Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 84


__ADS_3

"Namaku M-"


Tok... tok..


Perkataan wanita itu tertutup suara ketukan pintu, Aeleasha berjalan membuka pintu. Bisa dilihat kalau Aciel yang tampak khawatir dan juga bercucuran keringat tengah berdiri didepan pintu.


"Aeleasha, kamu tidak terluka, kan?" Aciel dengan panik memutar tubuh Aeleasha, memeriksa apakah ada yang terluka.


"Aku baik-baik saja." Jawab Aeleasha, menurunkan tangan Aciel dari pundaknya.


Aciel bernapas lega, kini tatapan matanya tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di sofa memperhatikan interaksi dirinya antara Aeleasha.


"Tapi dari mana kak Aciel tau kalau aku habis mengalami suatu kejadian?" Selidik Aeleasha menatap Aciel dengan tatapan curiga, Aciel hanya bisa melirik ke tempat lain yang berlawanan dengan arah mata Aeleasha.


"Aeleasha, apa kamu kedatangan tamu?" Bisik Aciel di telinga Aeleasha, Aeleasha memiringkan kepalanya bingung. Matanya melirik kebelakang baru paham apa yang di artikan Aciel.


"Dia itu tadi orang yang aku tolong." Jawab Aeleasha dengan pelan, menarik tangan Aciel untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Aciel merasa sangat canggung, dia hanya duduk bersama wanita itu sedangkan Aeleasha pergi ke dapur mengambil minuman untuk dirinya. Aciel mencoba berdehem mencoba menghilangkan rasa canggungnya, tapi entah kenapa Aciel merasa kalau dia pernah bertemu dengan wanita yang tengah duduk di depannya ini.


"Kalau boleh tanya, nama nyonya siapa?" Tanya Aciel berusaha sesopan mungkin agar tidak menyinggung wanita yang ada hadapannya ini.


firasatnya mengatakan kalau dia tidak boleh menyinggung atau pun membuat wanita ini marah, jika itu terjadi mungkin masa depannya akan sedikit sulit.


"Sudah lama tidak bertemu Aciel. Apa kamu tidak mengingat aku?" Tanya balik wanita itu dengan senyuman khas-nya, Aciel berusaha dengan keras memutar otaknya mengingat wajah wanita ini.


"Ah... Ini- " Perkataan Aciel terhenti, Aeleasha menatap mereka berdua secara bergantian.


"Namaku Melisa, kamu bisa memanggilku Tante Melisa." Wanita itu mengantikan Aciel menjawab, Aciel hanya mengeluarkan tatapan tidak percaya.


"Baiklah kalau begitu. Tante Melisa bagaimana kalau kamu menginap disini saja, aku takut mereka masih mencari tante di luar sana." Saran Aeleasha mengenggam tangan Melisa, Melisa menganggukkan kepalanya setuju.


Sementara itu Aciel hanya terbengong, dia tidak tau apa yang di bicarakan Aeleasha antar Melisa. Aciel bahkan lupa bagaimana cara dirinya bisa sampai di rumah dengan selamat.


Aciel memijat kepalanya sambil berjalan ke kamar mandi, selang beberapa menit Aciel keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Menyisir rambutnya yang basah kebelakang, air yang belum di handuk sampai kering mengalir melewati tubuh Aciel. Baju tidur yang tidak di kancing memperlihatkan roti sobeknya.


Aciel membaringkan tubuhnya diatas kasur, menutup matanya sebentar lalu membukanya kembali. Memperlihatkan mata elang yang tajam siap menerkam mangsa yang ada di depannya.


Aciel mengingat kejadian tadi, dia masih ingat ketika dia hendak mengucapkan kata Melisa mengangkat tangannya menyuruhnya untuk diam dan berhenti berbicara.


"Sebenarnya apa tujuannya meminta diriku diam?" Gumam Aciel memperhatikan tangan kanannya yang ditarik oleh Aeleasha tadi.


Senyuman terbit menghiasi wajah Aciel, dia mencoba menutup matanya untuk tidur menyambut hari esok yang lebih cerah lagi.


Sementara itu...


Prank...


"Dasar tidak berguna. Untuk apa kalian mendapatkan gaji sementara menjaga seorang wanita yang sudah berumur saja kalian tidak sanggup." Teriak Seorang pria dengan anting #, membanting gelas minumnya ke lantai.


Melihat Bosnya yang marah besar anak buah itu gemetar ketakutan, masing-masing dari mereka menahan napas hanya bisa meminta tolong pada asisten bos yang berdiri di sebelah bos.

__ADS_1


__ADS_2