Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 31


__ADS_3

Mobil spot merah Joe berhenti didepan gedung pencakar langit, Joe turun dari mobilnya. Aeleasha yang melihat Joe turun juga ikut turun. Joe menghampiri mobil hitam yang terpakir tidak jauh dari sekitar parkiran mobilnya.


Seorang pria berumur tapi tidak juga mengurangi ketampanan diwajahnya turun dari mobil. Pria itu membentangkan kedua tangan, Aeleasha tersenyum senang langsung berlari memeluk pria itu.


"Dady." Panggil Aeleasha memeluk Wili dengan erat, Wili membalas pelukan Aeleasha lebih erat. Aeleasha melepas pelukkannya karena Joe berdehem tidak suka, Wili tersenyum senang.


"Kamu terlihat sangat cantik putriku." Kata Wili mengelus kepala Aeleasha, Joe langsung memukul tangan Wili karena sebal.


"Dad... Aku saranin jangan rusak rambutnya yang sudah tertata rapi itu, Apa kamu tau butuh berapa lama untuk menatanya?" Jelas Joe, Aeleasha terkekeh melihat sikap kedua orang itu yang selalu saja bertolak belakang seperti magnet.


"Sudah, kita juga harus segera masuk." Imbuh Wili, berjalan duluan. Joe mengulurkan tangannya dan Aeleasha menyambutnya dengan senang.


Aeleasha, Joe dan Wili memasuki gedung pencakar langit yang tidak lain adalah hotal yang dikelola oleh Wili sendiri, Wili memencet angka yang ditujunya. Mereka masuk kedalam ruangan yang sudah terhias dengan sangat mewah dan juga berkelas. Didalam sana juga terlihat sudah banyak sekali orang yang berkurumunan, mereka mulai berbincang-bincang dengan sesama rekan bisnis lain.


Aeleasha sedikit canggung, karena semua orang mulai berbisik-bisik saat dia dan Joe berjalan masuk melewati mereka satu persatu. Tapi sebelum Joe dan Aeleasha masuk, Joe sudah berpesan pada Aeleasha untuk mengabaikan perkataan dan tatapan menusuk yang berasal dari mereka.

__ADS_1


Aeleasha duduk ditempat yang sudah disediakan, tidak tau harus berbuat apa sementara Joe pergi mengambilkan minuman untuknya dan Wili sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya.


"Apa dia istri tuan muda Joe?"


"Dia sangat cantik, mereka terlihat sangat cocok."


Bisik mereka, Aeleasha bisa mendengar itu, dia malah tertawa kecil karena menurutnya itu lucu, entah respon apa yang akan mereka berikan kalau mengetahui dia adalah adikknya kandungnya.


Joe sudah kembali, membawakan jus untuk Aeleasha, dia duduk disampingnya memperhatikan Wili yang masih bercengkraman dengan rekan bisnisnya.


"Dokter Aelea.." Sapa seorang pria yang sudah berumur, Aeleasha yang tadi menatap kearah lain menatap kearah suara, Aeleasha tersenyum senang, Dokter David melambaikan tanganya menyapa Aeleasha.


"Dokter David? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Aeleasha bingung, David tersenyum dia tidak menjawab pertanyaan Aeleasha dan pergi begitu saja.


"Kenapa semua orang sangat menyebalkan hari ini." Gerutu Aeleasha, Joe berdiri dan mengulurkan tangannya pada Aeleasha. Dia mengajak Aeleasha keruangan istirahat.

__ADS_1


"Kakak apa kamu tidak bisa menjelaskan ada apa ini sebenarnya?" Kata Aeleasha, tengah duduk disofa dengan tangan yang terlipat dan kaki kirinya berada diatas kaki kanannya.


"Nanti kamu juga akan tau." Kata Joe, mulai melongarkan dasinya karena sesak. Aeleasha mengembungkan pipinya jengkel, dari tadi dia terus mendengar jawaban yang sama.


Tok.. tok...


"Tuan Joe, Tuan Wili menyuruh saya untuk memanggil anda." Kata seorang pria dibalik pintu. Joe menghela napas berat, dia dan Aeleasha keluar dari ruangan dan berjalan menghampiri Wili yang masih sibuk berbincang-bincang.


Seorang pria dengan stylen formal, rambutnya yang disisir kebelakang memperlihatkan sisinya yang maskulin. Memasuki ruangan dengan wajah dingin, semua mata tertuju padanya karena sebagian mengenalnya dan sebagian lainnya tidak mengenalnya. Aciel menggunakan jas biru tua, matanya terus mengamati ruangan.


Aciel berhasil menemukan Joe yang bercampur dengan para tamu. Aciel mengerutkan keningnya bingung, disamping Joe terdapat Aeleasha dan Joe malah merangkulnya dengan mesra ( bersadarkan sudut pandang Aciel).


"Istri tuan Joe sangat cantik, aku sangat iri." Kata seorang wanita yang berdiri tidak jauh disamping Aciel.


Kedua wanita itu tengah bergosip membicarakan Joe dan Aeleasha. Aciel mengeratkan tangannya, dia tidak percaya apa itu gosip, tapi hatinya berdenyut tidak suka melihat Joe merangkul Aeleasha.

__ADS_1


"Positif.. Berpikir positif Aciel." Gumam Aciel dalam hatinya, berjalan mendekati Aeleasha dan Joe yang tersenyum menyapa para tamu yang diperkenalkan Wili.


__ADS_2