Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chpater 48


__ADS_3

Jam 5 subuh


Mobil hitam Joe melaju melewati jalanan yang sepi, disampingnya ada Aciel yang sedang menyetir dan Joe yang terus memperhatikan GPS mobilnya yang sudah dihubungkan dengan laptob Tomy.


GPS itu menampilkan lokasi mobil Joe dan juga jalan menuju lokasi letak ponsel Aeleasha. Mobil itu terus melaju menerobos kegelapan dan memasuki hutan pinus. Cahaya Mobil mengenai mobil yang terparkir tidak jauh disana.


Mobil itu berhenti, Joe dan Aciel keluar dari mobil. Lampu mobil yang menyala membantu Joe dan Aciel bisa melihat didalam hutan sana. Aciel mendekati mobil taksi itu memeriksa apa ada yang aneh. Joe mengeluarkan ponselnya, dia menelepon ponsel Aeleasha.


Drett...


Suara ponsel Aeleasha, Joe mengalihkan tatapan kearah benda pipih yang terletak ditanah, memancarkan cahayanya. Joe mendekati ponsel itu, ponsel itu terletak tidak jauh dari mobil.

__ADS_1


Bahkan ada kaca yang pecah berhamburan disekitar ponsel dan disampingnya terdapat sandaran yang ada pada bangku mobil. Joe memunguti ponsel yang layar kacanya retak entah karena apa, Aciel menghampiri Joe yang sedang berjongkok memperhatikan ponsel Aeleasha.


"Joe, Aku menemukan tas Aeleasha dalam mobil dan juga kaca depan mobil pecah seperti dilempar entah menggunakan apa." Jelas Aciel, tangannya memegang tas Aeleasha.


Bagaimana Aciel bisa tau itu tas Aeleasha? Karena gantungan yang melekat ditas itu mempunyai tulisan Aeleasha. Dan Juga Aciel menemukan Kartu identitas, tanda pengenal, dan juga kartu-kartu lainnya didalam dompet.


"Ini tas Aeleasha, tapi dimana orang?" Tanya Joe, disangat mengenal tas itu karena itu pemberiannya. Joe mengedarkan pandangan dia bingung sekarang dimana dia harus mencari adiknya ini.


"Kamera." Gumam Joe, dia berlari kemobil taksi itu dan duduk dibangku sopir. Joe sempat bingung kemana tempat sandarannya tapi dia acuhkan karena harus memeriksa sesuatu dulu.


Joe menemukannya kamera tersembunyi yang ada disetiap mobil. Dia menyambungkan kabel yang ada didalam mobil ke ponselnya, Aciel duduk disamping Joe memperhatikan video yang tengah loading itu.

__ADS_1


Terlihat seorang supir, dan dibelakangnya ada seorang wanita memakai baju berwarna biru laut bertulisan Happy. Wanita itu adalah Aeleasha, yang tengah sibuk mencoba menelepon orang. Lalu beberapa menit mulai panik, dia bahkan meminta sopir untuk putar balik tapi diabaikannya.


Semua yang terjadi kini berputar bagaikan film diponsel Joe, Mereka juga memperhatikan Aeleasha yang menutup hidungnya, lalu memecahkan kaca depan mobil. Aeleasha bukanlah wanita bodoh, dia tau jika kakaknya pasti akan mencarinya jadi mencoba menelepon keluar sehingga dirinya bisa dilacak.


Joe memukul setir mobil berkali-kaki, amarahnya tidak akan redah jika dia tidak menemukan dalang dari semua penyebab ini. Sementara Aciel mengepalkan tanganya dengan sangat erat sampai jari kukunya memutih karena menahan amarahnya.


"Sialan." Maki Aciel dan Joe dalam hati mereka, mereka tidak akan melepaskan orang itu dengan mudah tapi membuat orang itu terasa seperti dineraka.


"Ayo kita laporkan pada polisi sekarang juga." Geram Joe, dia keluar dari mobil taksi itu disusul dengan Aciel, mereka meninggalkan lokasi tersebut.


Joe menyalakan mobilnya, langit sudah mulai sedikit terang karena perjalanan yang mereka tempuh sangatlah jauh. Aciel menyernitkan keningnya bingung saat dia meninggalkan hutan pinus, ditengah jalan dia melihat sebuah rumah tua yang terletak tidak jauh dari sungai dan juga hutan pinus yang berada diseberang sungai.

__ADS_1


Matanya terus memperhatikan rumah tua itu karena sinar matahari terbit membuat rumah itu sangat mencolok matanya. Joe tidak menyadarinya, dia fokus menyetir. Tadi dia tidak melihat rumah itu karena keadaan masih gelap.


__ADS_2