Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 45


__ADS_3

Aeleasha yang baru kembali dari ruangan operasi membuka pintu ruangannya, duduk dikursi dan menaruh kepalanya diatas meja kaca dengan helaan napas panjang. Mata melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu makan siang.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk." Gumam Aeleasha memegang dadanya, berdiri dari kursi, Aeleasha mulai melepaskan seragam dan mengantungnya.


Aeleasha melirik jam tangan lagi, dirinya sudah berdiri ditepi jalan hanya sedang menunggu taksi yang di pesan. Ponsel Aeleasha tiba-tiba berdering dan dia baru mau mengangkatnya tapi taksi yang dipesannya sudah berhenti didepannya.


Dengan cepat Aeleasha masuk kedalam mobil, "Pak pergi ke kafe Xy." Kata Aeleasha, dia mencoba menelepon orang asing yang meneleponnya tadi.


"Kok gak diangkat?" Gumam Aeleasha, menaruh kembali ponselnya didalam tasnya. Saat matanya melirik keatas, mata Aeleasha bertemu dengan mata tukang sopir secara tidak sengaja.


Aeleasha mengkerutkan keningnya bingung, tukang sopir itu bertingkah sangat aneh menurutnya. Dia melirik keluar jendela dan keningnya kembali berkerut lagi karena mobil itu melaju dijalanan yang sangat sepi, mobil ini melaju menuju luar kota.


"Pak putar balik, ada barang saya yang ketinggalan." Titah Aeleasha, jantungnya mendadak berdetak sangat kencang. Dia mulai panik karena mobil ini bukannya putar balik tapi makin melaju masuk kedalam hutan.

__ADS_1


"Pak." Teriak Aeleasha, mobil mendadak berhenti menyebabkan kepala Aeleasha membentur bangku yang ada didepannya.


Aeleasha meringis kesakitan, pak supir sudah keluar dari mobilnya dan berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Aeleasha didalam mobil.


Aeleasha menutup hidungnya, entah datang dari mana ada asap ini, asap memenuhi mobil. Aeleasha mencoba membuka pintu mobil tapi dikunci dari dalam. Aeleasha mengedor dikaca pintu mobil, tangannya masih menarik pintu.


Aeleasha makin panik karena pasokkan oksigennya berkurang dengan drastis. Dia melirik sekelilingnya, menarik sandaran yang ada pada bangku supir dan meleparnya tepat mengenai kaca depan mobil.


Kaca itu tidak juga pecah hanya menunjukkan retakkan, dia mengambil sandaran itu lagi dan melemparkannya lagi.


Kaca mobil pecah, Aeleasha tersenyum senang dan dia secara tidak sengaja mengambil napas. Aeleasha dengan cepat menutup hidungnya dan mencoba merangkak keluar, Aeleasha berhasil keluar tapi matanya tiba-tiba menjadi berkunang-kunang.


Bruk

__ADS_1


Tubuh Aeleasha terjatuh diatas tanah, matanya sempat berkedip berberapa kali karena buram. Matanya melihat sebuah sepatu hitam yang sedang berjalan mendekatinya. Aeleasha tidak bisa mengerakkan tangan dan kakinya, syarafnya menjadi mati rasa.


Dia hanya bisa memutar bola matanya, dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang ada didepannya hanya anting-anting berbentuk pagar mencolok.


Dan kegelepan mengambil ahli tubuhnya. Pria yang ada didepan Aeleasha tersenyum sinis, dia tidak menyangka kalau wanita yang ada didepannya ini sangatlah hebat dalam menghadapi masalah. Dan dia bahkan bisa keluar dari mobil yang sudah diberi asap obat tidur.


"Sungguh sebuah kejutan yang sangat besar Aeleasha Alister aah... Bukan itu namanya tapi Aeleasha Brewster." Katanya dengan sedikit sudut bibirnya yang terangkat, dia mengendong Aeleasha seperti membawa karung beras.


Mobil jip berwarna hitam berhenti didepannya, dia menaruh Aeleasha dibangku penumpang dan ikut duduk didepannya. Pintu mobil itu tertutup dengan ototmatis, setelah pintu tertutup mobil jip hitam melaju meninggalkan hutan itu.


Sementara itu, Aciel masih dikafe menunggu kedatangan Aeleasha, Aciel melirik jam tangan nya lalu menatap ke pintu kafe. Dia menghela napas berat, meminum kopinya.


Ting..

__ADS_1


Suara Bel pintu kafe yang berbunyi karena adanya dorongan dari luar. Aciel tersenyum dengan cepat mengalihkan matanya kearah suara, senyuman itu hilang setelah melihat seorang pria berjalan menuju kasir.


Pikiran buruk mulai menghantuinya karena Aeleasha tidak juga kunjung datang dan waktu makan siang sudah habis. Aciel mencoba berpikir positif, menghibur dirinya sendiri.


__ADS_2