Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 66


__ADS_3

Joe meninju perut Aciel, hal itu tentu saja tidak sekali tapi dua kali tinjuan ditempat yang sama secara berturut-turut, pukulan itu membuat Aciel mundur beberapa langkah.


"Ugh..." Ringis Aciel, tangannya memegang perutnya yang ditinju Joe. Joe tersenyum puas melihat Aciel meringis kesakitan.


"Kenapa kamu tiba-tiba memukulku?" Tanya Aciel dengan suara kesakitan, Joe mengangkat kedua tangannya keatas dan memutari meja Aciel menuju kursi yang ada didepan meja.


"Itu balasanmu karena sudah menindas Aeleasha, kamu harus bersyukur karena aku tidak memukul wajamu." Joe tersenyum senang, Aciel berdecak kesal melihat senyuman itu.


"Aku memaafkanmu Joe, karena kamu Kakak Aeleasha kalau tidak..." Kata Aciel dalam hatinya, sebenarnya dia tidak berani mengatakannya karena takut nanti Joe malah tidak mendukungnya.


"Tapi 3 tinjauan itu tidak akan cukup, jadi setiap kali kita bertemu aku akan meninju 3 kali sampai aku merasa puas." Bisik Joe di telinga Aciel dengan ada menyeramkan, Aciel bergidik ngeri mendengar bisikan itu, seperti bisikan maut yang melintas.


"Besok ulang tahun, Aeleasha. Apa yang akan kamu berikan padanya?" Tanya Joe, bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu keluar, Aciel yang sedang menatap keluar jendela tidak tau kalau Joe sudah tidak ada didalam sana lagi.


"Entahlah... Menurutmu apa hadiah yang bagus Joe?" Aciel membalikkan badannya menghadap Joe tapi orang yang dia ajak bicara sudah pergi beberapa menit lalu.

__ADS_1


"Dasar tamu tak diundang." Gumam Aciel, duduk dikursinya yang bisa berputar menatap langit biru dengan sedikit awan yang bertaburan disana.


Ceklek


"Kenapa kamu suka sekali keluar masuk, Joe?" Aciel mengatakannya dengan dingin, dia tidak memutar kursinya.


"Maaf?" Suara bass pria dengan hati-hati, dia hanya masuk saja karena dia sudah dari tadi mengetuk pintu ruangan ini tapi tidak ada tanggapan dari Aciel sendiri.


"Ada apa sekertaris Jordan?" Tanya Aciel dengan dingin. Aciel selalu bersikap dingin pada bawahnya sehingga dirinya sendiri mendapat julukkan Es kutub atau Tuan Muda yang dingin.


Sempat ada kejadian dimana sekertarisnya dengan sengaja mengodanya dan sekertaris itu berakhir dengan dipecat karena tidak profesional. Aciel bahkan tidak menjawab sapaan karyawan ataupun sekedar melirik, dia hanya memasang wajah dingin. Dan itu membuat semua orang menjauhi bosnya ini karena takut.


Aciel membuka lembar pertama, tapi pikirannya tidak fokus, hanya memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan pada Aeleasha besok.


...****************...

__ADS_1


Pagi harinya


Aeleasha terlihat sudah rapi, langkah kakinya berhenti dianak tangga ketiga. Keningnya berkerut karena melihat kejadian yang tidak biasa, menurutnya. Joe dan Aciel terlihat sibuk mendiskusikan sesuatu, dengan beberapa dokumen yang berserakkan diatas meja.


"Dimana Dady?" Tanya Aeleasha, membuat kedua orang itu sadar kalau Aeleasha sedang memperhatikan mereka, Joe dan Aciel langsung buru-buru merapikan dokumen itu sebelum Aeleasha benar-benar turun dan menghampiri mereka.


Aeleasha menatap mereka berdua dengan tatapan bingung, dia ingin kembali bertanya tapi kedua orang itu terlihat sangat sibuk. Aeleasha menghela napas, berjalan kemeja makan dan memulai sarapan paginya.


"Aeleasha tidak mendengar apa yang kita bicarakan, kan?" Tanya Aciel, matanya melirik Aeleasha yang sibuk makan.


"Aku juga tidak tau." Jawab Joe, dia juga ikut melirik adiknya. Joe kembali membuka dokumen itu dan mulai membahasnya lagi dengan Aciel dengan suara yang sangat kecil takut adiknya mendengarnya.


"Kakak." Panggil Aeleasha, Joe terkejut karena panggilan Aeleasha yang mendadak sekali. Dia tadi baru meliriknya tapi sekarang adiknya sudah ada didepannya saja.


"Apa sih, Aku cuma mau kasih tau kalau aku mau berangkat sekarang." Jelas Aeleasha melihat wajah Joe yang masih penuh dengan keterkejutan.

__ADS_1


"Jantungan lama-lama kalau begini." Gumam Joe dalam hatinya, melirik Aeleasha dengan tatapan tajam.


"Kakak sibuk, jadi Aciel yang akan mengantarmu." Jawab Joe, menyandarkan kepalanya disofa.


__ADS_2