Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 47


__ADS_3

"Joe, Aeleasha hilang, bagaimana ini?" Teriak Aciel mengenggam bahu Joe dengan erat. Tapi Joe malah memiringkan kepalanya bungung.


"Aciel." Panggil Joe, melambaikan tangannya didepan wajah Aciel, Aciel mengangkat alisnya ternyata dia hanya berteriak dalam pikirannya bukan dengan Joe.


"Apa adikmu sudah pulang kerumah?" Tanya Aciel menyelipkan tangannya disaku celanannya.


"Dia belum pulang juga, ponselnya bahkan tidak bisa dihubungi." Joe mengelengkan kepalanya dengan pelan, dia tidak tau harus dimana mencari Aeleasha sementara adiknya ini tidak punya teman sama sekali.


"Dia belum pulang? Kemana Aeleasha pergi?" Gumam Aciel dalam hatinya, dia melirik Joe yang terlihat sangat lesuh. Mereka berdua berpisah saat sampai ditempat parkir mobil dan pulang kerumah.


"Sebenarnya kemana kamu pergi, Aeleasha." Geram Joe, memukul setir mobilnya, Joe menelepon Aeleasha tapi masih dengan dering yang sama.


"Aku harus melacak ponselnya sekarang juga." Joe memutar balik arah mobilnya kearah yang berlawan menuju rumahnya.


Joe menghentikan mobilnya didepan rumah yang bertingkat dua itu. Keluar dari mobil dengan perasaan amat kesal, dia mengetuk pintu itu.


Tok... tok...

__ADS_1


Seorang pria masih dengan style jasnya keluar dari rumah itu. Aciel menatap Joe bingung karena temannya ini tidak akan mungkin berkunjung ke apartemennya, apalagi Joe terlihat sangat cemas.


"Aciel, aku ingin kamu menelepon Tomy dan menyuruhnya kesini sekarang." Titah Joe, langsung menyelongo masuk kedalam, duduk dengan kasar diatas sofa.


"Sabar Aciel, Kakak ipar." Kata Aciel dalam hatinya, dia hanya bisa tersenyum kecut lalu mengeluarkan ponselnya menelepon Tomy.


"Tomy, datanglah kerumahku sekarang sahabatmu ini membutuhkan bantuanmu." Perintah Aciel, ekor matanya melirik Joe yang kini berbaring terlentang disofanya.


"..."


Sebuah tinjuan melayang ingin meninju Aciel tapi sayangnya tinjuan itu meleset karena Aciel menghindarinya. Sebuah senyuman sinis terukir diwajah Aciel. Orang yang mau meninju Aciel malah mendapatkan tendangan dari Aciel.


"Joe, Tomy akan datang beberapa detik lagi, jadi aku mau keluar sebentar membuang sampah." Teriak Aciel, dia menarik kerah baju pria yang ditendangnya tadi.


Aciel melemparkan tubuh pria itu mengenai tong sampah, mereka berdua kini berada ditempat yang sangat sepi bahkan hanya ada tikus yang tinggal disana saking kotornya.


"Apa maumu?" Tanya Aciel, aura dingin memancar dari tubuhnya. Membuat pria itu sedikit ketakutan karena dia mengira Aciel adalah Joe.

__ADS_1


"A-Aku bukan mencarimu tapi Aciel Aarava Carnier dimana dia." Teriak Pria itu dengan suara sedikit gemetaran karena tatapan intimidasi dari Aciel dan aura dingin yang menusuk.


Aciel memiringkan kepalanya, lalu tertawa sangat nyaring, membuat pria itu langsung dibanjiri keringat dingin. Senyuman sinis menghiasi wajah Aciel bahkan gigi putihnya sedikit terlihat.


"Akulah orang yang kamu cari Aciel Aarava Carnier." Aciel menyebut namanya dengan sangat dingin.


Pria itu menelan salivanya dengan kasar. Kenapa orang yang menyuruhnya menyerang Aciel, mendeskripsikan Aciel dengan penampilan yang berdeda sehingga membuat dirinya mengira dia salah orang. Aciel pergi dari tempat itu, meninggalkan pria itu dengan keadaan babak belur.


Aciel masuk kedalam rumahnya, suasana tampak sangat suram. Tomy tengah berkutik didepan laptobnya sedangkan Joe menatap Tomy seperti mau melahapnya hidup.


"Aku memukannya, data terakhir menunjukan adikmu menelepon keluar, dia berada diluar kota. Ah... Aku menemukan satu lagi telepon terakhir berada dihutan pinus." Kata Tomy tangannya masih sibuk mengetik keyboard laptob.


Aciel memukul pintu membuat Joe dan Tomy terkejut. Wajah Aciel terlihat sangat tidak enak dipandang, Tomy menelan salivanya dengan kasar. Dia tidak mau mendapatkan amukan dari Aciel maupun Joe


"Ada yang menculik Aleasha." Kata Joe tersenyum sinis, dia tidak akan memaafkan orang yang sudah menculik adik kesayanganya.


"Aku akan membunuhnya karena audah berani menculik Aeleasha." Gumam Aciel dalam hatinya, sudut bibirnya terangkat. Tomy menelan salivanya dengan kasar melihat senyuman mereka berdua yang membuat bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


__ADS_2