Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Special Chapter 2


__ADS_3

Di balik sela-sela gorden, matahari menyelinap masuk kedalam kamar yang bernuansa putih itu, Aciel terbangun dari tidurnya yang lelap.


Senyuman tampan menghiasi wajah Aciel begitu mata menangkap sosok Aeleasha yang tertidur pulas dipelukkannya, tangan Aciel terangkat menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Aeleasha.


"Aku merasa hariku yang suram kembali berwarna jika aku bersamamu." Bisik Aciel pelan di telinga Aeleasha, Aciel tau kalau Aeleasha tidak akan mungkin bisa mendengarnya karena dia tertidur.


Tangan Aciel dengan jahil menyusuri wajah Aeleasha dari alis mata, ke hidung dan berhenti tepat dibibir Aeleasha yang merah dan sedikit bengkak.


"Eum..." Erang Aeleasha pelan, Aciel menarik tangannya dengan cepat dan menutup matanya rapat-rapat.


Aeleasha yang terbangun mengosok matanya, dirinya merasa seperti ada sesuatu yang melilit perutnya, Aeleasha menutup mulutnya rapat-rapat, hampir saja dia menjerit melihat wajah Aciel yang sangat dekat dengan dirinya.


"Apa ini namanya pesona seorang Tuan Muda, saat tidur pun dia masih saja tampan." Puji Aeleasha tulus, tangan Aeleasha yang kecil tidak cukup untuk menangkup wajah Aciel.


"Bulu matanya sangat panjang bahkan hidungnya juga mancung." Kata Aeleasha iri.


Aeleasha kaget jari tangannya mendadak dimakan Aciel, wajah Aeleasha memerah malu, sekarang dia melakukan kontak mata dengan Aciel, Aeleasha ketahuan mencuri pandangan.


"A-Aciel." Aeleasha menarik jari tangannya dengan cepat, mau kabur tapi tubuhnya ditahan Aciel.

__ADS_1


"Mau kemana?" Tanya Aciel menaikan salah satu alisnya, Aeleasha mendadak jadi salah tingkah karena suara Aciel yang serak karena bangun tidur terdengar aneh di telinga Aeleasha.


"Apa aku membangunkanmu?" Tanya Aeleasha pelan, Aciel tidak menjawab matanya terus memperhatikan wajah Aeleasha.


Aeleasha yang ditatap seperti itu mengalihkan wajahnya ketempat lain, Aeleasha langsung kembali ke posisi awalnya setelah dia mendengar suara tawa Aciel.


"Pftt.. Aku sudah bangun dari tadi, aku bahkan mendengar semua apa yang kamu katakan tadi." Goda Aciel, Aeleasha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Aeleasha merasa sangat malu, ingin mencari lubang tikus untuk bersembunyi. Aciel tertawa makin keras melihat telinga Aeleasha yang merah, merasa ada kesempatan untuk kabur Aeleasha secepat kilat mencoba berdiri.


Bruk


"Aeleasha, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Aciel panik, menggendong Aeleasha dan mendudukkannya ditepi.


Saat ini Aciel ingin sekali mengoda Aeleasha yang tertunduk lesu, Aeleasha terlihat seksi hanya dengan kemeja Aciel yang kebesaran. Aciel berdehem mengalihkan pandangannya ketempat lain, dia tau kalau sekarang bukan waktu yang tepat.


"Kamu mau kemana? Biar aku yang mengendongmu." Tawar Aciel, Aeleasha melototkan matanya kesal.


"Ke kamar mandi." Jawab Aeleasha ketus, melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Kyaa.." Teriak Aeleasha kaget, Aciel tiba-tiba menggendong dirinya.


"Kalau begitu aku akan memandikanmu." Kata Aciel, kakinya melangkah dengan lebar menuju kamar mandi.


"T-tidak.. Tidak.. Aku tidak mau aku bisa mandi sendiri." Tolak Aeleasha berpegangan pada tembok yang di dekat pintu kamar mandi.


"Tidak akan lama kok, lagian kakimu juga masih sakit." Imbuh Aciel melepaskan pegangan tangan Aeleasha.


"Tidaaaaak.." Teriak Aeleasha, menangis dalam hatinya.


...****************...


Aeleasha mengunyah makan yang dibawakan Aciel untuknya, dia melotot pada Aciel yang tersenyum senang sambil memakan-makanan milik Aeleasha.


"Katanya tidak lama, tapi pada akhirnya." Cibir Aeleasha kesal, bibirnya mengerucut kesal.


Dia yang biasanya hanya beberapa menit dikamar mandi, tadi dia berada didalam selama dua jam lebih karena seseorang.


"Itu tidak lama." Jawab Aciel enteng menyuapi Aeleasha dan Aeleasha memakannya dengan lahap.

__ADS_1


"Setelah ini kita akan ke rumah Mama sebentar mengambil beberapa barang lalu pulang ke apartement." Jelas Aciel, Aeleasha mengangguk paham.


__ADS_2