Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 94


__ADS_3

Mobil van memasuki sebuah Vila, terlihat kalau ada seseorang yang tengah berdiri disana menyambut kedatangan mereka. Aeleasha yang kenal sosok itu mengertakkan giginya, ini pertama kalinya dia marah besar.


"Halo, Nona Aeleasha." Sapa pria itu yang tidak lain adalah mantan sekertaris ayahnya, Krisan Xifiro.


"Apa mau mu Krisan." Tegas Aeleasha, turun dari mobil van, pisau yang ada ditangan pria itu tidak juga pergi dari leher Aeleasha.


"Aku hanya melaksanakan perintah." Jawab Krisan dengan wajah penuh senyuman, mereka semua berjalan memasuki Vila langsung menuju ruangan yang sudah disiapkan.


Krisan mengetuk pintu, memberitahukan pada orang yang didalam kalau tamu yang sudah dia tunggu-tunggu sudah ada disini. Mereka masuk kedalam ruangan ketika sudah ada mendapatkan izin.


Setelah mengantarkan Aeleasha masuk, mereka semua berbondong-bondong keluar meninggalkan Aeleasha sendiri bersama orang yang tengah duduk di kursi putar kebanggaannya.


"Apakabar Aeleasha?" Tanya Pria dengan anting # itu, memutar kursnya menghadap ke arah Aeleasha.

__ADS_1


Aeleasha tidak mengubrishnya, matanya melihat ketempat lain, dia tidak ada niat berbincang-bincang atau pun mengobrol dengan orang yang ada dihadapannya ini.


"Kamu pikir aku tidak mengenali orang yang menculik diriku pertama kali?" Geram Aeleasha dalam hatinya.


Memilih menatap tajam lantai yang tidak bersalah apa pun, pria itu mengeraskan rahangnya.


"Aeleasha apa kamu sudah melupakanku?" Tanya pria itu, mendekati Aeleasha dan berjongkok didepan Aeleasha.


"Aku Alfred. Anak kecil berumur 9 tahun yang kamu tolong dulu." Alfred memegang dadanya mencoba memperkenalkan dirinya lagi.


"Aku tidak mungkin salah. Waktu itu kamu menolongku saat kamu baru berumur 5 tahun." Alfred memegang pundak Aeleasha, tangannya mengeluarkan tenaga hal itu membuat Aeleasha meringis kesakitan.


"Kamu udah gila, kalau aku berumur 5 tahun aku tidak mungkin bisa menolongmu karena aku masih dipanti asuhan." Teriak Aeleasha, memberontak keluar dari cengkeraman Alfred.

__ADS_1


Alfred mundur beberapa langkah, tubuhnya sedikit terhuyung-huyung. Dirinya tidak mungkin salah orang, tapi waktu itu dia tidak bertanya pada gadis dengan rambut kuncir dua itu berapa umurnya.


Alfred hanya tau dijalan mana gadis kecil itu tinggal, selebihnya lagi dia tidak tau apa pun. Aeleasha yang takut dengan sikap Alfread yang berubah mulai waspada.


"Tetapi kamu tinggal dijalan Gajayana. no 10?" Alfred memiringkan kepalanya menatap Aeleasha yang bergidik takut, tubuh Aeleasha bahkan gemetaran hebat.


"Aku tinggal disana saat berumur 8 tahun." Jawab Aeleasha menguatkan suaranya agar tidak gemetaran, Aeleasha mencoba memutar knop pintu saat Alfread tengah membalikkan badan membelakangi Aeleasha.


"Krisan." Teriak Alfread membuat Aeleasha menjadi kaku, dia pikir dirinya ketahuan karena Alfred berteriak sangat nyaring.


Krisan yang berdiri disamping pintu langsung masuk begitu mendengar Alfread memanggil dirinya. Krisan mendekati Alfread, Aeleasha yang melihat pintu terbuka, ingin kabur tetapi terhenti karena lirikan tajam dari Alfread.


"Bawa dia pergi dari sini." Alfred berjalan mendekati meja kerja, salah satu tangannya memegang keningnya.

__ADS_1


Krisan dan Aeleasha berjalan keluar dari sana, Aeleasha yang tidak paham situasi yang ada melirik Alfread yang terlihat muram dari belakang.


Aeleasha terlihat berpikir sejenak, sekejap tiba-tiba tangan Krisan memukul leher belakang Aeleasha, Aeleasha yang kurang hati-hati terjatuh, matanya perlahan-lahan tertutup, kesadarannya diambil oleh kegelapan.


__ADS_2