
Sebuah gerbang pagar terbuka secara perlahan melihat mobil hitam yang melaju, mobil itu berhenti ditaman depan rumah. Pintu mobil terbuka memperlihatkan seorang pria turun dari mobil, dan berlari kearah sebaliknya.
"Ayo turun, aku akan meminta adikku mengobatimu lalu mengantarmu pulang." Kata Joe, Wanita itu turun dari mobil, matanya berbinar menatap kagum rumah mewah itu.
"Rumah ini sangat mewah dibandingkan tempat kami tinggal dulu." Gumam Wanita itu dalam hatinya, dia berjalan dengan cepat mengikuti Joe yang berjalan masuk.
Pintu rumah terbuka, wanita itu makin kagum dengan semua isi yang ada didalam rumah. Terlihat seorang pelayan datang mendekati mereka berdua.
"Bawakan minuman." Perintah Joe tapi matanya tidak menatap lawan bicaranya, dengan tengah sibuk mencari sesuatu.
"Kakak ini gimana sih, baru juga ditinggal beberapa menit tapi udah menyebabkan masalah saja." Kata Aeleasha yang berdiri ditengah anak tangga sambil tersenyum mengejek Joe.
Joe hanya bisa menganguk, sementara wanita itu tubuhnya mendadak jadi kaku setelah mendengar suara Aeleasha.
"Tapi siapa wanita itu? Apa dia korbannya." Tanya Aeleasha, wanita itu membalikkan badannya menghadap kearah suara yang membuat dirinya kesal itu.
Aeleasha menghentikan langkah kakinya disalah satu anak tangga, hanya tinggal satu anak tangga lagi untuk sampai dilantai bawah.
Dia kaget dengan kejutan yang mendadak ini, mereka berdua sama- sama menyebutkan nama masing-masing.
__ADS_1
"Aeleasha." Wanita itu mengatakannya dengan nada yang penuh duri.
"Bea." Aeleasha menutup mulutnya tidak percaya, Bea menatap Aeleaaha dengan tatapan penuh dendam dan jijik.
"Kalian saling kenal?" Tanya Joe, dia menunjuk mereka berdua secara bergantian. Joe mendadak bingung dengan suasana yang sangat mencengkram itu entah datang dari mana aura menusuk ini.
"Tentu saja, Bukan begitu Adik." Ungkap Aeleasha, dia segera berjalan mendekati lemari yang tidak jauh dari sana dan mengeluarkan P3K miliknya yang dia bawa dari rumah sakit.
Aeleasha menaruk kotak P3Knya dimeja, dan duduk disofa sambil memperhatikan Bea yang menatapnya dengan tatapan tajam, Aeleasha tersenyum ramah. Sekarang dia harus merawat pasien dulu, baru urusan pribadinya.
Aeleasha dengan telatan memeriksa apa ada yang mengalami luka parah atau ringan, tapi dia tidak menemukan luka apapun ditubuh Bea. Joe tidak mengalihkan matanya dari Aeleasha yang sibuk memeriksa Bea.
"Dia tidak apa-apa, Kak Joe." Kata Aeleasha lalu membereskan kotak P3K yang dia bawa dari rumah sakit.
"Aku akan membunuhmu." Gumam Bea, dia menatap Aeleasha dengan tatapan aneh dan mengepalkan tangan dengan sangat kuat sampai kukunya ikut memutih.
Joe mengawasi semua gerak-gerik Bea, dia juga mendengar apa yang Bea gumamkan walaupun tidak terlalu jelas karena sangat pelan.
"Kalau begitu aku akan pergi." Bea bangkit dari duduknya, dia berjalan pergi dengan wajah merah yang penuh amarah bercampur malu karena perkataan Joe.
__ADS_1
"Silahkan saya tidak mengantar anda, karena anda bukan orang yang baik. Jangan hati-hati dijalan yah..." Kata Joe sambil tertawa, tapi digantikan ringisan karena Aeleasha memukul bahunya dengan sangat kencang.
"Dasar, Kakak Joe coba hati-" Perkataan Aeleasha terpotong karena suara ponsel Joe berdering bertanda pesan masuk. Joe segera mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, Pupil mata Aeleasha dan Joe bergetar membaca pesan yang dikirim itu.
Nama : Bea Alister
Umur : 22 Tahun
Tinggi Badan : 156 cm
Berat Badan : 44 kg
Hobby : Berbelanja
Visual Aciel, Alfred, Ian sama Aeleasha di Chapter selanjutnya...😉
Jadi nantikan Chapter yang akan datang... 👉
__ADS_1
Masih ingatkan sama Ian?