
Seorang Wanita dengan kemeja putih berpadu dengan jas dan dasi. Celana panjang menutup sampai kehak sepatu tinggi, dan wajah imut dengan rambut yang gerai.
Tak... tak...
Suara hak tinggi yang bertemu dengan lantai marmer itu memenuhi seluruh ruangan rapat, wanita itu berdiri disamping Wili sambil tersenyum manis, wanita itu melirik Wili sebentar lalu matanya tertuju pada orang yang duduk didepannya sedang mematung entah karena apa.
"Salam kenal semuanya, ah... Aku rasa kalian pasti sudah mengenal diriku. Tapi tidak apa karena aku akan memperkenalkan diri secara resmi pada kalian." Wanita itu mengukir senyuman dibibir ceri merahnya, dan melanjutkan perkataannya.
"Namaku, Aeleasha Brewster putri kandung dari Wili dan Melisa Brewster, dan juga sebagai pemegang saham tertinggi disini." Kata Aeleasha kedua tangannya berada diatas meja rapat, matanya sibuk memperhatikan wajah setiap pemilik saham.
"Gadis muda itu?"
"Apa yang bisa dia lakukan?" Semua orang mulai berbisik satu sama lain, Joe dan Wili tersenyum puas sekarang.
__ADS_1
Brak
Semya orang kaget karena apa yang Aeleasha lakukan belum pernah dilakukan Wili atapun Joe selama ini, Aeleasha hanya mengbrek meja.
"Apa kalian tidak bisa menghargai orang yang ada disini? Aku Aeleasha Brewster memegang saham sebanyak 45% dan surat yang kamu bawa itu surat palsu dan yang asli ada disini." Ungkap Aeleasha, jari telunjuknya langsung menunjuk Alfred yang sudah mau meledak.
"Rapat hari ini selesai jika ada pertanyaa bisa kalian ajukan dipertemuan selanjutnya." Aeleasha mengunggkapkannya dengan tegas, semua orang mulai berkeluaran termasuk Alfred juga pergi dari sana.
"Ha..." Aeleasha menghela napas, kakinya sangat lemas sekarang. Dia berjongkok dan tangannya bertumpuan pada meja agar tidak terjatuh duduk dilantai.
"Sakit Dad." Teriak Joe tidak terima.
"Siapa tadi yang suruh cubit dan sekarang merengek kayak anak perempuan." Sindir Wili, memasang wajah kesal.
__ADS_1
"Berarti ini nyata dong?" Tanya Joe senang, Wili memukul kepala Joe karena sikapnya yang selalu tidak dewasa padahal umur sudah 28 tahun.
"Dady bangga padamu Aeleasha." Wili menepuk pundak Aeleasha memberikan semangat, tapi wajah Aeleasha masih terlihat tidak senang karena keputusan Wili yang mendadak ini.
"Dady kenapa harus aku? Kak Joe-kan ada. Aku lebih suka jadi dokter dari pada pebisnis." Ungkap Aeleasha, Wili mengelus kepala Aeleasha.
"Karena dia sudah punya perusahaan sendiri, dan Dady sudah tua jadi Dady memilih kamu." Jelas Wili, mereka bertiga meninggalkan ruangan rapat menuju ruangan kerja Wili.
Disana Krisan sedang berdiri didepan pintu ruang kerja Wili, Aeleasha memperhatikan Krisan dari samping Wili, dia melihat dari atas hingga kebawah. Pria yang berpakaian formal dengan kacamata yang membingakai wajah tampannya.
"Kamu Krisan Xifiro, dipecat dari perusahaan ini karena sudah membocorkan rahasia perusahan." Ungkap Joe, Krisan hanya diam dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Maafkan saya tuan Wili, saya memang menghianati anda tapi saya tidak bisa menghianati seseorang yang sudah menyelamatkan hidup saya. Saya sudah mengemas barang-barang saya, dan secepatnya pergi dari sini." Jelas Krisan membungkuk lalu berjalan pergi.
__ADS_1
Setelah Krisan meninggalkan perusahaan gosip mulai menyebar diantara para karyawan. Mereka semua sangat penasaran bagaimana penyambutan yang akan dilaksanakan besok pagi diperusahan dengan kedatangan sosok wanita misterius yang menyelinap masuk disela-sela rapat pemegangan saham.