Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 112 ( End )


__ADS_3

"Momy." Aciel bangun, sekarang dia benar-benar kesal. Wajah Aeleasha penuh dengan semburat merah, dengan cepat mengalihkan tatapannya melihat keluar.


"Apa?" Tanya Enika balik, Aciel memukul keningnya didepan stir mobil. Enika tersenyum-senyum kecil. Niat Aciel pengen ngajak Aeleasha pergi makan malam, melihat lampion di pantai tapi sekarang semuanya tidak bisa. dia lakukan.


Mobil Aciel melaju meninggalkan toko, Aciel memilih mengantarkan Aeleasha pulang saja. Dia tidak akan bisa menghabiskan waktu bersama Aeleasha jika ada Momynya disini.


Aciel menghela napas berat, dia tidak bisa menemui Aeleasha sama sekali berkat Enika yang selalu mengganggunya atau meledaknya dengan berbagai macam kata.


Aciel yang ingin menelepon Aeleasha pun harus diam-diam, jika dia ketahuan maka bukan dirinya yang berbicara dengan Aeleasha malah Momynya yang berbicara sampai larut malam dan baru memberikan ponsel ketika Aeleasha sudah mengantuk.


"Argghh... Hidupku yang tentram." Teriak Aciel dalam hatinya, mengacak rambutnya frustasi sekali, dia hanya bisa bertemu Aeleasha besok dan besok itu adalah hari pernikahan mereka.


"Aciel apa kamu sudah tidur ini sudah malam, besok itu acaranya loh.." Panggil Enika dibalik pintu, Aciel menarik selimut sampai ke ujung kepalanya.


Aciel tidak mau menjawab memilih untuk diam dan tidur nyenyak saja, Aciel berharap dia bisa melihat Aeleasha sekarang walaupun itu cuma dalam mimpi itu sudah sangat memuaskan.


The wedding day


Kelopak mawar bertaburan diatas pasir putih, karpet merah yang membentang panjang disisi kiri dan kanannya terdapat banyak kursi yang sudah disediakan. Angin pantai menerbangkan kain berwarna navy yang bergantung diatas pelaminan.


laut yang berwarna biru menambah pesona yang sangat indah, Ada karangan bunga mawar membentuk huruf yang A&A. Saat jamnya tiba-tiba para tamu mulai berdatangan, duduk ditempat yang sudah disediakan. Semua keluarga Aciel menyambut kedatangan tamu, disana juga ada Joe dan Wili.

__ADS_1


"Selamat datang kepada tamu-tamu hadirin sekalian, hari ini kita akan merayakan pernikahan antara dua keluarga." lKata Pembawa acara.


Aeleasha mengigit bibirnya gugup, saat ini dia berada diruangan tunggu pengantin tentunya ditemani Melisa dan Enika, Aeleasha yang tidak pandai bersosialisasi tidak mempunyai sahabat satu pun hanya ada teman kerja.


"Rilekskan wajahmu sayang." Enika menutupi wajah Aeleasha dengan kain transparan. Cika menjilat permen rasa lemon menatap Aeleasha dengan tatapan kagum dan penasaran.


"Nenek, kenapa Mama harus pakai-pakai seperti ini? Pakaiannya kelihatan sangat tidak nyaman." Cika memeluk Enika dari belakang.


"Tentu saja karena ini adalah rahasia perempuan." Enika menaruh jari telunjuknya dibibirnya. Cika mengerucutkan bibirnya kesal, memilih keluar saja mencari Momynya.


"Kita harus keluar sayang acaranya sudah dimulai." Enika tersenyum bahagia, Enika dan Melisa berjalan bersama membawa Aeleasha menuju pelaminan.


Diatas karpet merah ada Wili, mengulurkan tangannya kepada Aeleasha. Memberikan tangan Aeleasha pada Aciel ketika mereka sudah sampai diatas altar.


"Awas Kamu, aku tidak akan mengampuni kamu jika Aeleasha menangis." Ancam Wili, Aciel mengulas senyuman khasnya.


"Dady." Cicit Aeleasha pelan, kepalanya terus menunduk malu.


Wili dengan paksa memberikan tangan Aeleasha, dan turun dari altar menuju tempat duduknya disamping Melisa, Acara pun dimulai dengan dipimpinnya pembawa acara, Cika berjalan membawa keranjang yang berisi cincin pernikahan.


"Aku Aciel Aarava Carnier, bersumpah akan selalu mencintai dan bersama Aeleasha Brewster sampai maut memisahkan kami." Aciel menggenggam tangan Aeleasha dan memasangkan cincin di jari manis Aeleasha.

__ADS_1


"Aku Aeleasha Brewster, bersumpah akan setia dan menemani Aciel Aarava Carnier selamanya." Aeleasha mengambil cincin yang ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran cincinnya dari keranjang Cika dan memasangkannya di jari manis Aciel.


"Suatu kebahagian bisa memilikimu, honey." Bisik Aciel ditelinga Aeleasha, begitu tangannya membuka kain transparan itu. Aciel mencium kening Aeleasha lalu turun kebibirnya.


"Hu hu... padahal aku baru bersama Aeleasha beberapa tahun tapi sudah dibawa pergi saja." Tangis Wili, Joe yang duduk disampingnya menggelengkan kepalanya.


"Yah, karena kamu sudah menikah maka aku harus menutup dan mengubur perasaan ini." Gumam Ian yang duduk di kursi paling ujung, pergi dari sana.


"Pengantin Wanita dan pria silahkan kalian lemparkan bujet kalian dan lihat siapa yang akan menyusul kalian selanjutnya." Kata Pembawa acara dengan penuh semangat, dia juga berdiri bawah siap-siap menangkap bunga.


Aciel dan Aeleasha saling melontarkan senyuman dan melepaskan bunganya keatas. Semua orang saling berebutan untuk mendapatkan buket, buket bunga itu malah memilih orang yang tidak berada ditempat.


"Wow.. Ternyata Tuan Muda Joe yang mendapatkannya." Teriak pembawa acara penuh antusias.


"Apanya yang menikah, calon ajah gak ada." Joe dengan asal-asal melemparkan buket bunga dan mengenai kepala seorang perempuan yang sibuk meminum minumannya.


"Sepertinya itu Jodohnya Joe." Aeleasha tertawa pelan mendengar ledakan Aciel, perempuan itu memungutnya kepalanya sedikit celingukkan mencari pemiliknya.


Matanya menangkap sosok Joe yang sedang makan, perempuan itu berjalan menghampiri Joe dan menyerahkan buket bunga.


"Tuan ini milik anda, kan?" Kata perempuan itu tersenyum polos, Joe mengambil bunga itu dari tangannya mata Joe terus memperhatikan perempuan yang ada di depannya ini.

__ADS_1


"Yah.. Setidaknya aku sudah menemukan pendampingku lebih dulu." Kata Aciel memeluk Aeleasha dan mencium kening Aeleasha mesra.


__ADS_2