Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 75


__ADS_3

Ceklek


Pintu ruangan dibuka dengan pelan agar tidak membangunkan pemilik ruangan, tapi pria dengan kacamata yang membingkai wajahnya dan seragam putihnya yang membalut tubuhnya tercengang melihat siulet Aeleasha yang sedang duduk bersandar.


"Ah... Ternyata anda sudah bangun." Kata Dokter itu, mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Menutup pintu ruangan dan berjalan menghampiri Aeleasha.


"Bagaimana keadaan anda?" Tanya dokter itu membetulkan letak kacamatanya, memasukkan kembali tangannya kedalam saku jasnya.


"Lumayan baik." Aeleasha tersenyum kecut, keningnya sedikit berkerut karena dokter itu menarik kursi yang terletak tidak jauh dari sana dan duduk manis memperhatikan wajah Aeleasha.


"Ehem..." Dokter itu berdehem sebentar karena kecanggungan yang terjadi. Dia sangat-sangat yakin kalau wanita yang ada didepannya ini adalah pasiennya 7 tahun lalu.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Aeleasha, dia merasa sangat risih dengan tatapan mata dokter yang duduk di sampingnya ini.


Dokter itu tidak menjawab, menaruh tangannya dibibirnya. Memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan mengamati setiap sudut yang ada didepannya.

__ADS_1


Aeleasha menoleh keluar jendela, tiba-tiba dokter itu bertepuk tangan membuat Aeleasha terkejut dan langsung melihat dokter yang tangannya bersatu dengan senyuman misterius diwajahnya.


"Aku tidak pernah salah dalam mengamati orang, kamu pasti gadis kecil itu." Dokter itu menunjuk Aeleasha yang, menunjuk dirinya sendiri setelah mendengarkan celoteh dokter itu.


"Aeleasha Alister, betulkan?" Dokter itu bangkit dari tempat duduknya, menggenggam tangan Aeleasha. Matanya berbinar senang akan kenyataannya.


"Iya." Jawab Aeleasha ragu-ragu. Senyuman langsung terbit menghiasi wajah dokter itu, dia mengeluarkan sebuah kertas putih dari dalam jas dan memberikannya langsung pada Aeleasha.


Aeleasha menerima kertas itu, membaca setiap kata dan kalimat yang tertera diatas kertas.


"Akhirnya Aku menemukanmu, aku kira aku harus menanggung dosa yang besar." Dokter itu mengelengkan kepalanya, Aeleasha menatap dokter itu bingung.


"Aku dokter Gyan, yang mendiagnosis kamu terkena penyakit kanker otak." Tambah Dokter Gyan, memperlihatkan tanda pengenalnya pada Aeleasha. Aeleasha tersenyum, dia ingat sekang dokter baik yang menolongnya itu.


"Sebenarnya surat yang diberikan padamu itu tertukar dengan pasien yang lain, itu terjadi karena kecerobohan suster yang membawa surat." Jelas Dokter Gyan menyimpan kembali tanda pengenalnya.

__ADS_1


"Bagaimana aku mengetahuinya? Tentu saja karena pasien yang mengalami kanker otak datang kembali kerumah sakit protes, dikertas tertulis dia hanya mengalami gegar otak ringan beserta anemia tapi kenapa gejala penyakit kaker otak malah muncul." Dokter Gyan seakan bisa membaca pikiran Aeleasha.


"Jadi, aku mewakili mereka meminta maaf sebesar-besarnya padamu." Dokter Gyan membungkuk 90 derajat, matanya terpejam erat entah apa yang akan terjadi kedepannya.


Dokter Gyan mengangkat kepalanya saat mendengar suara tawa Aeleasha, kedua matanya berkedip bingung.


"Haha... Apa yang anda lakukan, Aku juga sempat curiga apa benar aku memiliki penyakit kanker otak tapi kenapa Aku bisa lulus masuk ujian kedokteran." Aeleasha tertawa sangat lepas mengingat dirinya yang linglung waktu itu.


"Tapi hatiku terasa lega setelah mendengarnya langsung." Senyuman ceria menghiasi wajah Aeleasha, Dokter Gyan menutup sebelah matanya entah kenapa Aeleasha terlihat sangat silau dan juga cantik.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan, jadi aku sudah lama melupakannya." Kata Aeleasha dengan tulus, dan disaat bersamaan pintu ruangan dibuka dengan buru-buru dan juga kuat.


Sehingga menimbulkan suara yang keras dan itu membuat Aeleasha dan dokter Gyan tersentak kaget.


__ADS_1



Nah... buat pertanyaan ini, aku udah jawab yah diatas sana 👆.


__ADS_2