinganya tidak sengaja menguping pembicaraan Dadynya ditelepon saat dia mau mengantarkan kopi untuk Wili dan hari ini adalah hari dimana kencan buta itu dilaksanakan.


"Aelea?" Panggil Joe, bingung melihat adiknya yang kayak maling mau kabur aja, Aeleasha mengelonjak kaget. Aeleasha langsung menatap kearah suara dengan pelan lalu hembuskan napas lega keluar setelah mengetahui orang yang memanggilnya adalah Joe.


"Apa sih kakak bikin jantungan aja." Gerutu Aeleasha, keluar dari tempat persembunyian. Aeleasha membalikkan badannya membelakangi Joe dan matanya tidak sengaja bertemu dengan tatapan Dadynya. Aeleasha menelan salivanya dengan kasar, niatnya mau menghindar tapi malah ketemu.


Aeleasha mengerucutkan bibirnya, dia mengekori Wili dan duduk diruang tamu. Wil meminum kopi seteguk lalu melirik putrinya yang memasang wajah masam.


"Aelea, Dady mempersiapkan sebuah kencan buta untukmu." Kata Wili dengan wajah tegas dan juga serius.

__ADS_1


"Tapi Aeleasha engak mau Dady." Jawab Aeleasha dengan cepat, dan langsung disela oleh Joe dengan kata yang pedas.


"Emang mau sampai kapan kamu menjomblo gitu, kayak gak laku aja." Sindir Joe, duduk disamping Aeleasha, mengangkat kedua alisnya mengolok Aeleasha.


"Udah nanti kamu pergi dulu, kalau gak suka itu urusan nanti. Dan kamu Joe jangan mengolok adikmu kamu saja yang hampir mau kepala tiga belum pernah pacaran.. Ckck." Kata Wili, menusuk tepat dihati Joe tapi tidak mengeluarkan darah sama sekali.


Aeleasha menutup mulutnya agar suara tawanya tidak keluar, "Ngomongin orang tapi sendiri juga sama." Gumam Aeleasha, menjulurkan lidihnya mengolok Joe balik.


"Naiklah keatas dan bersiap-siap. Joe akan mengantarmu." Wili kembali meminum kopinya sementara Joe duduk bersandar disofa.


Aeleasha mendengus kesal, kakinya menaiki setiap anak tangga dengan rasa berat. Aeleasha tengah berdiri didepan lemari baju, otaknya sibuk berpikir bagaimana membuat pria yang dikencan butanya menolaknya langsung tanpa harus membuat Aeleasha sendiri yang mengatakannya sendiri.

__ADS_1


15 menit kemudian Aeleasha menuruni anak tangga dengan senyuman manis menghiasi wajahnya. Wili mengelengkan kepalanya bingung dengan putrinya sedangkan Joe tersenyum dan mengacungkan jempolnya suka dan setuju dengan penampilan Aeleasha sekarang.


__ADS_2