Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 32


__ADS_3

"Acie. Aku kira kamu tidak akan datang." Tangan Joe menepuk pundak Aciel, tapi tatapan Aciel malah tertuju pada Aeleasha yang mengalihkan wajahnya kearah lain, pura-pura tidak mengenalnya.


"Siapa dia?" Tanya Aciel terus terang, Joe melirik Aeleasha yang tersenyum kaku. Joe terkekeh kecil dan berbisik ditelinga Aciel.


"Cantikkan." Goda Joe, menaikan kedua alisnya. Aciel menatap Joe dengan tatapan tajam.


"Ahaha... Aeleasha ini Aciel dia temanku sekaligus bos yang aku bilang itu." Kata Joe memegang pundak Aeleasha.


"Jangan pernah kasih tau atau pun bilang kalau aku pernah menjelekkannya, oke?" Bisik Joe ditelinga Aeleasha, Aciel melototkan matanya tidak suka melihat tindakan Joe.


"Aciel." Kata Aciel mengulurkan tangannya ingin berjabat, tapi Aeleasha terlihat sangat ragu untuk menjabatnya. Joe yang melihatnya tertawa kikuk, belum pernah melihat Aciel menyapa lebih dulu.


Aeleasha baru mau membuka mulutnya tapi suara pembaca acara yang nyaring membuat semua orang langsung mengalihkan perhatian mereka pada pembawa acara.


"Ladies and gentlemen, pada malam ini pemilik perusahaan terbesar kedua di Inggris sekaligus pemilik hotel ini. Tuan Wili Brewster, kami persilahkan." Kata Pembawa acara dan mereka semua bertepuk tangan menyambut Wili, Wili berjalan naik ke atas panggung.

__ADS_1


"Selamat malam. Terima kasih sudah hadir dalam upacara perayaan ulang tahun berdirinya perusahan M and W. Disini saya akan mengumumkan sedikit kejutan yang akan disampaikan oleh Joe Brewster." Jelas Wili, Joe segera naik ke atas panggung, lalu orang-orang mulai berbisik lagi.


"Apa dia akan mengumunkan keberadaan istrinya."


"Beruntung sekali wanita itu."


Bisik mereka satu sama lain. Aciel yang sudah tidak tahan lagi, berjalan mendekati wanita yang memakai gaun biru tua itu lalu menariknya ke ruangan yang lain tapi langkah kakinya berhenti bergerak karena wanita itu mengeluarkan suara.


"Kenapa anda menarik tangan saya." Katanya tidak suka, Aciel menelan salivanya dengan kasar, suara itu bukan suara Aeleasha. Dia mengalihkan tatapannya secara perlahan.


Aciel mengaruk kepalanya yang tidak gatal, tadi tangannya sudah benar menarik tangan Aeleasha. Lamunan Aciel tersadar saat suara Joe sudah mulai terdengar.


"Selamat malam semuanya. Disini saya akan memperkenalkan seseorang, Aeleasha Brewster. Adikku sekaligus putri tunggal dari perusahan M dan W ini." Kata Joe, semua orang langsung mulai ribut memandang Aeleasha yang sedang duduk manis dengan tatapan aneh.


Aeleasha meminum jusnya dengan perasaan yang tidak nyaman karena tatapan itu. Aciel memasang wajah kaget sekaligus tidak percaya, wanita itu bukan Aeleasha Alister tapi Aeleasha Brewster.

__ADS_1


"Silahkan menikmati acaranya." Joe tersenyum tampan menampilkan sedikit gigi putihnya, berjalan turun dari panggung. Joe menghampiri Aciel yang sedang melamun karena pikirannya sedang kacau dalam membedakan kenyataan atau khayalan.


"Aciel, kenapa kamu berdiri disini gak mau duduk?" Sindir Joe, Aciel menatapnya dengan tatapan aneh. Hal itu membuat ada beberapa keringat dikening Joe.


"Kamu bilang tadi, dia adikmu?" Ulang Aciel lagi, Joe menganggukkan kepalanya dengan antusias.


"Keluarga Alister mengadopsinya, aku baru mengetahuinya faktanya setelah kejadian menyelamatkannya 7 tahun lalu." Jelas Joe, Joe memiringkan kepalanya bingung, Aciel terlihat sangat terkejut.


"Adikku itu sangat cantik, aku tidak akan membiarkan pria brengsek mendekatinya." Joe berkata dengan sangat bangga. Matanya mulai menyipit tajam saat melihat ada dua pria asing yang sepertinya mau mengajak adiknya berbicara.


"Aku pergi dulu." Joe mengucapkannya dengan dingin, ada api hitam menyala dibelakang punggungnya. Orang-orang memilih menjauh dari Joe karena punggung mereka mendadak merinding ketika Joe lewat.


"Dokter David." Panggil Aeleasha berdiri dari tempat duduknya mengejar David yang berjalan kearah meja yang terpenuhi dengan makanan.


Aeleasha memasang wajah kesal, "Kenapa Dokter memberitaukan dimana aku bekerja?" Selidik Aeleasha, David tersenyum kaku, tidak bisa bilang kalau Dadynya membeli rumah sakit dan mengancamnya akan memecatnya dari rumah sakit.

__ADS_1


"Ah... Aku hanya berharap kamu segera kembali ke rumah sakit yang ada disini, calon menantu." David mengedipkan matanya, Aeleasha merinding mendengarnya.


__ADS_2