Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 98


__ADS_3

"Dad, Apa kita besok masih jadi melakukan rapat pemegangan saham?" Pertanyaan Aeleasha membuat Wili yang linglung sadar.


Sebuah ide terlintas di otak Joe, berjalan mendekati Wili mulai membisikkan sesuatu ditelinga Wili. Aeleasha dan Aciel saling melontarkan tatapan penasaran apa yang diusulkan Joe.


"Itu, ide yang sangat bagus." Wili menepuk pundak Joe setuju dengan usulan Joe, "Aciel, masalah kebocoran data paman mengandalkan dirimu." Wili mengulas senyuman di wajahnya yang sudah keriput.


"Sekarang kita hanya perlu bersiap untuk hari besok." Gumam Wili, bangun dari kursi yang diduduki berjalan keluar dari ruang pengawasan, Aeleasha dengan cepat mengekori Wili.


Joe mendekati Aciel, menyenggol tangan kanan Aciel memberikan kode pada Aciel kalau ada yang mau Joe sampaikan padanya. Wili dan Aeleasha yang terus mengobrol tidak menyadari kalau Aciel dan Joe tidak mengikuti mereka dibelakang.


Joe dan Aciel kini sedang berada diruangan khusu, didepan terdapat kaca besar yang memperlihatkan seluruh bangun besar yang berada dipusat kota. Tangan kanan Joe menyentuh kaca dan salah satunya disain celananya.


"Aciel, kau tau perusahan ini banyak sekali musuhnya. Ancaman terbesarnya adalah pamanku sendiri." Joe tersenyum sinis, Aciel tidak menjawab apa pun matanya sibuk memperhatikan bangunan.


"Aku ingin kamu berjanji padaku, agar selalu menjaga dan melindungi Aeleasha." Mata Joe tertuju pada Aciel, Aciel yang mengerti kode yang diberikan Joe tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Tentu saja, Aku tipe orang yang selalu menepati janji." Joe merasa sangat senang, kali ini dia tidak perlu terlalu khawatir lagi pada Aeleasha karena dia melihat sudah ada seseorang yang selalu akan ada disisi adiknya.


Besoknya...


Aeleasha mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan-lahan, hari ini dia sangat gugup. Joe tertawa pelan, mengacak rambut Aeleasha yang sudah tertata rapi.


Aeleasha memukul tangan Joe kesal, kebiasaan buruk Joe mengharuskan Aeleasha merapikan rambutnya lagi. Joe dan Aeleasha berdiri didepan ruang rapat, Aeleasha bisa melihat sudah ada orang yang duduk didalam sana melalui pantulan kaca yang sedikit tembus.


Ruangan yang penuh kebisingan seketika menjadi hening begitu Aeleasha dan Joe melangkah masuk dan duduk ditempat masing-masing.


"Baiklah, kalau itu yang paman inginkan, Bagikan dan tampilkan data penjualan tahun ini." Tegas Joe, berdiri dari kursinya mulai memimpin rapat. Karyawan yang berdiri dibelakang mulai membagikan dokumen.


Didepan layar ditampilkan sebuah diagram penjualan, Joe menjelaskan secara mendetail mengenai. Aeleasha membaca dokumen yang sudah disiapkannya semalam, matanya mengamati setiap wajah yang hadir pada acara ini.


Banyak wajah asing tidak pernah Aeleasha lihat atau pun temui, Aeleasha hanya kenal Tuan Alvaro yang duduk ditempat ujung dan juga pamannya Liam.

__ADS_1


Begitu Joe selesai menjelaskan, Liam mengambil alih untuk menjelaskan juga. Rapat pemegangan saham pun dimulai dengan Liam yang mulai berbicara.


"Pada tahun ini kita harus memulai pemilihan Ceo kita yang baru, jadi silahkan dimulai para pemegang bisa memilih sekarang." Liam kembali duduk dikursinya.


"Saya sebagai pemimpin acara hari ini akan menjelaskan sedikit. Didalam ruangan ini terdapat 7 orang pemegang terbanyak. 10% dari Tuan Seano, 15% dari Nyonya Many." Setiap pemimpin acara menyebutkan nama, pemilik nama berdiri memberikan senyuman lalu duduk kembali ketempatnya semula.


kening Aeleasha berkerut, pemimpin acara mengatakan 7 orang sementara didalam ruangan hanya ada 6 orang. Joe mengepalkan tangannya erat, ingin sekali memukul wajah Liam.


"20% dari Tuan Liam, 20 % untuk Tuan Muda Joe, 12 % dari Tuan Muda Alvaro, 6% Nona Aeleasha, dan 17% dari Tuan Muda Aciel." Jelas pemimpin Acara, mata Aeleasha membulat tidak percaya, Aciel ikut serta dalam pemilihan ini.


"Saya mendukung Tuan Liam." Jawab Nyonya Many yang tidak lain adalah istri Liam sendiri.


Tuan Alvaro dan Aeleasha memilih Joe, Tuan Seano memilih netral, sisa tinggal Aciel yang belum memilih. Pemimpin acara mulai menghitung keseluruhan, Liam tersenyum mengejek Joe yang kalah darinya tapi muka Joe sangat datar dan tenang iu membuat Liam cemas.


"Tuan Aciel, bilang kalau dia mendukungku, jadi silahkan totalkan. " Titah Liam mengebu-ngebu, firasatnya tidak enak.

__ADS_1


"Tunggu."


__ADS_2