Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 30


__ADS_3

Aeleasha membuka matanya secara perlahan, yang pertama dilihatnya adalah langit-langit ruangan yang berwarna putih. Aeleasha bangun dari berbaringnya dengan posisi terduduk.


Ruangan yang asing bagi Aeleasha, yang dia kenali hanya beberapa bingkai foto. Terdapat meja rias yang diatasnya lengkap berbagai macam- macam make up, boneka panda dengan ukuran yang sangat besar terletak di pojok ruangan.


Tok... tok...


Sebuah kepala muncul dibalik pintu kamar Aeleasha, mengkerutkan keningnya bingung. Melihat adiknya sudah bangun Joe langsung membuka pintu lebar-lebar dan beberapa orang dengan pakaian maid menyerbu masuk kedalam kamar.


Mereka berbaris dengan rapi menunggu perintah. Joe menyentil kening Aeleasha karena wanita itu malah terbengong dengan mulut terbuka.


"Aw... sakit." Ringis Aeleasha memegang keningnya, Joe malah tertawa dengan nyaring tidak merasa bersalah sama sekali.


"Tidurmu nyenyak sekali. Ckck... Rumah kebakaran pun gak bakal bangun." Ledek Joe, duduk ditepi ranjang. Aeleasha tertawa kikuk, mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudahlah, mereka akan membantumu bersiap." Joe menunjuk maid yang berbaris didepan kasur Aeleasha. Aeleasha melirik maid itu dan Joe secara bergantian, tidak paham akan situasi sekarang ini.

__ADS_1


"Bersiap untuk apa?" Tanya Aeleasha bingung, Joe menyentuh dahi Aeleasha lalu bergumam tidak jelas.


"Tentu saja kamu akan menikah." Jawab Joe, Aeleasha tadi hanya menganggukkan kepalanya tiba-tiba melototkan matanya tidak percaya.


"Menikah apanya?" Pekik Aeleasha, Joe yang ada didepan tersenyum senang tangannya terangkat menunjuk Aciel yang berdiri ditengah pintu dengan jas pengantian berwarna putih. Aciel berjalan menghampirinya dan menarik tangan Aeleasha.


Aeleasha menepis tangan Aciel, "Apa yang anda lakukan?" Ketus Aeleasha tidak suka, Aciel mendekatkan wajahnya ke wajah Aeleasha hingga meninggalkan beberapa centi saja.


"Tentu saja menikah." Jawab Aciel menggenggam tangan Aeleasha. Aeleasha mengelengkan kepalanya tidak mau, Aeleasha kaget kemana baju tidurnya, kenapa mendadak berubah menjadi gaun pernikahan.


"Tidak mau." Teriak Aeleasha yang tiba-tiba berdiri dengan mata terbuka lebar membuat maid yang mendandaninya terkejut dan Joe yang duduk disamping sofa memperhatikannya juga ikut kaget.


Aeleasha bernapas dengan ngos-ngosan. Dia sedikit celingukkan memperhatikan sekelilingnya, dirinta tidak berdiri dikarpet merah dan tidak ada Aciel disana juga.


Aeleasha bernapas lega, tatapan aneh ditujukan pada dirinya. Aeleasha mengangkat kepalanya bingung. Joe menghampiri Aeleasha lalu mengecek suhu badannya, tidak ada yang aneh dengan Aeleasha, suhu badannya normal bahkan sangat normal.

__ADS_1


Aeleasha menatap Joe dengan tatapan bingung, tapi matanya malah menangkap bayangan seorang wanita cantik dengan dress biru laut yang bagian atasnya terbuka memperlihatkan tulang selangkanya, dress yang panjangnya selutut dengan sedikit manik-manik putih dibagian dadanya.


Aeleasha mendekati cermin, memperhatikan wajah itu. Wajah yang sudah diberi make up yang sangat tipis dan juga natural membuat dirinya terlihat dewasa. Matanya yang diberi sedikit eyeshadow biru muda dan bibirnya yang peach. Aeleasha tidak kenal wajah siapa yang ada didepannya ini.


"Kak Joe, kenapa aku didandanin?" Tanya Aeleasha, teringat mimpi yang tadi dimimpikan, mimpi yang sangat nyata.


"Nanti aku akan menjelaskannya padamu, biarkan mereka melakukan tugasnya dengan benar." Jelas Joe, mendudukkan Aeleasha kembali ke bangku tadi. Maid mendekatinya lagi, mereka merapikan rambut Aeleasha dan menaruh sedikit aksesoris pada rambutnya.


Mereka keluar dari kamar Aeleasha setelah semua pekerjaan mereka selesai. Rambut Aeleasha yang sedikit digelombangkan dan disampingkan kekiri dan bintang putih bertaburan dirambutnya membuat dia terlihat sangat cantik dan juga imut.


"Karena semuanya udah selesai, kita pergi ketempat tujuan sekarang juga." Kata Joe, menggandeng tangan Aeleasha dan membawa dia keluar dari kamar.


Joe dan Aeleasha memasuki mobil spot merah milik Joe dan melaju meninggalkan bangun yang tadi. Aeleasha memperhatikan baju Joe, kakaknya berpakaian jas terlihat sangat rapi.


"Kita mau kemana?" Tanya Aeleasha bingung, ini tidak mungkin sesuai dengan mimpinya, kan? Joe tersenyum misterius membuat Aeleasha makin takut sekaligus penasaran.

__ADS_1


__ADS_2