Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 65


__ADS_3

Aeleasha keluar dari ruangan operasi sambil melepaskan sarung tangannya, mencuci tangannya dibawah air yang mengalir. Selesai mencuci tangan Aeleasha, berjalan melewati koridor menuju ruangannya.


"Dokter Aeleasha." Panggil seorang suster, dia berlari kecil menyimbangi langkah Aeleasha.


"Iya." Jawab Aeleasha, dirinya sedikit kebingungan karena wajah suster itu memerah padam dan juga dia membawa bunga mawar merah ditangan kanannya.


Suster itu memberikan bunga mawar itu pada Aeleasha, matanya tidak berani menatap Aeleasha dan langsung berlari pergi. Aeleasha bisa melihat kalau ujung telinga suster itu memerah.


Aeleasha memiringkan kepalanya, dia berbalik pergi keruangannya. Aeleasha menaruh bunga mawar itu diatas meja, dia duduk dikursinya sambil memejamkan matanya.


Diri melewatkan jam makan siang karena operasi tadi mengalami sedikit hambatan, Aeleasha membuka kelopak matanya secara perlahan-lahan. Mata Aeleasha menyipit karena ada sesuatu yang berwarna coklat yang mencolok mata, berada disela-sela mawar.


"Surat?" Gumam Aeleasha memperhatikan isi amplop coklat itu, dia mulai mengeluarkan dan membaca kertas itu dengan serius, dan berakhir dengan senyuman manis dibibirnya.


Aeleasha memasukkan kertas itu, seperti semula, dia meninggalkan ruangannya bersiap-siap menuju perusahaan Wili, dan tidak lupa juga Aeleasha membawa mawar itu ikut dengannya.


...****************...

__ADS_1


DiPerusahaan cabang milik Aciel


Brak


Suara gebrakkan meja memenuhi seluruh ruangan yang sebagiannya terbuat dari kaca dan warna ruangan yang bernuasa gelap. Joe sedang menatap Aciel dengan tatapan tajam, jika saja matanya bisa mengeluarkan laser mungkin Aciel sudah mati ditempat.


"Apa kamu tidak mau memberitahuku sekarang? Aku sudah cukup bersabar, Aciel Aarava Carnier." Suara Joe meninggi satu nada, matanya semakin tajam menatap Aciel yang sibuk menulis dokumen yang ada didepannya.


"Kebenaran tantang apa? Apa pernah ada rahasia diantara kita?" Tanya Aciel, matanya tidak melihat lawan bicaranya hanya fokus pada kertas putih yang ada didepannya.


"Ada, Tentang siapa sebenarnya istrimu itu." Perkataan Joe sontak langsung membuat Aciel berhenti menulis, wajahnya yang tertunduk kini terangkat menatap maniak mata yang sedikit coklat kehitaman itu.


"Oh... Astaga Aciel, kenapa suaramu begitu kecil." Joe frustasi sekarang, orang yang ada didepannya malah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Aku akan memberitaukannya padamu kalau kamu berjanji tidak akan marah atau pun menyuruh aku menjauhinya." Aciel mengangkat jari kelingkingnya, dia sebenarnya tidak percaya yang beginian, menurutnya ini sangat kekanankan.


"Iya... Iya... Jadi cepat jelaskan." Joe menautkan jari kelingkingnya, tanpa Aciel sadari kalau sudut bibir Joe sedikit naik.

__ADS_1


"Kamu sangat mengenal wanita itu, dia punya pekerjaan yang bagus. Mempunyai Kakak yang Overprotektif dan juga dady yang penyayang." Jelas Aciel, dia mulai memperhatikan ekspresi Joe.


Tapi Joe biasa saja, menyimak dengan baik sambil meminum kopi yang entah berasal dari mana munculnya.


"Kamu pasti tau Joe, Aeleasha Brewster. Adikmu, dia adalah orang yang selama ini aku ceritakan." Tambah Aciel, Joe tidak bereaksi seperti biasanya.


"Aku sudah tau." Jawab Joe dengan entengnya, dia melipat tangannya didepan dadanya menatap Aciel dengan tatapan santainya.


"Jadi aku harap.." Aciel menghentikan perkataan, mengangkat wajahnya menatap Joe dengan tatapan tidak percaya.


"Kamu udah tau?" Tanya Aciel, Joe hanya mengangguk kecil sambil terus meminum kopinya. Aciel menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia gusar sekarang.


"Hei... Joe kamu tidak marah?" Tanya Aciel dengan hati-hati, dan Joe hanya menggelengkan kepalanya dengan santai. Itu membuat Aciel kesal saja, dia sudah mencemaskan berbagai hal yang sia-sia rupanya.


"Aku mendukungmu sobat." Joe menepuk pundak Aciel, Aciel menatap kearah tempat tadi Joe duduk. Sejak kapan Joe sudah ada didepannya.


Joe menarik tangan Aciel memaksanya berdiri, Joe terlihat berpikir sejenak dan itu membuat Aciel risau. Dan...

__ADS_1


Bugh


__ADS_2