Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 38


__ADS_3

Flashback


1 tahun yang lalu setelah Aeleasha pergi


Tok.. tok...


Pintu terbuka, memperlihatkan seorang Pria yang sudah berumur. Pria itu kaget dengan kehadiran orang yang ada didepannya, rawut wajahnya menjadi masam sekaligus marah.


"Selamat pagi Ayah mertua." Panggil Aciel, Pria itu tidak menjawab, hanya memasang senyuman dan tatapan sinis.


"Disini tidak ada ayah mertuamu. Buat apa anda kemari tuan Carnier terhormat." Jiko mengucapkannya dengan nada yang tajam.


Dia yang tadi berdiri didalam melangkah maju menghadap Aciel, Jiko melipat tangannya diatas dada penuh arogan. Entah kenapa melihat wajah Aciel amarahnya terasa meluap-luap.


"Haha... Ayah pandai sekali bercanda." Aciel tertawa kaku, mengosok lehernya yang terasa dingin.

__ADS_1


"Saya tidak pernah bercanda dengan anda dan saya bukan ayah mertua anda. Anda bukan menantu saya karena kita tidak punya hubungan apa pun." Jiko melototkan matanya tidak suka, nada bicaranya penuh dengan ancaman.


Jiko berbalik mau masuk kedalam rumah, tapi langkahnya terhenti setelah mendengar nama putri angkatnya keluar dari pria br*n**ek itu.


"Haha... Ayah ini, aku kemari mau mengambil barang-barang istriku." Aciel masih dengan senyuman datarnya.


"Barang-barang istrimu?" Ulang Jiko menatap Aciel dengan tajam.


Bugh


"Istrimu, katamu? sejak kapan kamu memperlakukannya seperti seorang istri." Teriak Jiko dan Aciel terdiam. Apa yang dikatakan Jiko benar apa adanya.


"Kamu memukulnya, kamu bahkan tidak tau kalau dia mengalami kecelakan masuk rumah sakit dan menderita penyakit tumor otak. Kamu hanya tau balas dendam." Bentak Jiko, tangannya terus mendorong pundak Aciel.


"Kamu pikir aku tidak tau semua perbuatan busukmu pada putriku? Kalau kamu hanya mau balas dendam pada Fika langsung pada orangnya jangan pada Aeleasha dia tidak tau apa apa." Jiko tidak perduli lagi apa kata tetangga tentang dirinya, dia sudah sangat geram dan kesal. Aciel membelakkan matanya tidak percaya, Jiko tau apa tujuannya.

__ADS_1


Deg... Deg..


Jantung Aciel berdetak semakin cepat, hanya bisa menahan rasa sesak yang mencekram dadanya.


"Aku hanya mau menitipkannya sebentar padamu karena aku tidak percaya dengan rumor, seharusnya aku memberitaukannya padamu dulu. Kalau aku akan menjemputnya pulang setelah satu bulan." Setetes cairan bening mengalir dipipi Jiko, Aciel mengepalkan tangannya.


"Menitipkan? rumor? menjemput? satu bulan?" Semua perkataan Jiko mengelilingi otak Aciel.


"Aku hanya mau menitipkannya padamu untuk sementara karena Orang yang kamu benci itu terus menyiksa Aeleasha, aku harus bersikap dingin agar dia tidak makin menyiksanya, Tapi putriku keluar dari lubang harimau malah masuk ke lubang buaya." Jelas Jiko tersenyum sinis.


"Kalau kamu tidak menyayanginya kenapa kamu mau menikah dengannya, urusanku lebih cepat selesai dengan Fika. Hari dimana aku mau menjemputnya pulang aku malah menemukan putriku mengalami kecelakan dan tangannya yang menggenggam sebuah kertas."


"Sekarang putriku sudah bahagia jangan pernah ganggu dirinya lagi. Karena kamu tidak pantas untuknya, kamu hanyalah duri tajam yang meninggalkan bekas luka. Camkan itu Aciel, jangan pernah kamu berpikir kalau kamu adalah suami Aeleasha." Bentak Jiko, melangkah masuk kedalam rumah. Jiko membanting pintu dengan sangat nyaring.


Flash back end.

__ADS_1


Aciel meremas dadanya yang makin sesak karena perkataan Jiko yang menusuk hati. Tangannya yang meraba kaca dimana tadi Aeleasha berdiri dan sekarang tidak ada siapaun disana, hanya ada sebatang pohon yang berdiri kokoh tidak jauh dari sana.


__ADS_2