Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 44


__ADS_3

Sebuah senyuman senang terukir diwajah seorang wanita berambut pirang yang tidak lain adalah pasangan Aciel tadi dikafe. Wanita itu tersenyum senang, bisa membalas Aciel walaupun hanya dengan mengempeskan ban mobil.


Dia yang bersembunyi dibalik dinding, pergi setelah menyaksikan kemarahan Aciel yang terus saja memaki ban mobilnya.


...****************...


Aeleasha membaringkan tubuhnya diranjang yang empuk, masih memakai pakaian yang dia pakai tadi. Matanya yang tertutup rapat dengan salah satu tangannya yang menutup matanya. Pikirannya kalut memikirkan apa yang Tuan Alvaro katakan padanya, perkataan itu terus saja berdengung didalam otaknya.


"Aku menyukaimu Aeleasha Brewster, jadilah pacarku dan menikahlah denganku."


Aeleasha bangun dari berbaringnya dengan helaan napas panjang, berjalan kearah kamar mandi berniat berendam untuk menghilangkan rasa lelah dan pikiran yang mengganggu dirinya.


...****************...


Sinar matahari menyelinap masuk disela-seka gorden membangunkan pria tampan pemilik kamar bernuansa abu itu. Matanya perlahan-lahan terbuka dan mengerjapkannya beberapa kali.


Pria itu meregangkan otot-ototnya yang kaku dan terlihat dengan jelas roti sobeknya yang tidak tertutup karena baju tidurnya yang dibiarkan terbuka. Tangan kekar mengacak rambutnya yang acak-acakkan, lalu melirik kearah jam yang menunjukkan pukul 6 pagi.

__ADS_1


Berjalan kekamar mandi, Pria itu sudah selesai dengan acara mandinya, kini dirinya tengah bersiap dengan pakaian formalnya. Rencana yang sudah dia pikirkan semalam akan dia utarkan hari ini juga, dia sudah tidak bisa menunggu lagi.


"Jangan Biarkan mereka menganggu lagi." Kata Pria itu dalam hatinya.


Dirumah Sakit Hospitaly


"Selamat pagi, Dokter Aelea." Sapa seorang perawat yang lewat dengan membawa buku rekapan medis.


"Pagi." Sapa Aeleasha dengan sedikit tersenyum, entah kenapa hari ini memiliki firasat kalau akan terjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.


"Hallo Dokter Aeleasha." Sapa Tuan Alvaro dengan style kantornya, Aeleasha tersenyum canggung. Pikirannya langsung teringat kejadian kemarin dimana Aeleasha langsung mengancam Tuan Alvaro jika berani berbicara mengenai tentang mengajaknya berpacaran ataupun menikah.


"Ti-Tidak ada." Jawab Aeleasha gelagapan, mengalihkan tatapannya, dia jadi tidak berani menatap mata Tuan Alvaro yang berwarna hazel seperti membawanya kedalam hutan yang sangat dalam.


"Dokter Aelea." Panggil seorang suster dengan buket tulip merah ditanganya. Aeleasha mengkerutkan keningnya, suster itu mengulas senyum penuh dengan kebahagiaan.


Suster itu memberikan bunga tulip yang ada dipelukannya kepada Aeleasha dengan senyuman yang penuh arti. Tuan Alvaro menatap mereka berdua secara bergantian, kini otaknya mulai berisi hal-hal buruk tentang Aeleasha.

__ADS_1


"Ada seorang pria tampan yang memberikan bunga ini padamu." Bisik suster itu setelah Aeleasha memegang buket bunga tulip, suster itu pergi, usai memberikan bunga itu.


Aeleasha menatap bunga itu, matanya melihat ada sepucuk surat didalam bunga, "Kalau begitu saya keruangan saya dulu." Kata Aeleasha lalu melangkah pergi menuju ruangannya.


Meninggalkan Tuan Alvaro dengan sejuta pertanyaan diotaknya, bahkan keningnya sedikit berkerut memikirkan bunga yang ada di tangan Aeleasha.


Aeleasha menaruh bunga itu dimejanya lalu duduk dikursinya menatap tulip merah itu dengan tatapan seakan bunga itu bisa memberikan penjelasan yang sangat-sangat jelas padanya.


"Apa pengirim bunga ini dan bunga kemarin orangnya sama?" Gumam Aeleasha tangannya menarik surat itu dari tempatnya.


Tangannya membukanya dan matanya dengan teliti membaca setiap kata dengan baik dan mencernanya dengan jelas.


...*Kepada Nona Aeleasha Brewster, aku ingin mengajak kamu bertemu dikafe Xy saat jam makan siang. Dan membicaraka hal penting denganmu mengenai perasaanku ini......


^^^tertanda^^^


^^^Aciel Aarava Carnier*^^^

__ADS_1


Aeleasha mengosok matanya berkali-kali dan mengulang membaca kertas itu lagi. "Aku gak salah bacakan ini?" Tanya Aeleasha dalam hatinya, membuka dan menutup kembali kertas itu memastikan penglihatannya.


__ADS_2