Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 43


__ADS_3

Aeleasha menyanga wajahnya menggunakan tangannya, bola matanya menatap keluar jendela. Sudah 10 menit dia menunggu disini, kafe yang dipenuh dengan pasangan yang sedang berkencan.


"Mataku sangat sakit melihat mereka." Gumam Aeleasha dalam hatinya, memilih memalingkan wajahnya dari pada melihat pasangan yang ada didalam kafe bermesraaan.


"Maaf aku telat Nona." Suara bariton yang dingin terasa sangat menusuk gendang telinga Aeleasha. Pria itu menarik kursinya dan duduk didepan Aeleasha.


"Bukan Telat tapi sangat telat." Cibir Aeleasha mengalihkan wajahnya, secara tidak sengaja mata mereka berdua bertemu. Mata Aeleasha membulat tidak percaya dan pria itu juga sama.


"Aeleasha, Tuan Aciel." Kata mereka berdua bersamaan, Aciel menaruh tangannya diatas meja menyangawajahnya dan senyuman terbit dibibirnya, Aeleasha malah terbengong.


"Dunia ini benar-benar sempit, yah." Kekeh Aciel, Aeleasha tersenyum gugup entah kenapa jantungnya mendadak berdetak sangat kencang


"Tapi kenapa, apa yang didiskripsikan oleh ayah sangatlah berbeda yah... Dia bilang kalau dia adalah wanita yang sangat angun dengan rambut pirang dan hidung yang sedikit pesek " Jelas Aciel mengamati wajah Aeleasha.

__ADS_1


"Aah... Aku lupa bertanya dengan Dady siapa namanya." Teriak Aeleasha dalam hatinya, tapi wajahnya masih tersenyum seperti biasa.


"Ah... Seperti orang yang anda diskripsikan ada dimeja sebelah tuan dan orang yang bersama anda adalah partener saya." Jawab seorang pria yang membelakangi Aeleasha, Aeleasha segera mengalihkan wajahnya melihat kesampingnya.


"Tuan Alvaro." Kata Aeleasha spontan, pria itu tersenyum tipis. Tuan Alvaro tidak mengira kalau Aeleasha masih mengingat namanya.


Aciel menatap Aeleasha dan Tuan Alvaro bergantian, entah kenapa suasana ini terasa seperti dejavu baginya. Aciel tidak ikhlas membiarkan mereka berdua bersama, dia tidak mau membiarkan orang lain merebut miliknya.


"Anda bisa pindah dari tempat saya?" Tanya Tuan Alvaro dengan senyuman tipis dibibirnya, Aciel bangun dari kursinya dan duduk dimeja yang jaraknya terletak 3 kursi dari meja yang tadi dia duduki.


"Hello?" Tuan Alvaro melambaikan tangannya didepan wajah Aeleasha karena Aeleasha terlihat bengong.


"Iya?" Tanya Aeleasha yang sadar dari lamunannya, dia tersenyum kaku karena mata Tuan Alvaro seperti tengah mengamati wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak tau ternyata dibalik sosok dokter itu ada sisi wanita preman juga." Ungkap Tuan Alvaro, Aeleasha mengedipkan matanya berkali-kali.


Dan sekarang Aeleasha tau kenapa Tuan Alvaro menyebutnya preman karena riasan wajahnya. Aeleasha memakai eyeshadow berwarna coklat, bintang yang tertempel dibawah matanya dan lipstik berwarna hitam. Aeleasha juga memakai wig berwana pirang dengan ujung rambutnya berwana pink tua.


Aeleaaha tersenyum kecut, melepaskan rambut palsu yang dipakainya dan mengeluarkan tisu basah yang ada pada tasnya dan menghapus semua make up yang dia pakai. Sekarang wajahnya polos tidak ada make up sama sekali tetapi tidak juga mengurangi kecantikannya.


Aciel tidak memperdulikan pasanganya, pikirannya tertuju pada Aeleasha. Aciel mengalihkan wajahnya kebelakang, matanya menangkap kalau Aeleasha dan Tuan Alvaro berdiri dari tempat duduk dan keluar dari kafe entah menuju kemana.


"Tuan Aciel?" Panggil wanita itu karena dari tadi Aciel tidak memperdulikannya bahkan hanya sekedar meliriknya saja tidak Aciel lakukan, Aciel selalu saja menoleh kebelakangnya disela-sela pembicaraan.


"Tuan Aciel, jika anda tidak suka dengan kencan ini, untuk apa anda datang? Cuma untuk menyetor wajah?" Sindir wanita itu, berdiri dari tempat duduk lalu melangkah pergi meninggalkan Aciel yang masih fokus memperhatikan Aeleasha dan juga Alvaro yang tertawa disamping pintu mobil.


"Nona Betty sepertinya kencan ini kita akhiri saja." Jelas Aciel menatap kedepan tapi tidak ada orang disana. Aciel mengkerutkan keningnya, mengalihkan tatapannya keluar jendela, mobil hitam itu sudah menyala dan mulai bergerak.

__ADS_1


Aciel segara bangun dari duduknya berlari keluar dari kafe tapi mobil yang ditumpangi Aeleasha sudah melaju pergi. Aciel mendang ban mobilnya karena tidak bisa mengikuti mereka, ban mobilnya kempes entah siapa yang melakukannya.


"Sialan." Umpat Aciel, mengacak rambutnya frustasi. Kakinya kembali menendang ban mobilnya karena kesal.


__ADS_2