
Aeleasha melihat Wili mulai membuka matanya perlahan-lahan, membantu Wili duduk bersandar pada bantal yang sudah disusun Aleasha lebih dulu. Dia memberikan segelas air putih pada Wili dan Wili langsung meneguknya tanpa sisa.
"Joe, dia ada dimana?" Tanya Wili, mengembalikkan gelas itu pada Aeleasha.
"Kak pergi ke perusahan." Jawab Aeleasha dengan santai, dia mengisi gelas kosong itu dengan air lagi.
"Apa?" Teriak Wili, membuat Aeleasha kaget. Wili segera turun dari kasurnya bergerak menuju kamar mandi meninggalkan Aeleasha yang kebingungan.
Aeleasha duduk ditepi kasur menunggu Wili keluar dari kamar mandi, Aeleasha sontak berdiri melihat Wili sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Dady mau kemana? Kan baru juga bangun masa mau pergi kerja?" Tanya Aeleasha, Wili menghela napas berat. Dia menarik tangan Aeleasha ikut dengan, Aeleasha yang ditarik mau tidak mau harus mengikutinya. Wili menyalakan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah dan Aeleasha yang cemberut duduk dibelakang mobil.
"Dady ini gimana sih, baru juga bangun. Langsung pergi kekantor gak percaya ajah sama Kak Joe." Gerutu Aeleasha, tapi matanya melihat keluar jendela.
Di perusahaan Wilmeli
suasana ruangan sangat menusuk, semua pemegang saham berkeringat dingin karena tatapan sengit dari dua oranga yang duduk saling berhadapan. Kedua pria itu tampak tidak mau mengalah sama sekali, mereka terus beradu pandangan.
"Hem.." Dehem salah satu pemegang saham, nyalinya mendadak menciut karena tatapan tajam dua pria itu langsung kearahnya.
"Sebenarnya apa mau, Alfred?" Tanya Joe, dia sudah sangat bersabar dan mengendalikan emosinya, bagaimana Joe tidak emosi? Dia baru sampai diperusahaan dan mendadak dia mendengar dari para karyawan yang bergosip kalau ada rapat saham yang mendadak.
"Haha... Apa kamu sudah lupa Joe apa yang aku katakan padamu kemarin?" Tanya Alfred sambil melipat kedua tangannya diatas meja memasang wajah serius.
__ADS_1
"Apa yang kamu maksud?" Joe menajamkan tatapan matanya, dia sudah tidak bisa berpikir logis jika menghadapi orang yang ada didepannya ini.
"Tentu saja ini." Alfred mengeluarkan map berwarna merah, dan memberikanya kepada orang yang ada dibelakangnya, orang itu langsung membagikan kertas itu disetiap tempat duduk.
"********." Joe merobek kertas itu tidak percaya, dia meremasnya lalu melemparkanya tepat mengenai wajah Alfred.
"Ayolah Joe, kamu harus mengakuinya karena sekarang akulah pemegang saham tertinggi disini." Alfred mengangkat salah satu alis matanya menyindir Joe yang sudah terbawa emosi.
"Sialan kau." Joe melangkah mendekati Alfred, dia ingin melayangkan satu tinjuan pada wajah menyebalkan itu jika saja Dadynya tidak muncul.
"Duduk ditempatmu Joe." Kata Wili dengan dinginnya, Joe berdecak kesal kembali ketempatnya. Wili masuk kedalam ruangan, dia juga membaca surat itu, bukannya terkejut tapi Wili malah tertawa membuat semua orang menatapnya dengan aneh.
"Alfred kamu pikir paman akan membiarkan kamu melakukan ini?" Tanya Wili sambil mengangkat kertas itu tinggi dan melemparkanya seperti uang. Alfred mencoba untuk tenang sebisa mungkin karena rencananya hari ini harus berhasil tanpa ada cacat sedikit pun.
"Paman ini bukan saatnya melucu." Sindir Alfred dia memasang wajah kesal sekarang, dia merasa seperti dipermainkan saja sekarang.
"Maaf, saya telat." Suara lembut dan tegas itu membuat semua orang mengalihkan pandangan kearah suaranya, Alfred membeku seketika melihat penampilan yang ada didepannya.
Nama : Aeleasha Brewster
Umur : 24 Tahun
__ADS_1
Tinggi Badan : 169 cm
Berat Badan : 55 kg
Hobby : Baca buku
Nama : Aciel Aarava Carnier
Umur : 28 Tahun
Tinggi Badan : 177 cm
Berat Badan : 63 kg
Hobby : Memasak
#Aku langsung kasih dua yah... soalnya lupa dichapter sebelumnya...
#Semoga sesuai dengan imajinasi Reader...
*Masih ada visual lagi yang menunggu...*
__ADS_1