Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 95


__ADS_3

Mobil Van berwarna hitam yang membawa Aeleasha berhenti di tengah jalan yang sudah jarang orang pakai, Seorang pria keluar dari mobil sambil menggendong Aeleasha. Pria kekar itu sedikit celingukkan melihat sisi kiri dan kanannya memastikan apa ada orang atau tidak.


Merasa situasi nya aman pria itu langsung membaringkan Aeleasha disana, lalu berjalan pergi meninggalkan Aeleasha yang masih dalam keadaan pingsan.


Mobil Van itu melaju meninggalkan lokasi, baru beberapa menit mobil Van itu pergi, sudah datang mobil putih dari arah yang berlawanan. Mobil itu mulai melambat dan berhenti tidak jauh dari tempat Aeleasha berada, ban mobil mengalami kebocoran.


"Ada apa?" Tanya Aciel, mata elang miliknya masih fokus pada tabloid yang ditangannya. Pak supir segera keluar dari mobil memeriksa apa yang terjadi.


"Pak, seperti ban mobil bocor." Jawab pak supir memperhatikan ban depan mobil, Aciel mengangkat kepalanya melihat keluar jendela mobil, jalanan sangat sepi tidak ada orang yang lewat.


"Kita sekarang ini berada dijalan Tatinula, jalan yang sudah jarang dipakai orang, pak." Jawab pak supir, Aciel berdecak kesal. Sekarang dia sedang terburu-buru mau menemui kliennya yang menunggu.

__ADS_1


Niat Aciel mengambil jalan pintas agar lebih cepat tapi nyatanya hanya membuat dirinya terlambat saja. Aciel keluar dari mobil, melepaskan dasinya yang mencekik leher.


"Sialan." Maki Aciel, mengedarkan pandangannya keseluruh arah. Keningnya berkerut, matanya bisa melihat ada sesuatu yang tengah berbaring disana.


"Pak supir, apa kamu melihat sesuatu disana?" Aciel mengangkat tangannya menunjuk tempat yang dilihatnya tadi, pak supir yang mengeluarkan ban cadangan berhenti sejenak mendekati Aciel.


"Itu kucing kali Pak." Jawab pak supir itu, memperhatikan arah tangan yang ditunjuk Aciel.


"Emang ada kucing sebesar itu?" Geram Aciel, dirinya yang penasaran berjalan mendekat. Pak supir juga ikut dibelakangnya, jika saja Tuannya dalam masalah maka dirinya sendiri yang sulit.


Aciel makin kaget sekaligus khawatir ketika melihat wajah orang ini, tangan Aciel yang gemetaran menepuk pipi Aeleasha. Aciel sangat khawatir karena ada darah diwajah Aeleasha.

__ADS_1


"A-Aelea?" Panggil Aciel, pak supir yang tidak mengerti situasi dimana Aciel yang berlutut memeluk Seorang wanita dipelukkannya menggaruk kepalanya. Aciel yang panik langsung menggendong Aeleasha dan berlari mendekati mobil.


"Cepat buka pintunya, dan perbaiki mobilnya." Bentak Aciel, pak supir yang dibentuk langsung bergerak cepat. Aciel yang duduk di kursi mobil mengambil ponsel miliknya yang terletak tidak jauh dari sana.


"Argh..." Aciel membanting ponselnya kesal, tidak ada jaringan sama sekali diponselnya pada situasi sangat genting saat ini.


Aciel mencoba mengendalikan amarahnya, tangannya terus menepuk pipi Aeleasha dengan pelan dan memanggil nama Aeleasha. Aciel memeriksa pernapasan Aeleasha, Aciel yang baru sadar kalau Aeleasha pingsan segera memperbaiki posisi.


Aciel membaringkan Aeleasha pada posisi kaki lebih tinggi, membuka kancing atas baju agar Aeleasha lebih leluasa bernapas. Aciel mencoba mengingat kembali bagaimana melakukan pertolongan pertama pada orang pingsan.


"Pak, mobilnya sudah selesai." Jelas pak supir, Wajah Aciel penuh dengan kekhawatiran, dia bingung tidak tau harus berbuat apa semua yang dirinya pelajari hilang dari otaknya.

__ADS_1


"Cepat, kita kerumah sakit sekarang." Perintah Aciel, pak supir menyalakan mobil dan memutar balik arah mobil kearah mereka datang.


"Bertahanlah, Aeleasha." Aciel menggenggam tangan Aeleasha dengan erat, Aciel tidak tau sudah berapa lama Aeleasha pingsan.


__ADS_2