
"Hehe... Kalau begitu aku akan masuk dulu. Sampai Jumpa Kak Aciel." Aeleasha tertawa kikuk berlari masuk kedalam rumah sakit.
Tangan Aciel yang terangkat di udara terjatuh dengan sia-sia melihat Aeleasha yang berlari secepat kilat meninggalkannya.
"Haish.. Mungkin lain kali saja." Aciel mengacak rambutnya, berjalan pergi meninggalkan taman menuju parkiran rumah sakit.
Aciel menghentikan mobil putihnya, memperhatikan rumah sakit yang berlogo plus merah. Mobil putihnya melaju meninggalkan rumah sakit setelah beberapa menit kemudian.
Sementara Aeleasha...
Para perawat yang melihatnya berlari, memiringkan kepalanya bingung. Mata mereka hanya bisa menangkap daun telinga Aeleasha yang memerah seperti tomat dan juga paper bag yang dibawanya.
"Anak muda zaman sekarang sangat berbeda dengan zaman dulu yah." Gosip Ibu-ibu yang sedang duduk di kursi tunggu sambil menutup mulutnya, ibu yang ada disampingnya menganggukkan kepalanya setuju.
Aeleasha membuka pintu ruangan dan menutup nya lagi rapat-rapat. Menyandarkan tubuhnya di pintu, Aeleasha menatap papar bag merah itu, Tubuhnya yang tadi berdiri tegap langsung merosot kebawah.
"Dasar kak Joe. Kenapa memberikan aku barang aneh sih?" Gerutu Aeleasha mengeluarkan semua barang yang terdapat dalam paper itu.
Tangan Aeleasha mengeluarkan satu botol semprotan yang berisi cairan lada dan cabe merah, Aeleasha menatap kedua botol itu dengan tatapan bingung. Menaruh botol itu di atas lantai dan mulai merogoh isi paper bag itu lagi.
__ADS_1
Aeleasha mengeluarkan sebuah kertas, matanya melirik kedalam paper bag mencoba melihat apa masih ada isi lain didalam sana.
"Borgol? Pistol?" Aeleasha membulatkan matanya tidak percaya.
Untung saja dia tidak mengeluarkannya di depan Aciel tadi, entah apa ekspresi yang akan Aciel keluarkan. Aeleasha menatap pistol itu dengan seksama, tangannya mencoba menarik pelatuk pistol.
Tak..
Matanya terpejam tidak berani membuka matanya sampai pistol itu mengeluarkan suara, Aeleasha langsung membuka matanya ketika mendengar suara aneh yang keluar dari pistol itu.
Tok... tok..
Tangan Aeleasha bergerak secepat kilat memasukkan semua barang itu kedalam paper bag nya, lalu menaruhnya keatas meja kerjanya.
"Dokter, kita harus segera menangani pasien yang sedang menunggu." Sara suster itu dibalik pintu.
Aeleasha membuka pintu ruangannya dan berjalan beriringan dengan suster itu menghampiri pasien yang menunggu kedatangan mereka.
...****************...
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga." Aeleasha memijat bahunya yang pegal, pasien hari ini sangat banyak sehingga Aeleasha harus melewatkan waktu istirahatnya.
Aeleasha sedang berjalan kaki menelusuri jalanan menuju rumah, hari ini dia ingin menghirup banyak udara segar dan menikmati pemandangan sore hari.
Tubuh Aeleasha mendadak merinding karena angin yang menerpa tubuhnya, dia memilih mempercepat langkah kakinya saja.
Buk...
Seorang wanita yang sudah berumur berlari menabrak Aeleasha yang sedang berjalan, mereka berdua terjatuh dan terduduk diatas tanah. Wanita itu langsung mendekati Aeleasha yang masih terduduk.
"Tolong selamatkan aku." Ucap wanita itu, menangkup kedua tangan Aeleasha.
Aeleasha mengedipkan kedua matanya bingung, matanya bisa menangkap dua sosok pria yang berlari di depannya. Aeleasha mencoba berdiri dan membantu wanita itu untuk ikut berdiri dengannya.
"Aku mohon." Wanita itu berlindung dibelakang tubuh Aeleasha, Aeleasha menelan salivanya dengan kasar. Kedua pria itu berhenti tepat didepan mereka, Pria yang berbadan kekar itu menatap Aeleasha dengan tatapan remeh.
"Serahkan wanita itu, maka kami akan membiarkanmu lewat." Kata pria botak itu, tetapi matanya menatap Aeleasha dengan tatapan aneh.
Aeleasha mengeluarkan botol semprotan lada dan menyemprotkan kedua wajah pria botak itu, mereka berdua berteriak kesakitan. Melihat ada kesempatan Aeleasha menarik wanita itu dan berlari pergi, sementara dibelakang ada lagi satu pria yang mengejar mereka.
__ADS_1