
Joe dan Aciel sudah keluar dari rumah sakit hari ini, Aeleasha hari ini juga tidak masuk kerja. Aeleasha tengah bersantai dikamarnya berbaring terlentang memainkan ponselnya.
Tok... tok..
"Aeleasha, ada paket untukmu." Melisa mengetuk pintu kamar, Aeleasha bergegas turun dari kasur dan membukakan pintu.
"Paket? Aeleasha gak pesan apa pun Mom." Aeleasha memiringkan kepalanya miring, bingung.
"Tapi disini tertulis untuk Aeleasha Brewster. Kalau bukan kamu siapa? Joe?" Ledek Melisa, Aeleasha mengambil paket, pikirannya penuh dengan kebingungan.
Melisa yang penasaran ikut masuk, duduk di kursi meja rias memperhatikan kotak itu dengan seksama.
Aeleasha mengucangkan kotak tapi tidak mengeluarkan suara sama sekali, kening Aeleasha berkerut menatap Melisa lalu menatapnya ke kotak itu lagi.
Tangan Aeleasha membuka kotak itu dengan pelan-pelan mengintip apa isinya. Aeleasha menatap kagum pada dress yang berwarna hitam, diatasnya dilapisi kain transparan.
__ADS_1
"Wow.. Cantiknya." Puji Melisa, Aeleasha mengangkat dress itu tinggi-tinggi. Sebuah surat jatuh dari sana, Melisa memungutnya.
Mengintip apa isi surat itu, senyuman mengembang diwajah Melisa memperhatikan Aeleasha yang sibuk membolak-balikkan dress.
"Aeleasha, kamu pergi mandi sana, Kamu bau." Aeleasha yang tidak tau apa-apa didorong Melisa dengan paksa ke kamar mandi.
"Pakai dress ini." Melisa melempar dress hitam itu kedalam, mata Aeleasha berkedip beberapa kali tidak paham.
Melisa bersenandung senang berjalan keluar dari kamar Aeleasha, dia berjalan ke kamarnya membawa perlengkapan make up miliknya.
Aeleasha keluar dari kamar mandi, memperhatikan penampilannya di kaca yang ukurannya sampai ke kaki. Dress itu sangat pas dengan tubuhnya, ada juntaian panjang di belakang dress. Dress itu ditaburi dengan bintang-bintang yang berkilau.
Aeleasha mengelus dadanya berkali-kali mencoba menenangkan degupan jantungnya. Memperhatikan peralatan make up di meja riasnya, Aeleasha melakukan kontak mata dengan Melisa.
"Sini duduk cepat." Melisa menarik tangan Aeleasha, membuatnya duduk tanpa bisa berkomentar apa pun.
__ADS_1
Melisa dengan lihat memakaikan make up diwajah Aeleasha, Aeleasha yang risih dengan bedak mencoba menghapusnya tapi ditepis Melisa dengan cepat.
"Momy, kita ada acara? Kenapa aku harus berdandan?" Protes Aeleasha, membuka matanya memperhatikan Melisa yang fokus pada dirinya.
Aeleasha merasa pantatnya kesakitan, entah sudah berapa lama waktu yang dihabiskan Melisa untuk menandani Aeleasha. Aeleasha yang mau berdiri dipaksa duduk kembali oelh Melisa hanya bisa menghela napas.
"Aeleasha, ada paket untuk-." Joe yang berdiri di pintu, bibirnya berhenti berbicara menatap Aeleasha penuh dengan kekaguman saat Aeleasha dan Melisa spontan mengalihkan wajah mereka.
Joe yang mau membuka mulutnya mengatakan sesuatu terdiam setelah mendapat lirikan tajam dari Melisa yang menyuruh untuk diam.
Melisa tersenyum puas melihat maha karyanya, bibir Aeleasha mengucut muram. Joe menggelengkan kepalanya tidak percaya kalau skill Melisa masih sama seperti dulu.
Aeleasha membuka kotak yang Joe taruh diatas meja, sepatu hak sedang dan surat berada didalam kotak. Aeleasha membuka dan membaca isi surat, matanya melirik Melisa ternyata ini penyebab kenapa Melisa melakukan semua persiapan ini.
"Cepat pakai sepatunya." Kata Joe dan Melisa serentak, Aeleasha memasangkan sepatu dan berputar didepan kaca sesuai anjuran Melisa.
__ADS_1
"A-apa ini benar-benarku." Aeleasha menyentuh wajahnya, dia sendiri terpukau dengan penampilan yang belum pernah dirinya lihat selama ini.
Aeleasha selalu fokus pada pekerjaan dari pada penampilan nya, seringkali dia dimarahi Wili karena bertingkah aneh atau pun mengkritik gaya pakaian Aeleasha yang tomboi.