
Aeleasha membalikkan badannya, mulutnya berbentuk huruf o saat melihat siapa orang yang berdiri didepannya.
"Kak Aciel?" Aeleasha menatap Aciel dengan tatapan bingung, Aciel tersenyum senang dengan kehadiran Aeleasha.
"Apa, yang membawamu kemari?" Tanya Aciel, Aeleasha mengucek matanya memastikan penglihatannya. Tapi orang yang berdiri di depannya memang Aciel.
"Ini perusahaan, Kakak?" Tangan Aeleasha menunjuk gedung pencakar langit yang ada di samping, Aciel mengerutkan keningnya.
"Tentu saja. Ini perusahaan cabang." Jawab Aciel, Aeleasha menatap Aciel lalu termenung sebentar.
Aciel yang tidak mengetahui apa-apa memiringkan kepala memperhatikan Aeleasha yang sibuk merogoh tas yang dibawanya.
Aciel tidak tau kejadian tadi pagi, dia sangat awal pergi dari rumah Aeleasha. Aciel sibuk mengurus perusahan cabangnya dan juga masih ada masalah lain yang belum dirinya selesaikan.
Aeleasha mengeluarkan benda pipih dari tasnya, tangannya yang lincah mulai bergerak di benda pipih ini. Aciel bisa melihat kalau sekretarisnya tengah berlari menghampiri.
Andi langsung mendekati Aciel dan berbisik di telinga Aciel. Wajah Aciel segera mengeras, dia berdecak kesal, matanya melirik Aeleasha yang sibuk bertelepon.
__ADS_1
Aciel menghela napas, menurutnya hari ini dirinya sangat kurang beruntung, melihat Aeleasha yang mematikan teleponnya. Aciel berjalan mendekati Aeleasha yang memukul keningnya.
Aciel menghentikan tangan Aeleasha, Aeleasha menatap tangan Aciel. Andi yang memperhatikan apa yang dilakukan Aciel, mulutnya terbuka lebar-lebar menatap tidak percaya.
"Apa itu benar-benar Tuan Aciel? Tuan Joe bilang kalau Tuan Aciel itu paling anti sama wanita." Andi memegang keningnya yang berdenyut, dia tidak mungkin salah mendapatkan informasi.
"Kak Aciel sepertinya aku harus pergi sekarang." Aeleasha mengaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung dengan situasinya.
"Apa kamu sudah lupa janji kita." Aciel menatap Aeleasha meminta penjelasan, Aeleasha yang sadar langsung mengalihkan matanya ketempat lain.
"Aciel, aku akan pergi dulu." Ucap Aeleasha dengan bibir yang sedikit monyong, Aciel tersenyum senang.
Apa orang yang berada di depannya ini benar-benar berubah? Apa mereka adalah orang yang sama? Hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan yang melintas di pikiran Aeleasha saat ini.
Selepas Aeleasha pergi, Aciel kembali ke muka datar dan tatapan matanya yang hangat kini berubah menjadi dingin. Andi mendekati Aciel dengan perlahan-lahan, tangannya memegang kening Aciel tapi sebelum tangan Andi sampai pada kening Aciel tangan itu sudah ditepis Aciel lebih dulu.
"Apa kamu benar-benar Tuan Aciel? Pemilik perusahaan ini?" Aciel melirik Andi dengan tatapan kesal, meninggalkan Andi sendiri yang terus berbicara omong kosong.
__ADS_1
Aciel terus melangkah masuk ke dalam perusahaan, semua karyawan yang melihat Aciel menyapa Aciel. Aciel tidak pernah menjawab salam yang diberikan, dia terus mengeluarkan aura yang mengintimidasi lawannya hal itu membuat semua karyawan yang bergosip seketika bungkam.
"Dimana dia?" Aciel memasukan tangannya ke dalam saku celana, kakinya yang panjang melangkah memasuki lift diikuti Andi.
"Tuan besar sedang menunggu diruangan Anda." Jawab Andi, tangannya memencet tombol lift yang paling ujung yang dimana merupakan lantai tertinggi dari bangunan itu.
...****************...
Aeleasha yang baru turun dari taksi, memperhatikan ponselnya lalu menaikan pandangannya menuju papan nama gedung. Merasa tujuannya sudah benar Aeleasha memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
Melangkah memasuki perusahaan, bola mata Aeleasha mengamati setiap bagian dari perusahaan, Aeleasha berjalan mendekati meja reseptioner.
"Selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu, Kakak?" Recepionis itu menyapa dengan sopan tetapi tatapan matanya menatap Aeleasha dengan tatapan merendahkan.
"Saya mencari pemimpin perusahaan ini, apa beliau ada?" Aeleasha memasang senyuman bisnisnya.
"Apa anda sudah membuat janji?" Nada Suara receptionis itu langsung berubah, "Anda tidak kemari untuk mengoda Tuan Alvaro, kan?" Bibirnya mencibir tidak suka.
__ADS_1
"Dokter Aeleasha?" Panggil seorang pria tampan yang baru saja keluar dari lift.