Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 71


__ADS_3

Seorang Wanita duduk disofa, matanya perlahan-lahan terbuka. Mata Aeleasha pertama kali menangkap langit-langit ruangan berwarna putih, memijat kepalanya sedikit berdenyut.


Aeleasha langsung berdiri saat semua akal sehatnya terkumpul, sekilas potongan ingatan langsung berputar diotaknya. Aeleasha memperhatikan sekitarnya, satu kasur ukuran sedang, meja rias, dan lemari baju.


"Ini kamar siapa?" Gumam Aeleasha, kakinya melangkah mendekati pintu berwarna coklat dan membukanya. Otaknya hanya terpikirkan satu hal yaitu segera tinggalkan tempat aneh ini sebelum ada masalah yang datang lagi.


Tiupan Angin kencang melewati wajah Aeleasha ketika pintu ruangan itu terbuka, Suara ombak yang bergulung-gulung dan pemandangan bulan dan bintang yang bertaburan dilangit membantu Aeleasha melihat apa yang ada didepannya saat ini.


Tidak ada cahaya lampu sama sekali diluar sini tidak seperti didalam ruangan yang penuh dengan cahaya, Aeleasha berjalan kepagar yang membatasi, menyelipkan anak rambutnya yang berterbangan.


Menuruni tangga yang ada, tangan Aeleasha menyentuh pasir putih yang bercampur dengan beberapa kelopak mawar. Mengangkat kepalanya, matanya melihat kelopak mawar yang bertaburan menuju suatu tempat.


Aeleasha yang penasaran mengikuti kelopak mawar yang bertaburan dengan bantuan cahaya bulan yang bersinar terang, langkah kakinya terus bergerak kedepan sesuai dengan arah taburan mawar yang ada.

__ADS_1


Klek


Sepatu balet Aeleasha menginjak sesuatu, dan lampu-lampu mulai menyala satu persatu disekeling Aeleasha. Menyinari penglihatannya, disaat bersamaan sebuah lampu langsung menyala bersaman memperlihatkan tulisan yang dibentuk.


...Happy Birtday Aeleasha Brewster...


Joe, Aciel, dan beberapa orang mulai berkeluaran dari balik tulisan itu. Joe membawa kue ulang tahun yang lilinya sudah menyala dan Aciel juga membawa seikat mawar merah ditangannya.


"Happy birthday my sister." Kata Joe mengulas senyuman terbaik yang dimilikinya, Aeleasha menahan napasnya mencoba menahan air matanya.


Dia yang tadi pagi memakai celana panjang dan kemeja putih kini berganti menjadi mini dress putih yang diujung roknya sedikit berwana pink, dress itu memperlihatkan bahu dan tulang selangkanya.


"Sejak kapan aku memakai dress?" Tanya Aeleasha dalam hatinya, matanya menatap Joe penuh dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Tiup Lilinnya, Aeleasha." Perintah Joe, Aeleasha meniup lilinnya dan semua orang yang hadir mulai bertepuk tangan senang.


Mereka mulai mengucapkan selamat satu persatu pada Aeleasha bahkan Dokter David juga ada disana. Aciel yang melihat sudah tidak ada orang menganggu, berjalan mendekati Aeleasha dan memberikan mawar yang dibawanya.


"Happy birtday." Aciel menyerahkan mawarnya, Aeleasha menerimanya dengan senang hati dan mengucapkan terima kasih, entah kenapa dia jadi sedikit waspada dengan Aciel.


"Aeleasha, Dady sekarang berada disingapura jadi dia tidak bisa hadir tapi Dady mengirimkan kamu hadiah dan aku sudah memindahkannya kedalam kamarmu." Ungkap Joe, mengelus kelapa Aeleasha dengan lembut, Aeleasha menganggukkan kepalanya paham.


"Joe, kemari." Panggil Dokter David, Joe mengalihkan pandangannya. Menghampiri Dokter David, tidak lupa Joe melambaikan tangan pada Aeleasha berlari mendekati Dokter David.


Aeleasha melambaikan tangannya, mengambil segelas jus buah yang ada dimeja dan meneguknya sampai habis. Hari ini dia sangat senang, menaruh gelasnya ditempat semula. Dia mulai berjalan sedikit jauh dari meja dan memperhatikan ombak yang mengulung.


"Aeleasha.." Panggil Aciel berjalan mendekati Aeleasha yang menatapnya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


Aciel yang sudah berdiri didepan Aeleasha , meraih tangan kanan Aeleasha. Aciel sedikit menurunkan tubuhnya, kakinya berjongkok dengan satu kakinya yang berlutut pada tanah.


"Aeleasha Brewster, kamu sudah mencuri sebagian dari hatiku. Will you marry me?" Aciel mengeluarkan sebuah cincin dari jasnya, disaat bersaman kembang api meluncur meledak diatas langit, membuat langit yang penuh dengan bintang kini dihiasi dengan bermacam warna cantik dari petasan.


__ADS_2