Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 85


__ADS_3

Aeleasha membuka matanya, saat sinar matahari menyelinap masuk melalu sela-sela gorden menyinari wajahnya. Aeleasha yang terbangun beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi.


"Aku harus membuat sarapan." Gumam Aeleasha di bawah guyuran air shower.


Selesai dengan acara mandinya, Aeleasha keluar dari kamar menggunakan pakaian oversize dan celana pendek yang memperlihatkan paha putihnya. Langkah kakinya terhenti di tengah anak tangga, hidungnya mencium wangi makanan yang sangat mengoda.


Aeleasha memilih mempercepat langkah kakinya, dan bergerak menuju dapur dimana wangi makan itu berasal. Aeleasha bisa melihat kalau Melisa tengah sibuk memotong wortel, sudah ada beberapa makanan yang sudah tersaji di meja makan.


"Tante kok pagi-pagi udah sibuk ajah, biar aku ajah yang masak." Oceh Aeleasha memakai celemek yang bergambar hello kitty.


"Engak kok." Jawab Melisa tangannya sibuk membolak-balikkan sayuran, Aeleasha yang baru mau membantu terhenti ketika suara pintu yang terbuka dan juga suara berisik datang dari depan.


Melisa dan Aeleasha saling memandang, mereka meletakkan semua pekerjaan mereka. Aeleasha membawa wajan di tangan kanannya siap- siap memukul maling yang berani memasuki rumahnya di pagi hari begini.

__ADS_1


"Dady, Aku percaya sama semua yang Dady katakan tapi kita sudah memeriksa semuanya. tidak ada, kita tidak menemukan apa pun." Teriak Joe mengangkat kedua tangannya bingung bagaimana lagi harus menjelaskan.


Aeleasha menurunkan wajah nya setelah melihat kalau yang masuk kedalam rumahnya adalah Dady dan juga Kakaknya Joe. Menghela napas, kini dia harus menjadi penengah mereka .


"Dady, Kakak Joe, Kalian udah pulang." Sapa Aeleasha, mendengar nama mereka di panggil Joe dan Wili mengalihkan tatapan mereka ke arah suara.


Tatapan mereka tidak tertuju pada Aeleasha melainkan pada orang yang berada dibelakang punggung Aeleasha, tubuh Joe dan Wili menjadi kaku dan gemetaran.


"Melisa, apa itu benar-benar dirimu?" Tanya Wili tangannya bergemetaran dengan hebat, mereka berdua berjalan mendekati Melisa dan Aeleasha.


"Momy." Panggil Joe, Aeleasha yang tidAk mengerti situasi menatap mereka berdua secara bergantian meminta penjelasan yang lengkap.


"Iya, My little Joe." Jawab Melisa, Joe dan Wili langsung memeluk Melisa setelah mendengar panggilan yang selalu mereka dengar.

__ADS_1


Joe dan Wili menangis dalam diam di dalam pelukan Melisa, mereka sangat merindukan kehangatan yang sudah lama hilang ini.


Aeleasha yang sudah memahami situasi mulai meneteskan air matanya, dia tidak percaya kalau wanita yang dia selamatkan ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.


"Hua..." Tangis Aeleasha ikut memeluk Melisa, mereka menangis bersama-sama masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada di depannya ini.


"Ini Beneran Momy?" Tanya Aeleasha dengan air mata yang masih mengalir di kelopak matanya, Melisa menghapus air matanya Aeleasha menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa Momy gak bilang dari kemarin?" Melisa mengusap kepala Aeleasha, Joe dan Wili hanya bisa mengalah.


Mereka pindah ke ruang tamu, Aeleasha mulai menceritakan kejadian kemarin. Bagaimana awal dia bisa bertemu dengan Melisa sampai Melisa menginap disini, Melisa juga menceritakan kalau dirinya yang berada di singapura mendadak di pindahkan ke Inggris.


Buk...

__ADS_1


"Sialan, ternyata dia memindahkan Melisa ke Inggris setelah mengetahui kalau kita pergi ke Singapura." Maki Wili, tangannya yang terkepal memukul meja geram dengan tingkah dan perbuataan Alfread yang semakin lama semakin menjadi.


"Jadi, Dady dan Kakak pergi ke Singapura untuk menjemput Momy?" Tanya Aeleasha, melirik Joe yang sibuk memakan roti lapis yang dibawanya dari dapur tanpa memperdulikan Wili yang masih marah.


__ADS_2