
Kruyuk...
Wajah Aeleasha memerah, perutnya berbunyi sangat nyaring, dia tidak berani mengangkat wajahnya, Aciel yang mendengar suara katak bunyi, tertawa terbahak-bahak.
"Maafkan aku." Aciel menutup mulutnya saat mendapatkan lirikkan tajam dari Aeleasha.
Aeleasha mengerucutkan bibirnya kesal, Mereka berdua berjalan mendekati kios makanan, memesan makanan yang dijual disana.
Selesai menyantap makanan mereka, Aeleasha dan Aciel kembali berkeliling sambil memakan es krim. Aciel tertawa kecil, Aeleasha mengerutkan keningnya bingung pada, hal tidak ada yang lucu sama sekali.
Aciel membersihkan sisa es krim yang ada di ujung bibir Aeleasha menggunakan jari telunjuknya, dan langsung menjilatnya. Wajah Aeleasha segera memerah seperti kepiting rebus.
"Ke-Kenapa dimakan itukan kotor." Kata Aeleasha tergagap-gagap, tangannya terangkat menunjuk wajah Aciel.
Aciel tersenyum tampan berjalan mendekati Aeleasha dan membisikkan beberapa kata-kata di telinga Aeleasha. Aeleasha membelakkan matanya, tangannya langsung mendorong Aciel menjauh darinya.
"Dasar orang-" Perkataan Aeleasha terhenti, karena Aciel tiba-tiba menarik tangan Aeleasha sehingga Aeleasha jatuh tepat kedalam pelukan Aciel.
__ADS_1
"Dasar anak-anak, cobalah berhati-hati." Teriak Aciel, untung saja dia cepat menarik Aeleasha kalau tidak anak-anak itu pasti akan menabrak Aeleasha.
"Aeleasha, kamu tidak apa-apa?" Tanya Aciel wajahnya terlihat penuh dengan ke khawatir, jantung Aeleasha berdetak sangat kencang.
"A-aku baik-baik saja." Aeleasha keluar dari pelukan Aciel, membetulkan anak rambutnya hal itu membuat telinganya yang berwarna merah terlihat dengan jelas.
Aeleasha berjalan lebih dahulu dari pada Aciel, mencoba sebisa mungkin untuk memperbaiki detak jantung yang masih berdegup dengan kencang. Aciel yang melihat tingkah aneh Aeleasha bergumam kecil dalam hatinya.
"Sangat imut." Gumam Aciel, mengikuti Aeleasha dari belakang.
Kini Aeleasha tengah berdiri didepan wahana biangala, langit juga mulai gelap hal itu membuat biangala terlihat sangat cantik dengan lampu yang menyala.
"Aeleasha." Panggil Aciel, Aeleasha hanya menyaut dengan suara deheman, matanya sibuk memperhatikan keindahan pada malam hari.
"Aeleasha, apa kamu tau kalau aku mulai mencarimu saat aku mengetahui kalau aku ternyata mencintaimu." Aeleasha mengirimkan kepalanya setelah mendengarkan apa yang Aciel ucapkan.
"Ya?" Aeleasha bingung, dan biangala tiba-tiba mati sehingga menimbulkan guncang yang keras. Membuat Aeleasha yang tadi berdiri terjatuh diatas pangkuan Aciel.
__ADS_1
Aeleasha mencoba bangun dari sana, tapi dia tidak bisa berpindah sama sekali karena tangan Aciel memeluknya dengan erat.
"Mungkin aku baru menyadarinya setelah kamu hilang dari apartement , hatiku terasa sangat sakit melihat dirimu yang terluka karena perbuatanku sendiri." Gumam Aciel di telinga Aeleasha, tangannya makin mengeratkan pelukannya.
"Aku juga mencarimu selama bertahun-tahun setelah mengetahui kamu ternyata menderita penyakit, aku bahkan tidak mendapat informasi apa pun mengenai dirimu.Tapi siapa yang menyangka kalau kita akan bertemu lagi." Jelas Aciel, Aeleasha melirik wajah Aciel.
Aeleasha tidak bisa melihat apa ekspresi yang ditampilkan Aciel sebab Aciel menyandarkan wajahnya dibahu Aeleasha. Biangala kembali menyala dan mulai berputar lagi, Aeleasha bergerak cepat turun dari pangkuan Aciel saat Aciel mulai melonggarkan pelukkannya.
"Kenapa kamu mencariku." Tanya Aeleasha, duduk didepan Aciel. Menahan napasnya, jantungnya kembali berdetak dengan cepat.
"Karena aku menyadari kalau ternyata aku mencintai dirimu. Kamu adalah cinta pertama dan terakhir untuk diriku." Kata Aciel dengan senyuman khasnya, tangan kanannya mengeluarkan sebuah kotak dari tas kecilnya.
Deg... deg.. deg..
Jantung Aeleasha makin berdetak semakin cepat, dia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri saking keras bunyinya. Aciel menurunkan salah satu kakinya menyentuh lantai, biangala yang tempati Aeleasha, berada di puncak tertinggi dan kembang api mulai meluncur keatas langit yang gelap.
Kembang api mewarnai langit gelap dengan bermacam-macam warna dan bentuk, membuat orang berhenti beraktivitas, Memperhatikan dan menganggumi kembang api.
__ADS_1
"Aeleasha, will you marry me, again." Tangan Aciel membuka kotak itu dan memperlihatkan apa sebenarnya isinya.