
Aciel yang memeluk Aeleasha dari samping, melindungi Aeleasha menggunakan tubuhnya, mata Aeleasha membelak kaget, Aciel menangkup kedua pipi dan tersenyum lembut seolah tidak terjadi apa-apa.
"A-aciel, apa yang kamu lakukan?" Lirih Aeleasha, cairan bening mengenang dikelopak mata Aeleasha, cairan merah mengotori kemeja putih Aciel.
"Hei.. Jangan menangis." Hibur Aciel tangannya terangkat menghapus air mata Aeleasha, "Aku tidak apa-apa." Jelas Aciel dengan suara serak.
"Apanya yang tidak apa-apa ini berdarah." Aeleasha mencoba menekan luka Aciel agar tidak banyak darah yang keluar.
"Kenapa Aciel menyelamatkanku harusnya biarkan saja." Isak Aeleasha, Aciel memegang tangan Aeleasha.
"Aku lebih baik terluka dari pada melihat kamu yang tertembak dan pergi meninggalkannya. Hidupku pasti akan penuh dengan kegelapan." Jelas Aciel, Aeleasha tidak bisa menghentikan isakkannya.
Liam berdecak kesal, tembakannya tidak tepat sasaran. mengacungkan pistolnya lagi, kali ini di harus berhasil.
Dor..
"Aeleasha." Teriak Joe, mata Aeleasha. bergetar dengan hebat. Aciel melindunginya lagi, kini bahu Aciel yang mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Aciel?" Panggil Aeleasha suara bergetar, tubuh Aciel bersandar pada Aeleasha. Liam yang gagal lagi mencoba untuk kabur tapi suara tembakan datang dari luar tepat mengenai kaki Liam.
"Biarkan aku bersandar sebentar saja." Lirih Aciel pelan, Aeleasha tidak tau harus berbuat apa pikirannya benar-benar kosong. Cairan bening mengalir dimata Aeleasha tanpa henti.
"Kenapa Aciel harus melakukan ini? Aku adalah orang jahat tidak pantas untuk diselamatkan. Aciel, bangun." Teriak Aeleasha menangis senggukkan, memeluk Aciel dengan erat.
"Argh.. Ini menyakitkan." Liam meringis kesakitan, memegang kaki kanannya. Menatap sosok seorang pria yang berjalan masuk, Liam tidak bisa melihat dengan jelas karena silau.
"Hai.." Sapa Alfred tersenyum khas, wajah Liam memerah penuh amarah dan kebencian.
"Ka-kamu, aku akan membunuhmu. Karena kaulah Melisa berhasil kabur dari singapura dan kau juga yang menyelamatkan Aeleasha ditempat ini." Liam menunjuk-nunjuk wajah Alfred, dia sangat geram sekaligus kesal karena ulah Alfred banyak rencananya gagal.
"Bagaimana mungkin itu bisa ada ditangani sementara Dylan masih hidup." Teriak Liam, tangannya bergetar dengan hebat.
"Oh.. Maksudmu Dylen Ray Glasska? Tentu saja Dylen memberikannya padaku, dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan dunia bawah. Jadi sekarang akulah Bos Mafia baru kalian." Jelas Alfred menginjak tangan Liam.
"Kenapa kamu menembakiku, aku adalah tangan ka-"
__ADS_1
"Dylen bilang kalau jika aku benar-benar mau mengambil ahli maka aku harus membunuhmu dan mengambil rencana milikmu." Alfred memotong perkataan Liam, matanya melirik kearah Joe.
"Ini lencanaku, jadi biarkan aku h-."
Tembakan tepat mengenai jantung Liam begitu Alfred memegang lencana tersebut. Liam memegang dadanya, tidak percaya, dia langsung dikhianati dalam beberap detik saja.
"Aku hanya mencoba menjalankan dendam adikku." Mata Alfred melirik Joe yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Sampaikan salamku pada Momy Melisa." Alfred Berjalan keluar tanpa melihat kebelakang.
...****************...
Begitu sampai dirumah sakit, Aeleasha tidak pernah meninggalkan Aciel sampai didepan ruang operasi.
"Dady, aku mohon biarkan aku yang menyelamatkan Aciel. Aku adalah dokter apa aku tidak bisa menyelamatkannya? Tapi Aciel menyelamatkanku tanpa berpikir dua kali." Bujuk Aeleasha, Wili yang khawatir dengan kondisi Aeleasha hanya bisa mengangguk pasrah saja.
Setelah mendapatkan persetujuan, Aeleasha bergegas berlari memasuki ruang operasi dan mulai melakukan operasi, Aeleasha menangani Aciel, sementara itu Joe ditangani oleh Dokter David.
__ADS_1
Waktu terus berjalan tanpa berhenti, Wili mondar-mandir didepan pintu ruang operasi, matanya selalu melirik ke lampu operasi yang masih menyala merah lalu menghela napas berat selalu mengulang hal yang sama.
Operasi berjalan dengan lancar tanpa ada sedikit pun halangan, Aciel segera dipindahkan ke ruangan inap ketika operasi sudah selesai. Aeleasha keluar dari ruangan operasi dengan wajah pucat, baru beberapa langkah yang diambil, Aeleasha terjatuh pingsan.