
Aciel yang tidak bisa menemui Aeleasha hanya bisa menyibukkan dirinya dalam pekerjaan agar hari lebiah cepat berlalu, setelah pekerjaan selesai Aciel duduk memandangi pemandangan kota, ataupun menghela napas.
Andi yang tidak terbiasa dengan sikap baru Aciel, memilih keluar dari ruangan saja. Menjaga jarak dari Aciel dari pada dirinya malah mendapatkan omelan.
Clek..
"Sudah kubilang, taruh dulu diluar." Kata Aciel tanpa melihat kebelakang. Joe yang datang memeriksa keadaan Aciel tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang kau tawakan tidak ada yang lu?" Aciel memutar kursinya, wajahnya yang sudah dingin kini tambah dingin dan datar.
"Ha ha ha.. Aku tidak tau kamu akan semenyidihkan ini, tau begitu aku harus melakukannya dari dulu." Ledek Joe, Aciel memperhatikan Joe tidak mau menjawab.
Joe yang tidak mendapatkan respon tertawa makin nyaring, Aciel yang sudah sampai batas maksimal sabar melemparkan pulpen yang ada diatas meja.
"Oke.. Oke.. Jangan marah, aku kemari mau meringankan bebanmu itu." Joe menghindari lemparan Aciel, kening Aciel berkerut tidak percaya dengan ucapan Joe.
"Kamu bisa bertemu dengan Aeleasha besok, lagi pula pernikahan kalian itu akan diadakan seminggu lagi." Ungkap Joe, membuka kancing jas dan duduk disofa.
"Kau tau Joe, aku paling tidak suka kebohongan." Aciel memainkan keyboard komputer, jari-jarinya yang panjang menari-nari disana.
Joe menganggukkan kepala paham, tiba-tiba suasana menjadi sangat sepi. Hanya ada suara ketikan dan lembaran kertas yang dibalik, Joe yang bosan langsung pergi tanpa berpamitan.
"Dasar tamu tak diundang." Cibir Aciel, matanya fokus pada layar komputer.
__ADS_1
Malam Harinya...
Aciel mondar-mandir didepan kasurnya,
bibirnya komat-kamit mengucapkan sesuatu. Matanya fokus memperhatikan layar ponselnya, tangannya dengan lincah mengetik si benda tipis itu.
Aciel mengetik lalu menghapusnya, dia melakukannya selama berkali-kali. Aciel menghela napas melemparkan tubuhnya keatas kasur, melirik ponselnya.
Aeleasha ayo kita temuan besok, aku akan menjemputmu.~Aciel.
Aciel yang berhasil mengirim teks akhirnya menutup matanya dengan erat, dia tidak sabar akan hari besok yang cerah.
......................
Aciel sudah menjemput Aeleasha, kini mobil melaju menuju butik pakaian, Aciel turun dari mobil begitu dia sampai. Kakinya yang panjang melangkah masuk menuju resepsionis.
"Kami disini untuk mencoba gaun pernikahan." Aciel menggenggam tangan Aeleasha erat, bos yang melihat itu tersenyum cengar-cengir senang.
Aeleasha dibawa ke ruangan ganti, sementara Aciel duduk disofa membolak-balikkan buku halaman yang berisi contoh gaun yang ada.
Tidak ada satu pun yang menarik perhatian Aciel, Aciel langsung menutupinya begitu tirai ditarik memperlihatkan Aeleasha dalam balutan gaun pernikahan.
"Ini sangat cantik." Puji Aciel, bos yang hendak membuka mulut tertutup rapat lagi mendengarkan perkataan Aciel.
__ADS_1
"Ganti, ini terlalu terbuka." Aeleasha mengedipkan kedua matanya bingung, memperhatikan gaun yang dipakainya.
Tirai ditarik kembali, Bos yang berdiri samping Aciel berkeringat dingin tidak tau harus bagaimana menghadapi pelanggannya yang saru ini.
Aeleasha yang sudah lelah berganti gaun, menghela napas panjang, karyawan yang membantunya pun mengaruk kepala tidak tau harus berbuat apa. Aciel selalu meminta Aeleasha menganti gaun dan ini sudah sebanyak entah berapa kali, dengan berbagai macam alasan.
"Gaun itu terlalu pendek." Kritik Aciel pada gaun yang sampai pada lutut Aeleasha.
"Gaun terbuka, apa kamu tidak lihat tulang selangka kelihatan?" Cibir Aciel pada Bos yang sudah mengelap keringatnya dari tadi.
"Lengannya terlalu pendek." Aeleasha menatap Aciel yang memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kalau begitu desain apa yang tuan inginkan?" Bos itu sudah mengeluarkan seluruh bukanya, Aciel menyentuh pipinya terlihat berpikir sebentar.
"Ah.. Aku ingin gaun yang tidak mengekspos tubuh Aeleasha." Aciel tersenyum bangga dengan pendapatnya, dia tidak bisa membiarkan semua mata lalat itu tertuju pada Aeleasha.
"Kenapa anda tidak bilang kalau sekalian wajah juga tidak diperlihatkan." Tangis Bos dalam hati.
Aeleasha mengepalkan tangannya kesal, jika kali ini Aciel melakukan protes lagi.
"Akan aku pastikan kamu mengalami hal yang sama juga." Tekad Aeleasha penuh amarah,
Tirai ditarik lagi, Aciel tidak bisa berkata apa-apa lagi kali ini. Seorang wanita cantik jelita dengan riasan tipis membuat wajahnya terlihat dewasa dan seksi, gaun pernikahan yang berwarna putih susu dengan beberapa hiasan berupa mutiara dan taburan bintang gemerkilap.
__ADS_1
Gaun yang sesuai dengan keinginan Aciel, walaupun dibagian atasnya sedikit terbuka. Mata Aeleasha yang tertutup terbuka dengan perlahan-lahan melakukan kontak mata dengan Aciel.
Bos itu akhirnya bisa bernapas lega, telinganya tidak mendengar protes apa pun lagi, Aciel dan Aeleasha saling melontarkan senyuman. Karyawan yang berdiri disamping akhirnya bisa duduk dengan tenang.