
Aeleasha menatap lurus ke jalanan, melirik Aciel yang fokus menyetir mobil. Aeleasha yang tidak tahan dengan kesunyian membuka mulutnya memulai obrolan.
"Kita, akan kemana?" Tanya Aeleasha, menyanga wajahnya.
"Kamu akan tau setelah kita sampai. Gak jauh kok, bentar lagi juga sampai." Jawab Aciel mengulas senyuman tampannya.
Aeleasha menjadi salah tingkah karena senyuman Aciel, memilih melihat keluar jendela memperhatikan pohon dan mobil yang berlari melewatinya saja.
Aeleasha tidak menyadari kalau ujung telinganya memerah, Aciel yang melihat nya tertawa pelan. Aeleasha yang mendengar suara tawa Aciel mendadak jadi malu hingga telinganya makin merah seperti tomat.
Mobil putih Aciel berhenti ditempat parkir, Aeleasha yang menunduk segera mengangkat kepalanya melihat keluar. Aciel yang sudah keluar dari mobil membukaan pintu untuk Aeleasha.
Aeleasha keluar dari mobil menatap taman bermain yang ramai sekali dengan pengunjung yang datang, bahkan ada anak kecil yang berlarian sambil membawa balon di tangan mereka masing-masing.
"Ayo, kita masuk." Senyuman cerah menghiasi wajah Aeleasha, tangannya terulur menarik tangan Aciel. Aciel yang termangu hanya bisa mengikuti kemana Aeleasha membawanya.
__ADS_1
Aciel menatap tangan Aeleasha yang terlebih dahulu mengulurkan tangannya dan kini tangan Aciel mengenggam tangan Aeleasha dengan erat, senyuman tidak pernah luput dari wajah Aciel.
"Bagaimana kalau kita mencoba ini." Tunjuk Aeleasha pada roller coaster yang masih berputar-putar di udara. Aeleasha yang baru sadar kalau tangannya masih mengenggam tangan Aciel secepat mungkin melepaskan tangannya.
Melihat roller coaster yang berhenti, Aeleasha berlari mendekati dan langsung naik. Aciel tersenyum senyum duduk disamping Aeleasha, ketika semua penumpang sudah naik roller coaster mulai bergerak menaiki tempat yang tinggi dan turun lalu berputar-putar.
Semua orang berteriak kesenangan, Aeleasha langsung turun dari roller coaster saat sudah berhenti. Dia merasa sangat mual, ini pertama kalinya dirinya menaiki roller coaster yang sangat menantang.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aciel menyerahkan sebotol air mineral, Aeleasha meminum air sampai sisa setengah botol.
"Ayo berpegangan tangan, agar kita tidak berpisah." Aciel mengulurkan tangan pada Aeleasha, Aeleasha memberikan tangannya pada Aciel dengan gerakan yang ragu-ragu.
Aciel yang selalu memperhatikan Aeleasha, sadar kalau Aeleasha tengah memperhatikan boneka beruang yang berada didalam mesin penjepit boneka.
Aciel memasukkan koin kedalam mesin dan mulai menjepit boneka, pada jepitan pertama dia tidak berhasil, Aciel mencoba lagi dan lagi.
__ADS_1
Entah ke berapa kalinya Aciel mencoba, dan baru berhasil. Dia mendapatkan sepasang boneka beruang berwarna coklat dan langsung memberikannya pada Aeleasha.
"Terima kasih." Gumam Aeleasha tersenyum senang, memeluk dengan erat kedua boneka itu. Aeleasha berhenti berjalan, tangannya mengambil sebuah bando berbentuk telinga harimau dan memakaikannya di kepala Aciel.
"Pftt.. Hahaha itu sangat cocok denganmu" Aeleasha tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Aciel yang serius sangat sesuai dengan bando itu, Aciel yang tidak mau mengalah mengambil bando telinga kelinci langsung memakaikannya dikepala Aeleasha.
"Itu sangat cantik." Puji Aciel dengan senyuman nya, wajah Aeleasha langsung memerah. Mereka berdua tidak sadar kalau ada tukang fotografer tengah memfotoi mereka.
"Nona, ini foto untukmu. Kalian terlihat sangat serasi." Tukang fotografer itu memberikan foto dua pada Aeleasha lalu melambaikan tangan berjalan pergi.
Aciel mengambil salah satu foto dari tangan Aeleasha saat Aeleasha tengah sibuk memperhatikan hal lain, Aciel memperhatikan foto itu dengan seksama. Didalam foto terlihat Aciel yang memakaikan bando kelinci di kepala Aeleasha.
"Aku harus menyimpannya dengan baik." Gumam Aciel, memasukkan foto itu kedalam tas kecil yang dibawanya.
Sementara Aciel dan Aeleasha bersenang- senang, ada sepasang mata yang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan tajam bercampur tidak suka, tangannya terkepal dengan erat.
__ADS_1