Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Special Chapter 1


__ADS_3

Acara pernikahan masih terus berjalan, Aciel sibuk berbincang-bincang dengan kliennya. Aeleasha yang kelelahan memberitau pada Enika kalau dirinya mau istirahat dulu pergi menuju hotel yang sudah disiapkan.


Aeleasha langsung melemparkan tubuhnya ke kasur yang empuk begitu dia menutup pintu, baru kali ini dia merasa dapat bernapas tenang dan bisa istirahat dengan nyaman.


Aciel yang menyadari kalau Aeleasha tidak lagi di tempatnya menghampiri Enika yang bercanda dengan Melisa. Enika ingin sekali mengoda Aciel yang wajahnya diselimuti kekhawatiran.


"Mom, Apa kamu melihat Aeleasha?" Aciel mengerutkan keningnya, Enika tersenyum mengoda.


"Tadi Momy liat ada seorang pria yang menariknya keluar." Jawab Enika menaruh jari telunjuknya dibibirnya, Aciel menghela napas capek.


Disaat begini Momy masih saja sempat mengoda dirinya padahal dia ingin memastikan kondisi Aeleasha sekarang.


"Mom." Enika terkekeh lucu, Melisa yang kasian dengan Aciel menepuk bahu Aciel dan berbisik pelan di telinga Aciel.


Senyuman menyunging dibibir Aciel, dia dengan cepat pergi menuju hotel dimana Aeleasha berada.


Ceklek


Aeleasha yang baru selesai mandi berjalan keluar dari kamar mandi, dia dikagetkan dengan Aciel yang bersandar pada dinding menatapnya dengan tatapan aneh.

__ADS_1


"Apa kamu tidak bisa memberitahukan dulu kemana kamu pergi?" Aciel berjalan memeluk Aeleasha dengan erat.


"Aku hanya mau istirahat sebentar, lagi pula Aciel sedang sibuk mengurus sesuatu." Jelas Aeleasha membalas pelukan dari Aciel.


Aciel melepaskan pelukannya setelah merasa baterainya terisis penuh, dia kini memperhatikan pakaian yang dipakai Aeleasha.


"Ngomong-ngomong, Aciel kenapa dilempari pakaian hanya ada kemejamu dan pakaian yang kekurang kain?" Tanya Aeleasha, Aciel membuka lemari baju.


Dia tau siapa yang melakukan ini, pasti ulah Momynya yang mengisi lemari dengan kemejanya dan baju tidur seksi. Aciel melirik Aeleasha yang memakai piyama nyaman yang menutupi seluruh tubuhnya bahkan ada topi berbentuk telinga kucing juga.


Aciel bernapas lega, untung Aeleasha tidak memakai baju yang ada didalam lemari jika Aeleasha memakainya entah apa yang akan dilakukan jika ada orang lain yang melihatnya.


Aeleasha berdiri membalikkan badannya, disaat yang bersamaan Aciel baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya memperlihatkan perut Aciel.


Aeleasha dengan cepat membalikkan badannya, telinganya memerah malu. Aeleasha membalikkan badannya menghadap kearah Aciel dengan satu tangannya menutup kedua matanya.


"Pakai ini." Aeleasha melemparkan baju yang ada ditangannya, dia mengintip disela-sela jarinya memastikan apa Aciel sudah masuk ke kamar mandi atau belum.


"Kenapa aku harus memakainya?" Tanya Aciel menggantungkan baju itu ditempat gantungan, Aciel yang tersenyum nakal membuat Aeleasha mengambil beberapa langkah untuk mundur.

__ADS_1


Aeleasha yang terus mundur tidak sadar kalau ada kasur dibelakangnya, Aciel. yang melihatnya dengan gesit mencoba menangkap Aeleasha yang terjatuh ke atas kasur.


"Kyaaa.." Teriak Aeleasha menutup kedua matanya dengan rapat, Aciel berhasil menangkap tubuh Aeleasha tapi karena kakinya yang tidak seimbang itu membuat dirinya ikut terjatuh juga.


Aeleasha mengedipkan kedua matanya berkali-kali, kini Aciel berada diatasnya, kedua lengan Aciel yang kokoh menahan berat badannya agar tidak menimpa tubuh Aeleasha.


Wajah Aeleasha segera memerah karena posisi mereka yang canggung, kedua tangan Aeleasha terangkat ingin mendorong tubuh Aciel tapi tubuh Aciel sama sekali tidak bergerak, Aeleasha yang sadar kalau dia menyentuh tubuh Aciel dengan cepat menarik tangannya.


"M-maag aku gak sengaja." Gagap Aeleasha, sekarang ini dia sangat bingung harus berbuat apa.


"Ck.. Siapa sih yang memberikan kamu piyama ini?" Aciel risih melihat piyama Aeleasha yang sangat tertutup.


"Kak Joe, dia membelikannya sebanyak 3 helai dan itu masing-masing berpasangan." Jawab Aeleasha dengan jujur, matanya tidak bisa melihat kearah Aciel.


"Dasar Joe." Maki Aciel dalam hatinya, Joe pasti akan melakukan segala cara untuk membuatnya kesal saja.


"Aeleasha, kau tau malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untukmu." Bisik Aciel di telinga Aeleasha dengan nada sensual.


Aeleasha melakukan kontak mata dengan Aciel, dia bisa melihat senyuman dan tatapan aneh yang terlukis diwajah Aciel. Entah kenapa Aeleasha merasa itu akan sangat buruk untuk nya.

__ADS_1


"Ha ha.." Aeleasha tertawa kikuk mencoba memahami apa yang Aciel maksudkan, Aeleasha baru mengerti setelah subuh datang menghampirinya. Hari ini malam benar-benar yang sangat panjang.


__ADS_2