
"Sementara aku pergi ke Singapura, aku ingin kamu membantunya menjaga Aeleasha dari dua ba**n**n b******k itu." Geram Joe, wajahnya langsung mengkerut begitu dirinya mengingat kedua wajah itu.
"Iya." Jawab Aciel dengan singkat, matanya tampak tidak fokus seperti memikirkan hal lain.
Aciel tidak terlalu mendengarkan apa yang Joe ocehkan dari tadi, otaknya tengah sibuk memikirkan siapa ba**n**n yang dimaksud Joe.
"Oh.. Dan satu lagi. Kau harus menjaga jarak aman dari Aeleasha." Tegas Joe tangannya terangkat menunjuk Aciel yang menatapnya datar.
Joe menghela napas panjang, menepuk bahu Aciel dan berjalan pergi dari dapur menaiki tangga menuju kamarnya. Aciel hanya melirik Joe yang berjalan pergi, kini dia pun ikut menghela napas.
"Suruh orang jaga, tapi suruh jaga jarak juga. Gimana sih?" Gumam Aciel mengacak rambutnya frustasi dengan permintaan Joe.
...****************...
Pagi hari yang cerah, dimana dua burung sedang bertengger di dahan yang ada di dekat kamar Aeleasha tengah berkicau merdu. Aeleasha sibuk merapikan pakaiannya, dia juga tidak lupa untuk mengoleskan pelembab pada bibirnya.
Merasa penampilannya sudah rapi untuk berangkat bekerja, Aeleasha segera keluar dari kamarnya. Langkah kakinya terhenti di tengah-tangah anak tangga dimana dirinya bisa melihat kalau Aciel dan Joe tengah mengobrol di depan pintu dengan koper hitam di dekat Joe.
__ADS_1
Aeleasha secepat kilat menuruni tangga dan menghampiri Joe dan Aciel yang masih sibuk berbincang-bincang , mereka berdua tidak menyadari kedatangan Aeleasha.
"Kak Joe, Kakak akan pergi hari ini?" Tanya Aeleasha, melototkan matanya tidak percaya, Joe tidak memberitahukan kepada Dirinya kalau Joe akan berangkat pagi ini.
"Iya." Joe menjawab dengan singkat, dia masih tidak menyadari perubahan ekspresi pada wajah Aeleasha.
"Kakak kenapa gak bilang? Aku-kan mau mengantar Kakak ke-"
Drett...
Perkataan Aeleasha terpotong karena ponselnya yang berada di dalam tasnya berbunyi, Aeleasha segera mengeluarkan ponselnya dan menjawab panggilan mendadak itu.
"..."
"Ada operasi darurat, Baiklah aku akan segera kesana." Aeleasha berlari melewati Aciel dan Joe, dirinya harus dirumah sakit sekarang juga.
"Mau kemana?" Tanya Joe, Aeleasha menghentikan langkah kakinya menatap Joe dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Ke rumah sakit." Aeleasha menjawab sesingkat mungkin, mendengar itu Joe menarik kopernya dan memasukkannya kedalam mobil.
"Masuklah kedalam mobil, aku akan mengantarmu." Joe memunculkan kepalanya dari jendela saat Aeleasha lagi kebingungan.
Mendengar tawaran tumpangan dari Joe, Aeleasha mengulas senyuman di wajahnya, segera masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang.
Aciel juga ikut masuk kedalam mobil, melihat semua orang sudah didalam mobil. Joe melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah menuju rumah sakit Hospitaly.
Mobil hitam Joe berhenti tepat di tempat parkir rumah sakit, Joe membalikkan badannya menghadap Aeleasha.
"Kakak akan pergi sekitar satu minggu, jadi Aciel yang akan menjagamu selama Kakak tidak ada." Jelas Joe, mengusap kepala Aeleasha dan tersenyum seperti tidak ada masalah sama sekali
Aeleasha menganggukkan kepalanya paham, tangannya membuka pintu mobil dengan berat dan melangkah keluar.
"Hati-hati Kakak. Awas kalau pulangnya gak bawa oleh-oleh." Goda Aeleasha tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Joe.
Kakinya berlari memasuki rumah sakit dimana di pintu depan sudah ada dokter David yang tengah berdiri menunggu kedatangan Aeleasha.
__ADS_1
"Ku harap rencana paman Wili berhasil." Kata Aciel melirik Joe yang memasang muka serius diwajah tampannya itu.
"Aku juga berharap begitu." Jawab Joe, menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan menuju bandara internasional.