Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 27


__ADS_3

Mobil terus melaju dengan cepat ke tempat tujuan, Aeleasha ingin sekali menjambak rambutnya, tapi tidak dapat di lakukan. Dia hanya akan membuat dirinya semakin malu.


"Aeleasha kamu udah gila yah? kamu ceritain masa lalumu kepada pria yang baru saja kamu temui tadi?" Teriak Aeleasha dalam hatinya, tiba-tiba si hitam muncul di sisi kiri kepala Aeleasha.


"Apa yang perlu malu? Angap saja kalian jodoh, kamu gak rugi, lihat wajahnya yang tampan itu." Kata si hitam, diselang yang sama sosok si putih muncul.


"Jangan dengarkan dia, kamu tidak tau apa yang di pikirkan pria itu jadi, jangan percaya." Teriak si putih mengangkat tangannya.


Terjadilah pertarungan batin, Aeleasha mengibaskan tangannya diatas kepalanya. Hanya membuat dirinya pusing saja, Aeleasha juga bingung kenapa dia malah menceritkan semua itu. Aeleasha tidak pernah menceritakan cerita ini pada siapapun termasuk Joe dan Dadynya Wili.


Semua tingkah dan tindakan Aeleasha tidak pernah lepas dari mata Aciel. Tangannya bersandar pada kaca jendela menopang wajahnya, untuk pertama kali senyuman terbit dibibirnya.


Aeleasha yang pikirannya kacau, tidak sengaja melihat senyuman itu, "Tuan anda harus sering tersenyum karena senyuman itu mengawetkan wajah." Keluh Aeleasha kini aura dokternya terpancar dengan jelas diwajahnya.


Senyuman itu langsung pudar dari bibir Aciel karena perkataan Aeleasha. Tapi Aeleasha sudah tidak memperdulikannya lagi, dia baru ingat dengan operasinya.


"Astaga." Pekik Aeleasha, tangannya merogoh ponselnya. Mencari pesan singkat yang dikirimkan dokter Andra tadi padanya dan menelepon dari sana.


"Hallo, Dokter Andra operasinya sudah dimulai?" Tanya Aeleasha sedikit merasa bersalah, mata elang Aciel meliriknya ternyata dugaannya benar.


"......"

__ADS_1


"Benarkah?" Aeleasha tersenyum senang, dia melupakan Aciel yang berada disampingnya, menatapnya dengan tatapan aneh.


"......"


"Tentu saja. Jika tidak, Dokter David akan menyeretku pulang." Canda Aeleasha tapi jika saja benar-benar terjadi itu akan menjadi kenyataan yang menyeramkan.


Aeleasha menelan salivanya dengan kasar mengingat hari dimana dia melakukan kesalahan dan Dokter Davib mulai mengoceh dengan sangat panjang dan lama, itu saja sudah sangat mengerikan apalagi membayangkan Dokter David menyeretnya pulang.


Aeleasha mengelengkan kepalanya, menghilangkan bayangan buruk itu. Matanya melirik keluar jendela dan ternyata mobil sudah terpakir didepan rumah sakit.


"Hahaha... Kalau begitu sampai ketemu lagi Dokter Andra." Kata Aeleasha memutuskan teleponnya, dia melirik Aciel yang terus menatapnya dengan tatapan selidik.


Aeleasha tersenyum kikuk, dia jadi sedikit canggung dengan Aciel apalagi Aciel menatapnya dengan tatapan tersirat yang terlihat cukup aneh dimata Aeleasha.


"Terima kasih atas tumpangannya tuan." Kata Aeleasha, dia membuka pintu mobil, dan berdiri diluar siap-siap menutup pintu.


"Aciel Aarava Carnier. Itu namaku Aeleasha." Aciel tersenyum hangat menatap Aeleasha, Aeleasha sudah selesai menutup pintu.


Mobil Aciel bergerak melewati Aeleasha, Aeleasha menatap mobil itu dengan tatapan aneh. Tangannya mulai gemetaran tapi dia mencoba menahannya, jika saja bukan karena pintu mobil yang menutup tubuhnya mungkin Aciel bisa melihatnya.


Aeleasha berjalan menuju taman rumah sakit dan duduk dikursi taman, saat ini pikirannya kosong. Tangannya masih gemetaran, Aeleasha menutup kedua mulutnya tidak percaya.

__ADS_1


"Aciel Aarava Carnier?" Ulang Aeleasha menatap bunga kecil berwarna kuning yang tumbuh disela-sela batu bata putih.


"Pantas saja dia tau kalau aku sudah menikah, bahkan aku juga tidak ragu untuk menceritakan. Ternyata dia Aciel Aarava Carnier." Aeleasha menertawakan dirinya, dia terikat dengan masa lalunya lagi.


"Dokter Aeleasha?" Panggil Andra yang sedang mengelilingi taman rumah sakit, dia hanya mau mencoba melakukan apa yang Aeleasha katakan dulu. Aeleasha berdiri, berjalan menghampiri Andra.


...****************...


Aciel keluar dari mobilnya, berjalan dilobi. Para karyawan merinding melihat Aciel yang berjalan melewati mereka sebelum masuk kedalam lift. Beberapa karyawan mundur beberapa langkah, menjaga jarak dari Aciel.


Aciel masuk kedalam ruangannya, Joe yang sedang bersandar pada sofa meliriknya. Joe membelakkan matanya kaget, dia langsung duduk dengan posisi tegak.


"Ini belum hari kiamat,kan?" Tanya Joe, Aciel meliriknya dengan tatapan tajam.


"Gila. Angin apa yang membuat manusia dingin ini tersenyum." Cicit Joe heboh, Aciel mengerutkan keningnya, dia melihat kaca jendela yang memantulkan bayangan dirinya tengah bersenyum.


Senyuman itu makin lebar ketika mengingat pertemuannya. Joe merinding melihat Aciel, dia bangun dari duduknya mau pergi diam-diam.


"Ah.. Aku sudah resegn hari ini, jadi besoknya aku tidak akan masuk kerja lagi. Kamu harus segera merekut sekertaris baru." Jelas Joe memunculkan kepalanya dibalik pintu.


"Hei... Bukannya kamu bilang bakal resegn 1 bulan lagi?" Tanya Aciel bingung, dia masih ingat kalau Joe bilang dirinya akan bekerja dengannya selama 1 bulan lagi.

__ADS_1


Joe menatap Aciel dengan tatapan bosan, "Yah itu karena permintaan seseorang. Jadi semua pekerjaanku sudah aku selesaikan dan taruh dimeja." Joe menunjuk berkas-berkas yang ada meja kaca, melambaikan tangannya dan pergi.


__ADS_2