Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 52


__ADS_3

"Aeleasha!." Teriak Aciel kaget saat tubuh Aeleasha jatuh kedalam dekapannya. Aciel panik karena wanita itu tidak mengeluarkan suara apapun padahal dia sudah memanggil namanya beberapa kali.


"Astaga... Apa yang terjadi?" Tanya Dokter David yang berdiri diambang pintu, dia menatap Aciel dengan tatapan menusuk. Dokter David berjalan mendekati lalu membaringkan Aeleasha.


"Dok-" Perkataan Aciel dipotong Dokter David dengan dinginnya.


"Anda bisa meninggalkan ruangan ini karena saya harus memeriksa pasien." Usir Dokter David, dia mulai sibuk sendiri. Aciel hanya bisa menghela napas berat dan berjalan dengan pelan.


Selesai memeriksa Dokter David menarik napas dengan panjang lalu menghembuskannya dengan sangat berat. Ternyata 'itu' sudah tidak bisa membantu Aeleasha, ada seseorang yang sengaja membuat ingatan buruk itu muncul lagi. Dokter David menyuntikkan obat penghilang rasa sakit.


"Aku harus melaporkannya pada Tuan Joe." Gumam Dokter David, berjalan keluar meninggalkan ruangan Aeleasha.

__ADS_1


......................


Aeleasha membuka matanya, tangannya memijit keningnya yang masih sedikit berdenyut. Aeleasha langsung mengalihkan matanya kearah suara yang tidak asing menurutnya.


Seorang wanita sedang tersenyum manis sambil menuangkan air minum, Aeleasha mencoba duduk, dan memperhatikan wajah wanita itu. Wanita itu menyodorkan air yang dituangkannya.


"Minumlah, wajahmu sangat pucat Aeleasha." Kata Wanita itu, Aeleasha menerima gelas yang berisikan air itu. Dia tidak meminumnya tapi malah menatap air yang ada didalam gelas.


Aeleasha menghentikan niatnya untuk meminum air yang diberikan, hidungnya mencium ada sesuatu yang aneh dengan minumnya. Wanita tadi sempat menyeringai melihat Aeleasha mau meminumnya tapi dia berdecak kesal saat Aeleasha tampak mulai ragu-ragu.


"Anda siapa?" Tanya Aeleasha, menaruh gelasnya dinangkas disamping kasurnya. Wanita mengigit bibirnya saking geramnya.

__ADS_1


"Aku Fika, Momy tirimu." Kata Fiki sambil melototkan matanya, Aeleasha memegang kepalanya yang makin terasa sakit setelah mendengar nama itu.


"Apa hidupmu bahagia Aeleasha? Owh... Tentu kamu bahagia. Hidup dengan kaya raya dan mendapatkan banyak kasih sayang seperti yang kamu ingin." Fika mencengkram dagu Aeleasha dengan sangat kuat, matanya dengan sinis menatap mata Aeleasha.


"Kamu hidup dengan sangat nyaman, sementara aku dan putriku malah hidup menderita setelah dirimu keluar dari rumah. Aku yang hidupnya penuh dengan kemewahan kini harus tinggal disebuah gubuk tua selama tujuh tahun itu karena dirimu." Kata Fika dengan sinisnya, bola matanya seakan mau keluar dari tempatnya.


"Aku kini menemukan dirimu, aku harus menyiksamu sampai puas sekarang." Fika melepaskan cengkramannya dengan kasar, dia mencabut infus yang ada ditangan Aeleasha dengan sangat kasar hingga membuat tangan itu berdarah.


"Ugh..." Ringis Aeleasha, dia sedang memutar otaknya agar bisa keluar dari situasi ini walaupun kepalanya terasa sangat sakit.


"Aku sudah sangat senang mengetahui kamu menderita penyakit kanker otak, tapi kenapa kamu masih hidup dan belum mati juga. Seharusnya kamu meminum air itu biar aku tidak perlu repot-repot turun tangan untuk membunuh dirimu ******." Teriak Fika, tangannya mencoba mencekik leher Aeleasha tapi wanita itu tidak diam dia terus melawan tangan Fika.

__ADS_1


Plak


Satu tamparan melayang dipipi Aeleasha, ada tanda merah dipipi itu. Fika mengambil gelas yang berisi air tadi, dan memaksa Aeleasha meneguk habis minuman itu walaupun Aeleasha menutup mulutnya dengan rapat.


__ADS_2