Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 37


__ADS_3

Tok... tok...


"Aeleasha." Panggil Aciel dibalik pintu, tapi tidak ada yang menjawab panggilanya. Aciel mengetukkan pintu kamar itu lagi, tetap sama juga. Aciel memutar knop pintu, pintu kamar Aeleasha tidak terkunci, Aciel langsung menerobos masuk.


Aciel membulatkan matanya, tidak ada orang siapa pun didalam sana, hanya ada kegelapan dan sedikit titik cahaya. Aciel mendekati cahaya itu, semakin dia berjalan mendekat semakin terang juga cahaya.


Aciel menutup matanya karena terlalu silau, sedikit celingukkan melihat aula pernikahan didalam gereja. Aciel terkejut saat ada yang menepuk pundaknya, Aciel langsung membalikkan badannya, Aeleasha yang tersenyum manis padanya.


Mata Aciel membulat, tangannya mencengkram bahu Aeleasha dengan kasar. Wanita itu memakai gaun pernikahan yang sama seperti tujuh tahun lalu. Tangan Aciel terangkat ingin mencoba menyentuhnya tapi tanganya tidak bisa mencapai wajahnya bahkan tangannya menembus wajah Aeleasha.


"Berbahagialah karena aku sudah tidak ada didunia ini lagi." Senyuman yang sangat manis ditampilkan wanita itu, walaupun wajahnya tersenyum tapi matanya mengeluarkan air mata.


Aciel mencoba mengapainya lagi, tapi tiba-tiba ada yang menarik tanganya agar tidak bisa mengejarnya. Aciel melirik tanganya yang ditarik, ada gadis kecil yang tengah menarik tangannya. Aciel tidak tau rupa gadis itu karena kepalanya yang tertunduk.


"Dady." Panggilnya gadis kecil itu mengangkat kepalanya, Aciel membelakkan matanya kaget, wajah gadis itu sangat mirip dengan Aeleasha.

__ADS_1


"Tidak aku bukan Dadymu." Aciel mencoba menyentuh wajah gadis itu tapi, tiba-tiba ada tangan yang hitam penuh dengan darah menarik kakinya. Aciel memberontak tidak suka, bukanya lepas tangan itu makin banyak dan membuat dirinya pelahan-lahan tenggelam didalam lumpur hitam.


Aciel mengulurkan tangannya berharap ada yang menolongnya, sebuah tangan terulur menangkap tangannya dan menariknya keluar. Aciel membuka matanya dengan nafas ngos-ngosan, mata tajamnya melirik kesampingnya. Aeleasha tengah mengenggam tangannya dengan wajah polos.


Aciel langsung memeluk wanita itu dengan sangat erat, takut ketika dirinya melepaskan pelukkannya wanita yang ada dihadapannya akan menghilang dari pandangannya. Aeleasha yang kaget mencoba mendorong tubuh Aciel menjauh darinya tapi bukannya menjauh malah dia yang terjatuh dan tertimpa tubuh Aciel.


Brak


Joe membuka pintu dengan kasar karena mendengar suara keras. Matanya melotot tidak percaya melihat posisi mereka berdua dengan Aciel berada diatas tubuh Aeleasha bahkan memeluk Aeleasha dengan sangat posesif.


"Kak Joe, bantuin." Pekik Aeleasha dengan nyaring, pekikan Aeleasha menyadarkan Joe dan Aciel yang tertidur lagi.


Mata Aciel menangkap Aeleasha tengah berada dibawahnya, segera bangun dan mengosok lehernya karena bingung. Aeleasha berdiri, menatap Joe dan Aciel dengan tatapan tajam lalu berjalan keluar dari kamar dengan perasan kesal sekaligus marah.


"Apa yang kamu lakukan pada adikku?" Joe memasang wajah galak, mencengkram kaos Aciel. Aciel mengelengkan kepalanya tidak tau, dia tadi terbangun dari tidurnya dan bermimpi kalau Aeleasha mengenggam tangannya dengan tatapan hangat. Aciel langsung memeluknya tanpa basa-basi lagi.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau itu bukan mimpi." Gumam Aciel dalam hatinya.


Joe mengacak rambutnya frustasi, dia tadi hanya menyuruh Aeleasha membangunkan Aciel dan mau kekamar mandi untuk mandi tapi malah kejadian aneh yang dia lihat. Joe menepuk pundak Aciel, lalu berjalan keluar dari sana.


"Aku sudah mendapatkan sekertaris baru untukmu namanya Andi Rich, dia ada diperusahaanmu yang sekarang." Jelas Joe sebelum keluar dari kamar itu.


Joe menuruni anak tangga, melihat Aeleasha sudah berdiri dari bangkunya berjalan mau pergi.


"Kamu mau kemana? Bukan-" Joe tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Aeleasha langsung memotongnya dan berjalan keluar.


"Mau kerja." Jawab Aeleasha dengan Acuh, dis bahkan tidak menyapa atau pun mengalihkan kepalanya untuk memperlihatkan senyuman cerahnya.


"Ini semua salah Aciel, Apa sih yang dia perbuat sampai Aeleasha semarah itu?" Maki Joe, menarik kursi dengan kasar dan duduk disana.


"Haciuh..." Aciel mengosok hidungnya yang gatal, matanya tertuju pada jendela kaca yang memperlihatkan seorang wanita cantik dengan style kasual tengah berdiri ditepi jalan menunggu taksi. Tangannya terulur menyentuh bayangan wanita itu, hatinya sesak mengingat apa yang dirinya perbuat dan bahkan perkataannya mungkin masih tertancap dihatinya.

__ADS_1


...Selamat tahun baru imlek bagi yang merayakan 🏮🎆😆...


__ADS_2