
Joe mengambil dokumen yang ada ditangan Aeleasha, mulai membaca setiap kata demi kata dengan serius.
"Kamu yang terbaik." Joe mengacungkan kedua jempolnya bangga, Aeleasha tersenyum senang.
Kesenangan mereka diganggu dengan suara ponsel Joe yang terletak di meja bergetar hebat. Joe mengambil ponselnya, dan menjawab panggilan dari Wili.
"Hallo, ada apa Dad?" Tanya Joe, Aeleasha yang mendengarkan nama Wili yang sebut mendengarkan dengan seksama.
"..."
"Apa? Ada yang mencuri data perusahaan?" Suara Joe naik satu tingkat, kening Aciel berkerut tidak percaya.
"..."
"Baiklah, aku akan pergi sekarang juga." Jawab Joe mematikan ponselnya, Aeleasha yang mendengar semua percakapan mereka jadi cemas.
"Kak Joe, aku ikut." Aeleasha turun dari kasurnya setelah mempertimbangkan beberapa hal, Joe menganggukkan kepalanya.
Mereka bertiga pergi dari rumah sakit langsung menuju perusahaan dengan menggunakan mobil Joe. Begitu sampai Joe langsung berlari masuk kedalam, Aeleasha tidak bisa mengekori kecepatan Joe hanya bisa berjalan dengan biasa.
Brak..
Pintu ruangan yang dibuka dengan kasar menimbulkan suara yang sangat keras, semua tatapan tertuju pada Joe yang berlari ngos-ngosan.
"Bagaimana data itu bisa dicuri?" Tanya Joe ketika masuk kedalam ruangan pengawasan, Wili yang duduk di sofa melirik Joe.
"Dady, rasa kamu tau siapa yang melakukannya, 'Dia pamanmu, Liam." Jelas memijat kening yang berdenyut.
"Siapa itu paman Liam?" Aeleasha langsung bertanya, dia yang baru sampai didepan pintu mendengar nama asing yang tidak pernah Aeleasha dengar.
Ruang pengawas diselimuti keheningan, Aeleasha menatap Wili tapi Wili malah mengalihkan tataannya seolah-olah kalau dirinya tidak bertatap sama sekali dengan Aeleasha.
Joe menghela napas berat, memasukkan tangannya kedalam saku celananya mengambil ponselnya. Joe berjalan mendekati Aeleasha dan menunjukan sebuah foto pada Aeleasha, Aciel yang berdiri disamping mengintip penasaran.
Ditampilkan difoto seorang pria dengan rambut pirang dan tubuh kekar tertawa penuh dengan ketamakan, sementara itu ditangan kanan dan kirinya terdapat masing-masing satu wanita dengan pakaian minim.
"Ini adalah paman Liam, dan yang disampingnya ini istrinya." Jelas Joe menunjuk sisi kiri dan kanan foto.
"Bukankah dia penjual senjata ilegal, dia juga berhubungan dengan dunia bawah." Aciel yang mengenal wajah itu, wajah tampan Aciel mulai serius.
"Lalu apa tujuannya? Kenapa paman malah mencuri data perusahaan?" Aeleasha yang bingung meminta penjelasan yang lengkap.
Aeleasha tidak tau kalau Dadynya Wili mempunyai saudara, Aeleasha mengira kalau Wili adalah putra tunggal. Joe juga tidak pernah bercerita apa pun mengenai keluarga dari pihak Dady lebih sering ke arah Momy nya Melisa.
__ADS_1
"Tentu saja untuk mengambil ahli." Gumam Wili, rahang Joe mengeras karena mengingat sikap dan perilaku pamannya saat Joe masih kecil.
"Aku akan membantu sebisa mungkin untuk mengamankan kembali data yang bocor. Aku kenal seseorang yang pandai dalam urusan ini." Aciel menawarkan dirinya untuk membantu, menepuk pundak Joe memberikan semangat.
......................
🍁Visual karakter
Nama : Aeleasha Brewster
Umur : 24 Tahun
Tinggi Badan : 169 cm
Berat Badan : 55 kg
Hobby : Baca buku
Nama : Aciel Aarava Carnier
Tinggi Badan : 187 cm
Berat Badan : 63 kg
Hobby : Memasak
Nama : Ian Kendrik
Umur : 24 Tahun
Tinggi Badan : 178 cm
Berat Badan : 60 kg
Hobby : Main bola Volly
__ADS_1
Nama : Alfred Kernes
Umur : 25 Tahun
Tinggi Badan : 180 cm
Berat Badan : 63 kg
Hobby : Rahasia
Nama : Joe Brewster
Umur : 27 Tahun
Tinggi Badan : 181 cm
Berat Badan : Rahasia
Hobby : Berenang
Nama : Bea Alister
Umur : 22 Tahun
Tinggi Badan : 156 cm
Berat Badan : 44 kg
Hobby : Berbelanja
Nama : Xavier Alvaro Chriptor
Umur : 25 Tahun
Tinggi badan : 179
Berat badan : 67
__ADS_1
Hobby : Olahraga