
"Apa dia sudah menerima bunga itu?" Suara bariton yang dingin itu mengema didalam ruangan penuh kaca itu, tangannya yang menyentuh kaca dengan matanya yang fokus memperhatikan jalanan yang padat akan kendaran dan juga masyarakat yang sibuk dengan aktivitas masing-masing.
"Saya menyuruh seorang suster untuk mengantarkannya kepada penerima Tuan." Jawabnya, Pria yang dia ajak bicara itu tidak menjawab hanya ada senyuman tipis diwajah tampannya itu.
Pria itu bisa melihat wajah Tuannya yang tersenyum dipantulan kaca. Untuk pertama kalinya dia melihat senyuman itu walaupun sangat tipis, setidaknya wajah Tuannya ini tidaklah menyeramkan seperti dulu.
...****************...
Aeleasha merasa sangat risih, sudah 3 hari berturut-turut dia menerima bunga dari suster yang sama orangnya. Setiap kali dia bertanya siapa yang mengirimkan bunga itu suster itu langsung mengalihkan percakapan dan kabur secepat kilat.
Seorang wanita cantik menonggolkan kepalanya dari balik pintu memeriksa keadaan. Aeleasha melirik kekiri dan kanan seperti malang padahal dia sedang ada dirumahnya, Aeleasha mau menghindari dari suster aneh tapi sekarang dia juga harus menghindari Dadynya Wili.
__ADS_1
Semenjak hari dimana Aeleasha membawa sebuket bunga mawar merah, Dadynya mulai mengodanya. Dan kini Aeleasha menghindari Wili bukan karena takut Dadynya itu akan mengodanya tapi karena Dadynya itu menyuruhnya untuk ikut kencan buta.
Sebenarnya Aeleasha tidak tau akan hal itu tapi dia tidak sengaja menguping pembicaraan Dadynya ditelepon saat dia mau mengantarkan kopi untuk Wili dan hari ini adalah hari dimana kencan buta itu direncanakan.
"Aelea?" Panggil Joe, bingung melihat adiknya yang kayak maling mau kabur ajah. Aeleasha mengelonjak kaget, dia langsung menatap kearah suara dengan pelan lalu hembuskan napas lega keluar setelah mengetahui orang yang memanggilnya adalah Joe.
"Apa sih kakak bikin jantungan ajah." Gerutu Aeleasha, keluar dari tempat persembunyiannya. Aeleasha membalikkan badannya membelakangi Joe dan matanya tidak sengaja bertemu dengan tatapan Dadynya. Aeleasha menelan salivanya dengan kasar, niatnya mau menghindar tapi malah ketemu.
Aeleasha mengerucutkan bibirnya, dia mengekori Wili dan duduk diruang tamu. Wili meminum kopi seteguk lalu melirik putrinya yang memasang wajah masam.
"Aelea, Dady mempersiapkan kencan buta untukmu." Kata Wili dengan wajah tegas dan juga serius.
__ADS_1
"Tapi Aeleasha engak mau Dady." Jawab Aeleasha dengan cepat, dan langsung disela oleh Joe dengan kata yang pedas.
"Emang mau sampai kapan kamu menjomblo gitu, kayak gak laku ajah." Sindir Joe, duduk disamping Aeleasha, dia mengangkat kedua alisnya mengolok Aeleasha.
"Udah nanti kamu ketemu dulu, kalau gak suka itu urusan nanti, dan kamu Joe jangan mengolok adikmu kamu saja yang hampir mau kepala tiga belum pernah pacaran.. Ckck." Kata Wili menusuk tepat dihati Joe tapi tidak mengeluarkan berdarah.
Aeleasha menutup mulutnya agar suara tawanya tidak keluar, "Ngomongin orang tapi sendiri juga sama." Gumam Aeleasha, menjulurkan lidihnya mengolok Joe.
"Naiklah keatas dan bersiap-siap. Joe akan mengantarmu." Wili kembali meminum kopinya sementara Joe duduk bersandar disofa.
Aeleasha mendengus kesal, dia menaiki setiap anak tangga dengan langka berat. Aeleasha tengah berdiri didepan lemari baju, otaknya tengah berpikir bagaimana membuat pria yang ada dikencan butanya menolaknya tanpa harus membuat Aeleasha sendiri yang menyatakannya sendiri.
__ADS_1
15 menit kemudian Aeleasha menuruni anak tangga dengan senyuman manis menghiasi wajahnya. Wili mengelengkan kepalanya bingung dengan putrinya sedangkan Joe tersenyum dan mengacungkan jempolnya setuju dan suka dengan penampilan Aeleasha.