Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 104


__ADS_3

"Ini bukanlah hal sulit, kapan kamu membutuhkannya?" Aciel menutup dokumen, memandang Joe yang tampak berpikir keras.


"Secepatnya." Jawab Joe, Aciel menganggukkan kepalanya. Merasa urusannya sudah selesai Joe bangkit dari tempat duduk keluar dari ruangan Aciel tanpa mengatakan apa pun.


"Ckck.. Dasar pengganggu." Cibir Aciel, duduk dikasurnya mulai membaca dokumen yang tadi Joe berikan dan juga mengerjakan pekerjaan yang menumpuk.


......................


Suster yang menganti perban dibahu Aciel merasa sangat gugup dan tegang pasalnya Aciel terus mengeluarkan aura dingin yang mengintimidasi lawannya.


"Dimana Dokter Aeleasha?" Pertanyaan Aciel membuat suster itu sekadar mengangkat kepala saja dia tidak berani.


"Dokter Aeleasha sedang melakukan operasi." Jawab Suster berusaha professional semaksimal mungkin, "Luka anda sudah mulai pulih. Menurut laporan,anda bisa pulang besok pagi." Imbuh Suster itu setelah selesai membalut perban baru.


"Aku tidak peduli, cepat panggil Dokter Aeleasha kemari. Aku tau kamu sedang berbohong jangan salahkan aku jika kamu kehilangan pekerjaan." Ancam Aciel, Suster itu dengan cepat mengangguk berlari keluar.

__ADS_1


Aciel senyuman tipis terbit dari bibir Aciel, kini otaknya tengah berpikir bagaimana cara menahan Aeleasha keluar dari ruangan begitu dia masuk kedalam sini. Suster yang tadinya membalut luka Aciel berlari dikoridor membuat semua tatapan tertuju padanya.


"Dokter Aeleasha tolong." Teriak Suster itu dengan napas ngos-ngosan, begitu dia masuk kedalam ruangan Aeleasha bahkan tanpa mengetuk sama sekali.


Aeleasha yang tau siapa yang diurus suster itu, seketika langsung berdiri menghampiri suster itu, wajah Aeleasha penuh dengan kecemasan.


"To-tolong selamatkan saya." Suster itu mencoba memperbaiki pernapasannya, kening Aeleasha berkerut meminta penjelasan.


Aeleasha membuka pintu ruangan Aciel dengan wajah cemberut, Aciel duduk menatapnya dengan senyuman manisnya. Aeleasha sangat kesal, dia sudah mendengar semuanya dari suster tadi.


"Aciel, aku har-" Perkataan Aeleasha terpotong, seorang gadis cantik berumur 5 berlari masuk dan memeluk Aciel dengan erat.


"Papa Ciel, bagaimana kabarmu?" Panggil gadis itu, Aciel yang kaget langsung mendorong gadis kecil itu menjauh dari.


Gadis kecil itu menangis kecewa karena merasa Aciel seperti menolaknya dan berlari memeluk Aeleasha yang bengong.

__ADS_1


"Tante, Hua... Tolong Cika, Papa Ciel udah gak mau Cika lagi." Rengek anak kecil itu, Aeleasha berjongkok mencoba menenangkan gadis yang bernama Cika.


"Udah, Cika jangan nangis. Nanti Tante kasih permen yang gede mau gak?" Tawar Aeleasha, Cika yang mendengar permen menatap Aeleasha dengan tatapan binar.


"Kita pergi dari sini dulu yuk, nanti tante kasih permennya." Tangan Cika terulur meminta Aeleasha mengendongnya, Aeleasha mengendong Cika dengan hati-hati.


Cika memeluk dengan erat leher Aeleasha, menjulurkan lidahnya dan membuang muka pada Aciel saat Aeleasha sudah berjalan pergi keluar dari ruangan.


Aciel menatap Aeleasha yang pergi dengan tatapan aneh, Joe yang bersandar didinding yang dekat dengan pintu kamar Aciel mengangkat tangannya membentuk Ok begitu Cika yang berada didalam gendongan Aeleasha lewat.


"Hai.. Bagaimana kabarmu?" Sapa Joe, berjalan masuk dengan senyuman senang dan mengejek Aciel.


"Kamu kan yang membawa Cika kemari?" Aciel menatap Joe dengan tatapan tajam, Joe menggelengkan kepala tidak setuju dengan tanggapan Joe.


"Kata siapa aku yang membawanya?" Tanya balik Joe, kening Aciel berkerut kesal, turun dari kasurnya memilih keluar mengejar Aeleasha dari pada berdebat dengan Joe.

__ADS_1


__ADS_2