
"Ugh..." Aciel, memegang keningnya yang berdenyut kesakitan, kedua matanya terbuka dengan lebar saat kesadarannya mulai terkumpul.
Aeleasha yang berada didalam pelukkannya, matanya tertutup dengan rapat. Mereka berada didalam posisi dimana berbaring menyamping dengan kepala Aeleasha bertumpu pada tangan Aciel.
"Aeleasha." Panggil Aciel memukul pipinya dengan pelan, tapi Orang yang dipanggilnya tidak juga membuka matanya.
"Aeleasha buka matamu, jangan bercanda." Teriak Aciel, menepuk pipi Aeleasha lagi, dia terlihat sangat cemas. Mobil Van yang naik ke atas trotoar menabrak dinding pagar, mobil depan itu rusak, plat mobil terlepas dari tempatnya, asap hitam keluar dari mobil.
...****************...
Bur...
Tubuh Aeleasha terjatuh kedalam air, tubuhnya perlahan terjatuh semakin dalam. Kedua matanya yang tertutup rapat keni terbuka dengan perlahan-lahan.
"Aku ingin istirahat. Sebentar saja." Kata Aeleasha dalam hatinya, mau menutup matanya lagi.
"Aele-"
__ADS_1
Telinga Aeleasha bergerak, salah satu matanya terbuka. Suara yang memanggil namanya itu terdengar tidak asing.
"Aeleasha kumohon bangunlah. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu, Jadi bangunlah."
Suara yang entah datang dari mana, Aeleasha menutup kedua matanya karena cahaya silau yang yang memancar dari atas.
"Ugh..." Erangan kecil keluar dari bibir kering Aeleasha, matanya sedikit terbuka. Walau sedikit buram dia bisa melihat kalau ada tiga orang pria sedang berbicara disana.
"Kau bilang kalau dia hanya mengalami shock karena kecelakaan tapi kenapa adikku masih belum sadar juga." Teriak Joe, mencengkram kerah baju dokter, wajahnya memerah karena amarah.
"Kakak." Panggil Aeleasha dengan pelan, Aciel dan Joe segera mengalihkan mata mereka kearah suara, Joe melepaskan cengkraman tangannya yang berada dikerah baju dokter, kini tangannya beralih ketangan Aeleasha, dia mengenggamnya dengan erat.
"Joe, biarkan dia istirahat dulu." Aciel menepuk pundak Joe, mereka berdua akhirnya bisa bernapas dengan legah.
"Tidurlah." Kata Joe, mengelus kepala Aeleasha dengan lembut. Melepaskan genggaman tangannya, membiarkan dokter memeriksa keadaan Aeleasha.
Joe sangat prihatin dengan penampilan Aciel yang berantakan, luka lecet dikedua lengannya, rambut berantakan dan juga kotor karena debu.
__ADS_1
Dokter yang sudah selesai melakukan tugasnya mendekati Joe.
"Kau obati lukanya." Perintah Joe menunjuk Aciel yang berdiri bersandar pada dinding dengan kedua tangan yang disilangkan.
Dokter itu hanya mengangguk, dia melirik Aeleasha yang masih berbaring diatas kasur, mengalihkan pandangannya ke Aciel.
"Aciel, lukamu harus diobati sekarang. Aku yang akan menjaga Aeleasha." Kata Joe, Aciel dan dokter meninggalkan ruangan melalui pintu masuk.
Joe duduk dikursi, memperhatikan wajah Aeleasha yang sedang tertidur. Tangan Joe mencolek hidung Aeleasha, bibirnya sedikit terangkat melihat wajah Aeleasha yang berkerut sebentar.
"Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang menganggu Adikku." Pikir Joe, mengingat kembali kejadian yang selalu mengekori Aeleasha, mulai dari penculikkan, kejadian dirumah sakit, dan sekarang kecelakan mobil.
Ceklek
Aciel memperhatikan Joe yang melamun dengan kedua tangan yang mengangga wajah tampannya, dia berjalan mendekati Joe dan menepuk pundaknya membangunkan Joe dari pikirannya.
"Dimana pelakunya?" Tanya Joe, tatapannya menajam, Aciel duduk disofa yang ada didalam ruangan, Joe menghampiri Aciel dan langsung mendudukkan disofa yang panjang itu.
__ADS_1
"Pelakunya sudah ditangkap tapi disaat bersamaan ada mobil hitam yang merampasnya." Suara Aciel terdengar sangat dingin, rahang Joe mengeras mendengarnya.
"Kamu... Tidak siapa nama pelakunya?" Joe mengeratkan tinjunya, dia akan membalasnya dengan 2 kali lipat tidak 10 kali lipat agar dia merasa lebih baik tidak dilaharkan didunia ini.