Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Special Chapter 6


__ADS_3

Aeleasha bernafas lega saat mengetahui kalau yang memeluknya adalah Aciel, Aciel memeluk Aeleasha dengan erat, melepaskan pelukkannya dan memutar badan Aeleasha memeriksa apa ada yang terluka atau tidak.


"S-sayang, apa yang kau lakukan?" Tanya Aeleasha bingung dengan sikap Aciel.


Aciel bernafas, memeluk Aeleasha erat. Mengambil nafas sebanyak mungkin dan menghirup aroma Aeleasha.


"Kamu kemana? Aku kan udah bilang jangan kemana-mana." Tegas Aciel.


"Tadi aku lihat kamu sibuk menelepon jadi aku pergi saja sendiri." Aeleasha tertawa tidak bersalah.


"Ayo kembali ke hotel." Aciel melepaskan pelukkannya dan menggenggam tangan Aeleasha, tetapi Aeleasha tidak bergerak sama sekali.


"Aku masih mau disini." Cicit Aeleasha pelan, Aciel menghela nafas menutup wajahnya dengan tangannya.


"Eeh... "


Aciel menggendong Aeleasha alah bridal style, berjalan pergi kearah hotel.


"Ini gak adil, aku baru keluar, kenapa harus kembali sekarang." Berontak Aeleasha tidak setuju.


Cup


Aciel mencium Aeleasha, agar bibirnya terdiam dan pemikirannya benar, kini Aeleasha terdiam menutup bibirnya dengan wajah merona merah.

__ADS_1


"Ckck... Dasar anak zaman sekarang selalu pamer kemesraan." Kata ibu-ibu yang duduk dikursi seorang diri.


"Kita bakal pulang, besok. Jadi istirahatlah." Aciel menurunkan Aeleasha begitu mereka sudah berada didalam kamar.


"Apa? Tapi aku baru keluar, aku belum berkeliling." Aeleasha mengerucutkan bibirnya.


"Bukannya kemarin istriku ini bilang mau pulang? Lagian urusan aku juga udah selesai."


"Tapi... Kemarin aku kan gak boleh keluar atau pergi kemana pun, lagian selama tiga hari penuh kita hanya berada didalam kamar cuma pas malam ajah baru keluar." Keluh Aeleasha tidak puas.


"Iya, iya nanti pulang kamu bebas berkeliling kemana pun."


"Beneran?" Mata Aeleasha bersinar antusias, Aciel menganggukkan kepalanya.


"Yes." Kata Aeleasha kegirangan, mulai berkemas, Aciel terkekeh lucu melihat tingkah Aeleasha.


"Mama..." Teriak seorang anak kecil, berlari memeluk kaki wanita yang dipanggilnya dengan sebutan mama.


Wanita itu meletakkan pisau dapur yang ada ditangannya, berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki itu.


"Ada apa Chal?" Tanya wanita itu yang tidak lain adalah Aeleasha.


"Chad mengangguku Mama." Kata anak laki-laki itu, yang tidak lain adalah Chal.

__ADS_1


"Itu tidak benar." Sangkal anak kali-laki yang wajahnya persis seperti Chal, keluar dari persembunyiannya, wajah Chad datar dan dingin.


Chal mengulurkan lidahnya mengolok Chad, tapi Chad sama sekali tidak merespons Ajal hal itu membuat Chal kesal.


"Astaga, kalian ini. Bukannya Mama udah bilang jangan bertengkar." Aeleasha memeluk putra kembarnya itu, Chal mencubit pipi Chad.


Chad yang tidak mau kalah mencubit pipi Chad balik. Mereka berdua dengan kompak melepaskan cubitan mereka begitu Aeleasha melepaskan pelukkannya.


"Chal kamu harus ingat, kamu harus memanggil Chad Kakak." Jelas Aeleasha, Chad tertawa penuh kemenangan.


"Tapi kami hanya beda 3 menit, Ma..." Protes Chal tidak terima.


"Wa-"


Ceklek...


Chal tertawa senang, berlari memeluk Aciel yang baru pulang.


"Papa, Chad mengganguku lagi." Chal mulai mengeluarkan serangannya, Aeleasha menggelengkan kepalanya heran.


"Oh.. Benarkah? Papa rasa itu tidak benar." Aciel melepaskan dasinya, mencium kening Aeleasha.


"Kalau begitu ceritakan pada Papa apa yang terjadi." Aciel menggandeng kedua tangan mungil itu menuju ke kamar mereka.

__ADS_1


Aeleasha tertawa pelan, melihat intrasksi mereka bertiga, Chal anak pertama yang pendiam, dingin dan selalu datar mirip dengan Aciel dan Chal yang ceria, ramah dan hangat mirip dengan Aeleasha.


Tapi kedua-duanya memiliki wajah yang tampan, yang memebedakan mereka berdua adalah Chal memiliki tahi lalat dibawah mata kiri dan dan Chad dibawah matanya kanan.


__ADS_2