Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Special Chapter 5


__ADS_3

Bush...


Suara angin yang menerpa wajah Aeleasha, setiap Aeleasha mengambil satu langkah pasir putih menenggelamkan kakinya.


"Istriku, kamu mau kemana?" Aciel merangkul Aeleasha yang memainkan air yang tersapu ombak.


"Menikmati pantai." Aeleasha memandang laut biru yang terbentang di depannya seolah-olah menyatu dengan langit biru.


Aciel melepaskan kemeja putihnya menyisakan kaos hitam miliknya, memakaikannya pada Aeleasha, agar bahu putih Aeleasha tertutup, Aeleasha menatap Aciel yang lebih tinggi dari dirinya.


"Apa yang kamu lakukan?" Aeleasha mencoba melepaskan kemeja Aciel tapi tangan Aciel lebih cepat menahan tangan Aeleasha.


"Tidak boleh, ada banyak lebah yang mengintai." Aciel tersenyum kesal, memeluk Aeleasha dari belakang.


Aeleasha tertawa lucu, tidak paham dengan perkataan Aciel memilih mengabaikan Aciel dan menikmati pemandangan pantai saja. Aciel melirik kebelakang dengan mata melotot tajam pada sekelompok pria yang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Dia itu milikku, jadi jangan lihat-lihat." Mereka mengalihkan tatapan mereka ketempat lain setelah paham arti dari tatapan Aciel.


"Serem.." Gumam Mereka, bangun dari tempat duduk dan pergi.


Aciel berdecak kesal, menyembunyikan kepalanya dileher Aeleasha, Aeleasha yang geli karena rambut Aciel mendorong Aciel menjauh tapi bukannya menjauh Aciel malah makin nempel.

__ADS_1


"Kita kembali ke kamar yuk, disini panas." Bujuk Aciel mengangkat kepalanya menatap Aeleasha dari samping.


"Gak mau, kita udah tiga hari penuh tidak keluar -keluar." Tolak Aeleasha mentah-mentah.


"Apa bagusnya sih pantai..." Gerutu Aciel kesal, Aeleasha menghela nafas pelan.


Drett...


Aciel mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, melepaskan pelukkannya.


"Aku akan menjawab telepon dulu, jadi jangan kemana-mana tepat disini, ok?" Aciel mencubit hidung Aeleasha gemas, berjalan mengangkat menjauh begitu Aeleasha menganggukkan kepalanya paham.


"Semuanya berjalan lancar, tapi kamu yakin mau memindahkan pusat perusahan ke sana?" Kata seorang pria yang tidak lain adalah sepupu Aciel, bernama Xavier Alvaro Chriptor.


"Tentu saja, Aku tidak mau berpisah dengan istriku." Jawab Aciel tegas, melirik Aeleasha berjalan-jalan di tepi, senyuman menghiasi wajah tampan Aciel.


"Wah... Sekarang kamu berubah menjadi suami takut istri, Dasar Bucin istri." Ledek Alvaro, tertawa mengejek.


"Kamu belum menikah jadi tidak tau, Dasar jomblo dari lahir." Ledek Aciel balik.


"Dasar sepupu gi... Sudahlah aku malas berdebat denganmu, jadi perusahaan ini?"

__ADS_1


"Kamu yang urus, aku akan berkunjung sebulan sekali." Jelas Aciel, memutuskan teleponnya sebelum mendengar ocehan yang panjang.


Aciel memasukkan kembali ponselnya, melihat ketempat dimana Aeleasha berdiri tadi.


Deg... Deg...


Jantung Aciel berdetak kencang, Aeleasha tidak berdiri disana lagi. Aciel berlari ketempat tadi, melihat sekelilingnya tapi dia tidak menemukan bayangan Aeleasha sama sekali.


Aciel panik pikiran negatif mulai menyerang pikirannya, kaki Aciel berlari tanpa arah bertanya pada setiap orang yang ada disana.


"Apa kamu melihat seorang wanita yang tinggi badannya segini?" Tanya Aciel mengangkat tangannya membentuk tinggi badan Aeleasha.


Wanita itu menggelengkan kepalanya tidak tau, Aciel mengusap wajahnya gusar, mengeluarkan ponselnya dan menelepon Aeleasha tapi tidak ada yang menjawab.


"Sialan." Geram Aciel, dia lupa kalau Aeleasha meninggalkan ponselnya dikamar hotel.


Aciel melempar ponselnya kesal, mengacak rambutnya frustasi. Aciel berjalan pergi mau mencari Aeleasha, baru berjalan beberapa langkah Aciel berbalik dan berjongkok memungut ponselnya lagi.


Memeriksa apa ada yang rusuk atau tidak, Aciel menghelanafas panjang, melihat lurus kedepan. Mata elang Aciel menangkap Aeleasha yang berdiri tidak jauh dari posisinya sibuk memperhatikan sesuatu.


"Kyaa..." Teriak Aeleasha kaget, karena ada seseorang yang tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2