Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 96


__ADS_3

Begitu mobil putih milik Aciel berhenti didepan rumah sakit, Aciel keluar dari mobil menggendong Aeleasha berlari kedalam rumah sakit.


Aciel duduk dikursi tunggu, kedua tangannya menyangga wajahnya disaat para suster sudah datang membawa Aeleasha ke ruangan UGD.


Aciel mengacak rambutnya frustasi, pikiran negatif terus memenuhi otaknya. Pak supir yang ada disamping Aciel tidak tau harus berbuat apa. Seorang dokter keluar dari ruangan, Aciel yang duduk langsung berdiri menghampiri dokter.


"Dokter Aeleasha tidak mengalami masalah apa pun, terima kasih sudah mengantarkannya segera ke rumah sakit." Jelas Dokter yang sudah berumur itu yang tidak lain adalah dokter David.


"Tapi dokter, darah itu berasal dari mana?" Aciel mengigit bibirnya.


"Darah itu bukan milik Dokter Aeleasha, itu punya orang lain." Jelas Dokter David apa adanya.


Aciel baru bisa bernapas dengan lega ketika mendengar jawaban yang sangat dia ingin dengar, Dokter David permisi pergi dari sana. Pintu ruangan UGD dibuka, Aeleasha dipindahkan keruangan yang sudah disiapkan.


Para suster berkeluaran dari ruangan yang ditempati Aeleasha, Aciel masuk kedalam ruangan duduk dikursi, tangannya menggenggam tangan Aeleasha.


Kening Aciel berkerut mendengar keributan yang ada diluar, Aciel bangkit dari kursi berjalan mendekati pintu dan membukanya melihat siapa yang berani membuat keributan dirumah sakit.

__ADS_1


Joe yang mencengkeram kerah baju dokter David, ditahan beberapa suster agar mereka tidak berkelahi. Mata tajam Joe beralih ke Aciel yang berdiri ditengah pintu memperhatikan mereka.


"Cih.." Joe mencibir kesal, tangannya melepaskan cengkraman kerah baju dokter David dan berjalan masuk kedalam ruangan Aeleasha.


Aciel menutup pintu, bersandar pada pintu memperhatikan Joe yang duduk dikursi yang tadi Aciek duduki dengan tangan Joe yang terkepal dengan erat.


"Aku tidak akan memaafkannya." Joe mengertakkan giginya, dia tidak akan mentoleransi lagi.


"Joe, bagaimana kamu bisa disini?" Aciel duduk disofa, menyilangkan kakinya. Mata elang Aciel menatap kungfu Joe dengan tatapan penasaran.


"Dokter David yang menelepon dan juga rumah sakit ini adalah milik Dady, jadi pasti informasi sangat cepat sampai padaku jika ada hubungannya dengan semua anggota keluarga." Jelas Joe, matanya tidak melihat kearah Aciel tetapi fokus pada Aeleasha.


"Aciel, aku tau kamu akan ikut rapat saham di perusahaan kami." Mata Joe menajam menatap Aciel, Aciel mengangkat kepalanya yang tertunduk menatap tepat kedalam mata Joe.


"Aku ingin kamu membantu diriku." Aciel bisa melihat mata Joe yang penuh dengan tekad yang kuat, tidak seperti Joe yang biasanya, Aciel tersenyum, bukan suatu keputusan yang salah dia memilih berteman dengan Joe yang selalu terlihat mudah bosan.


"Itu bukan hal yang sulit." Jawaban Aciel membuat Joe tertawa pelan, Aeleasha yang terbangun menatap kedua pria yang saling menatap dan melontarkan senyuman membuat Aeleasha merinding.

__ADS_1


"Kalian kalau mau saling berbagi kasih sayang jangan disini." Sindir Aeleasha yang jatuh kedalam kesalah pahaman.


"Apa?" Aciel dan Joe mengatakannya dengan serentak, ekspresi aneh terukir di wajah tampan mereka berdua.


Aciel dan Joe saling melirik satu sama lain, Muka Aciel penuh dengan rasa jijik. Joe menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan perkataan Aeleasha, dengan cepat mengalihkan pembicaraan.


"Kamu sudah bangun, Apa mau minum air?" Joe menyodorkan minuman yang ada diatas meja pada Aeleasha yang sudah duduk bersila.


"Tidak perlu, Aku baik-baik saja. Aku punya kabar baik untukmu." Aeleasha tersenyum ceria, matanya memperhatikan sekitar dan tertuju pada tas hitamnya yang terletak diatas meja tepat didepan Aciel.


"Aciel, tolong ambilkan tasku." Aeleasha menunjuk tas, hati Aciel berbunga-bunga mengambil tas dan memberikannya pada Aeleasha.


Joe menatap mereka berdua dengan tatapan aneh, dia merasa seperti obat nyamuk diantara Aeleasha dan Aciel. Kening Joe berkerut, menatap Adiknya dan Aciel saling bergantian.


"Sejak kapan kamu memanggil Aciel hanya dengan namanya tanpa embel-embel kakak?" Selidik Joe menatap mereka berdua, Aciel tersenyum senyum.


Hal itu membuat Joe makin penasaran sekaligus kesal melihat senyuman Aciel yang menjengkelkan, Aeleasha tidak mengubrish perkataan Joe, sibuk mengeluarkan dokumen yang dibawanya.

__ADS_1


"Ini." Aeleasha memberikan dokumen yang sudah ditanda tangani.


__ADS_2