
Semenjak kejadian Aciel mengantar Aeleasha ke rumah sakit, Aeleasha mengalami sakit kepala yang luar biasa, hal itu membuatnya berusaha sangat keras mengumpulkan dan mencari informasi mengenai Aciel.
Semakin Aeleasha menggali lebih dalam semakin sakit kepalanya, pada akhirnya semua ingatannya tersusun kembali seperti potongan puzzle yang terpisah menjadi satu kembali.
Aeleasha mengingatnya sekarang, siapa sebenarnya Aciel dan apa bagi dirinya sehingga membuat jantungnya berdetak kencang, Aeleasha berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Aciel untuk sementara ini.
"Ayo pura-pura tidak mengenalnya." Gumam Aeleasha dalam hatinya, mencoba menanam perkataan ini sedalam mungkin di hatinya.
...****************...
"Selamat pagi, Dokter Aeleasha." Sapa para perawat yang berjalan lewat.
"Pagi." Balas Aeleasha dengan senyuman ramah, hari ini dia terlihat sangat senang. Kegelisahan yang menyelimuti dirinya akan hari esok sudah lenyap dari pikirannya.
Aeleasha sempat berpikir untuk tidak mau masuk pada hari rabu, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Aeleasha baru mulai kerja dirumah sakit selama 4 hari, tidak mungkin meminta izin pada hari ke-3.
Aeleasha makin senang, karena Aciel tidak menampakkan batang hidungnya pada hari ini dan berharap hari ini akan sama seperti kemarin. Maka rencananya untuk menghindar dan pura-pura tidak mengenali Aciel tidak akan mencolok.
Aeleasha menghentikan langkah, matanya terbuka lebar menangkap 5 sosok pria. Mereka memakai pakaian serba hitam dan kacamata hitam melekat dimata. Aeleasha tersenyum kecut dan mundur beberapa langkah, 5 pria itu tengah membelakangi Aeleasha bertanya pada Dokter dan suster.
__ADS_1
Aeleasha baru mau membalikan tubuhnya dan kabur, tapi malah bertabrakan dengan Andra. Untung saja Andra menangkap tubuh Aeleasha sehingga Aeleasha tidak jadi terjatuh.
"Anda tidak apa-apa Dokter Aeleasha?" Tanya Andra merasa bersalah, Aeleasha menaruh tangannya dibibirnya meminta Andra jangan berbicara dan tetap diam.
Andra mengerutkan keningnya bingung, memiringkan kepalanya melihat orang yang berpakaian baju hitam didepannya. Lalu menurunkan pandangannya kewajah Aeleasha yang masih dengan posisi yang sama, Andra tersenyum.
"Dokter Aeleasha anda sudah datang." Panggil Dokter junior dengan suara yang keras, Aeleasha mengigit bibir bawahnya kesal.
5 orang itu langsung mengalihkan mata mereka kearah suara, Aeleasha tersenyum kaku dan mengangkat tangannya menyapa mereka. 5 orang itu langsung berjalan mendekati Aeleasha.
"Nona Muda, anda harus ikut kami kembali ke Inggris sekarang juga, ini adalah perintah langsung dari tuan Wili." Kata Seseorang pria yang merupakan pemimpin dari 4 orang lainnya.
"Tidak mau." Jawab Aeleasha tegas, mengelengkan kepalanya tidak setuju, 4 orang tadi langsung mengelilingi Aeleasha siap dengan posisi masing-masing.
"Jangan paksa aku." Tegas Aeleasha, menatap tajam pria yang ada didepannya, pria itu memberikan kode pada rekannya.
"Maka jangan salahkan kami menggunakan kekerasan, karena tuan Wili sudah bilang kami harus membawa Nona kembali bagaimana pun caranya." Mereka berempat siap-siap diposisi untuk menyerang Aeleasha.
Aeleasha memasang wajah masam, dua orang dari mereka kalah karena Aeleasha memukulnya. Aeleasha melupakan pria yang ada didepan, dia tidak menyadari kalau pria itu berjalan mendekatinya.
__ADS_1
Buk
Pria itu memukul leher belakang Aeleasha, tubuh Aeleasha langsung melemas dan pingsan. Dia langsung menangkap tubuh Aeleasha, Dokter Andra yang melamun langsung tersadar dan mencoba menyelamati Aeleasha.
"Apa yang anda lakukan?" Tanya Andra mencoba merebut Aeleasha dari tangannya tapi dua pria yang ada dibelakang maju menghalangi Andra.
"Maaf atas kekacauan ini, tapi kami harus melaksanakan perintah." Kata Pria yang berdiri didepan Andra.
Empat orang langsung berbalik dan pergi menuju mobil hitam yang terparkir ditepi jalan. Pria yang belum pergi itu menepuk pundak Andra dan menyadarkannya karena dia melamun.
"Tuan, Nona kami akan izin untuk sementara waktu. Dia kabur dari hari yang sudah ditentukan tuan Wili. Ah.. Sepertinya Nona kami tidak akan kembali kesini lagi. Nanti akan ada orang yang mengurus barang-barangnya jadi biarkan saja dulu." Jelas Pria itu lalu berjalan pergi.
"Hari yang sudah ditentukan? maksunya pernikahan?" Ulang Andra bingung.
Mobil hitam itu berjalan meninggalkan rumah sakit, belum berapa jauh mobil itu pergi. Mobil Aciel memasuki Area rumah sakit, Dia turun dengan wajah senang.
Aciel yang baru saja masuk kedalam rumah sakit, bingung memihat Andra yang terduduk
dibangku tunggu sedang melamun. Dia tidak peduli langsung berjalan kemeja pendaftaran.
__ADS_1
" Apa Dokter Aeleasha ada? Saya mau mendaftarkan pengobatan dengan Dokter Aeleasha." Kata Aciel dengan nada dingin dan wajah datarnya itu.
Tapi Aciel tidak menyadari kalau ada senyuman tipis dibibirnya saking tipisnya itu tidak akan kelihatan jika kalau mereka memperhatikan dengan seksama.