
"Emang Aeleasha mau kemana sampai berpakaian seperti itu?" Joe penasaran sekali, dia ingin bertanya dari tadi tapi Melisa selalu menatapnya dengan tatapan tajam. Melisa yang hendak menjawab terhenti karena mendengar suara klakson mobil.
"Pergi sana, biar Momy yang urus sisanya." Usir Melisa, Joe mengaruk kepalanya yang tidak gatal bingung, kepala nya penuh dengan tanda tanya.
Aeleasha membuka surat itu lagi begitu dirinya duduk di kursi mobil yang melaju dengan kecepatan sedang. Senyuman mengembang dibibir Aeleasha tanpa Aeleasha sadari.
Andi yang menyetir didepan, bisa melihat senyuman Aeleasha melalui pantulan kaca spion mobil. Andi berdehem mencoba menghilangkan rasa canggungnya.
Aeleasha turun dari mobil begitu mobil berhenti didepan restoran yang letaknya berada di pantai, pelayan yang berdiri di pintu masuk menyambut kedatangan Aeleasha dengan ramah tamah.
Aciel memperhatikan jam tangannya, mengangkat kepalanya yang tertunduk , mendengar suara sepatu yang berjalan mendekatinya.
Aeleasha melambaikan tangannya didepan wajah Aciel yang terbengong karena kagum pada penampilan Aeleasha yang menawan.
"Aciel," Cicit Aeleasha pelan, Aciel yang sadar dengan cepat membawa Aeleasha masuk ke dalam, dia tidak suka tatapan orang yang tertuju pada Aeleasha.
"Sepertinya Aku berhasil menculik seorang bidadari." Gumam Aciel, menarik kursi untuk Aeleasha duduk.
Setelah Aciel duduk, para pelayan mulai menghidangkan kue. Mata Aeleasha berkedip beberapa kali bingung, Aciel hanya menatap Aeleasha tanpa mengatakan apa pun.
__ADS_1
"Aciel tidak sedang melakukan itu kan?" Ucap Aeleasha dalam hatinya, jantungnya berdetak cepat.
"Katanya makan malam kok, ada kue?" Aciel tersenyum tampan memotong kue.
"Karena ini ulang tahunku." Aciel yang sudah selesai memotong kue menaruhnya didepan Aeleasha. Aeleasha memperhatikan potongan kue yang sempurna itu.
Aeleasha yang sibuk menikmati kue, tangan Aciel terulur, sebuah liontin kecil berbentuk bulan biru mengantung dileher Aeleasha. Aeleasha mengalihkan pandangannya ke belakang, secara tidak sengaja bibir mereka bertemu.
Aciel dan Aeleasha tersentak, wajah mereka masing-masing memerah tapi muka Aeleasha yang paling merah, menatap kearah lain.
"Kan Aciel yang ulang tahun kenapa aku yang dikasih hadiah?" Aeleasha bertanya kikuk, mencoba mencairkan suasana.
"Aku sudah dikasih hadiah kok." Aciel menunjuk bibirnya, tersenyum bahagia.
"Aelea." Panggil Aciel, meminta tangan Aeleasha, Aeleasha memberikan tangannya dengan patuh.
Aciel membawa Aeleasha turun ke pantai memperhatikan pemandangan sinar bulan yang menyinari laut yang penuh dengan ombak. Mereka berdua duduk ditepi pantai, menikmati angin laut.
Duar..
__ADS_1
Suara kembang api yang mekar dilangit yang malam, Aeleasha yang memperhatikan kembang api tidak menyadari kalau ada beberapa orang yang datang berombongan mendekat. Sebuah letusan bertuliskan nama lengkap Aeleasha, Letusan selanjutnya bertuliskan will you marry me.
"Aelea." Aeleasha mengalihkan wajahnya ke arah suara, Aciel berlutut di depannya dengan satu kakinya, dibelakangnya ada orang yang memegang balon yang menyala dengan tulisan yang sama.
"Aeleasha, kamu mau kan?" Aeleasha menutup mulutnya, menganggukan kepala nya setuju, Aciel memasangkan cincin di jari manis Aeleasha.
"Gak boleh, Cika gak setuju." Teriak Cika yang berlarian, memisahkan Aciel yang memeluk Aeleasha. Cika langsung memeluk Aeleasha dengan erat, mengeluarkan tatapan tajamnya pada Cika.
Aciel melirik Andi yang bersiul pura-pura tidak tau, berjalan pelan pelan mau kabur. Aciel mengacak rambutnya, berjongkok didepan Cika.
"Hey.. Ada apa Cika?" Tanya Aciel dengan ramah, Aeleasha berjongkok agar dia bisa melakukan kontak mata dengan Cika.
Cika membenamkan wajahnya didada Aeleasha, melirik Aciel dengan mata yang berlinang air mata.
"Papa Ciel gak boleh tembak Mama, nanti Cika gak punya Mama lagi." Kata Cika mengunakan tangannya yang pendek menghalangi Aciel.
Aciel tertawa lepas, Cika yang kesal menginjak kaki Aciel geram. Aciel bukannya diem, dia malah tertawa terbahak-bahak karena tinjakan Cika tidak sakit sama sekali.
"Siapa yang bilang begitu?" Cika mengangkat jarinya menunjuk Andi, Aciel berdiri mendekati Andi. Tubuh Andi merinding, mengosok kedua lengannya.
__ADS_1
"Mama gak apa-apa?" Cika menangkup kedua pipi Aeleasha, Aeleasha mencubit pipi Cika gemes.
"Iya." Jawab Aeleasha, Aeleasha menggendong Cika, mengajaknya kembali ke restoran, angin laut tidak terlau bagus untuk kesehatan Cika nantinya.