Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 72


__ADS_3

"Orang gila itu." Maki Joe, tangan nya terkepal sangat erat. Dia berjalan mendekati Aeleasha dan Aciel yang masih setia di posisinya.


Joe bisa melihat kalau Aeleasha akan memberikan jawabannya, dia paling tau apa yang ada dipikiran Adikknya itu apalagi telinga Aeleasha memerah.


"Aku-"


"Aciel."Teriak Joe memotong perkataan Aeleasha, dia berlari mendekat dan langsung menarik tangan Aeleasha menyembunyikannya dibelakang.


"Hei... Ini tidak ada dalam rencana yang kita bicarakan tadi pagi." Wajah Joe terlihat sangat tidak senang, Aciel yang berlutut mau tidak mau harus berdiri sekarang.


Joe membalikkan badannya menghadap Aeleasha, dia melepaskan jas yang dipakainya dan memakaikannya pada Aeleasha.


"Aeleasha kamu kembalilah kerumah lebih dulu, Dokter David akan mengantarmu." Joe menatap maniak mata coklat Aeleasha, Dokter David yang sedang meminum wine, bukannya masuk kedalam tenggorokkannya tapi wine itu malah menjadi air mancur.


"Dasar tidak tau balas budi." Cibir David, segera membawa Aeleasha pergi dari sana. Aeleasha yang dibawa pergi dengan paksa, hanya bisa menoleh kebelakang memperhatikan Aciel dan Joe yang seperti bertengkar.

__ADS_1


"Joe kenapa kamu selalu bersikap kekanak-kanakan begini?" Tanya Aciel frustasi, tadi dia bisa mendengar kalau Aeleasha menjawabnya tapi teriakkan Joe sangat nyaring sehingga suara Aeleasha menjadi kabur.


"Kamu yang kekanak-kanakan, tadi kamu melamarnya tanpa memberitaukannya padaku dulu?" Tanya Joe balik, entah kenapa perttanyaan Joe terdengar sangat menjengkelkan ditelinga Aciel.


"Apa Aku ha-"


"Sudahlah, lagian Aeleasha pasti menolak." Joe mengangkat kedua tangan berjalan menjauhi Aciel yang terbakar dengan rasa jengkel yang dilemparkan Joe.


"Jordan... Kalau aku menculik Aeleasha, kamu harus mengurus Joe." Kata Aciel dengan api membara dimatanya, Jordan yang ada dibelakang Aciel hanya bisa tersenyum canggung.


Apa yang dikatakan Aciel tidak, dia lakukan sama sekali, dirinya malah tidak bisa tidur semalam karena memikirkan jawaban dari gerak bibir Aeleasha. Aciel yang sudah menyerah mencari jawaban pergi kerumah Aeleasha.


"Pfttt...." Joe menahan tawanya, tangannya memeluk perutnya dengan erat, dia belum pernah melihat mata panda yang ada dimata Aciel.


Mereka bahkan begadang bersama tapi hanya Joe yang mengalami mata panda dan Aciel malah terlihat sangat segar kini Joe sudah puas melihat mata panda yang ada pada mata Aciel.

__ADS_1


"Sudah puas tertawanya?" Tanya Aciel dengan wajah masam, ada kerutan kecil dikepalanya. Joe berusaha sebisa mungkin untuk menahan tawanya tapi bukannya berhenti Joe malah tertawa sangat kencang.


Aciel berdecak kesal melihat sikap Joe, mengacak rambutnya yang sudah tertata rapi, Aciel menatap Joe dengan tatapan aneh. Joe yang tertawa sangat keras langsung berhenti seketika dan menatapnnya dengan tatapan horor.


"Apa yang kamu lakukan dirumahku?" Joe bertanya dengan suara dan wajah yang dingin, ekspresinya langsung berubah dengan drastis.


"Aku ingin menemui A-" Lagi-lagi Joe memotong perkataan Aciel dengan dingin.


"Tidak boleh." Joe melipat tangan diatas dada, membalikkan punggungnya yang kini membelakai Aciel. Aciel mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.


"Sabar Aciel, dia itu saudara wanita yang kamu sukai." Gumam Aciel dalam hatinya, mengelus dadanya berharap emosinya sedikit turun.


Joe menatap Aciel dengan tatapan bosan, bersandar pada sofa yang ada dikursi. Aciel juga ikut duduk, matanya menuju lantai atas.


"Ckck... Pacaran ajah engak tau-tau udah ngelamar." Gerutu Joe, menaikan kedua kakinya ketas sofa dan tiduran disana.

__ADS_1


"Pulang sana, Aeleasha gak ada dirumah." Usir Joe menutup matanya mengunakan lengannya.


"Kenapa tidak bilang?" Aciel sangat kesal dan geram, Joe tidak mengubrishnya sama sekali dan itu membuat Aciel makin kesal dengan banyak kerutan diwajah tampannya itu.


__ADS_2