Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 49


__ADS_3

Aeleasha membuka matanya dengan perlahan, matanya terasa berat dan tenggorokkan terasa sangat kering sekaligus sakit. Seorang pria menghampiri Aeleasah yang masih dalam keadaan kurang sadar, seringai menghiasi wajahnya.


"Hallo, Nona kecil apa kamu sudah bangun?" Tanyanya dengan nada yang sinis, Aeleasha mendongakkan kepalanya menatap pria yang menyapanya.


"Apa kamu haus?" Tanyanya lagi, Aeleasha menganggukkan kepalanya dengan cepat. Kening Aeleasha sedikit berkerut karena pria itu malah tertawa sangat nyaring.


"Hahaha... Maaf." Katanya tapi dia malah tertawa lagi, Aeleasha menundukkan kepalanya, matanya melihat tangan dan kakinya diikat dikursi kayu dengan sangat kuat bahkan tangannya sampai membiru.


Tapi Aeleasha tidak merasakan sakit sama sekali, Aeleasha mengedarkan pandangannya keseluruh arah. Matanya membulat dengan sempurna, semua sisi gelap gulita hanya tempat dirinya duduk yang mempunya lampu.


"Apa kamu mulai takut?" Pria itu memiringkan kepalanya memperhatikan ekspresi Aeleasha, Aelasha menarik napas dalam-dalam mencoba menahan rasa takutnya agar tangannya tidak gemataran.

__ADS_1


"Dimana aku?" Tanya Aeleasha dengan tegas melototkan matanya. Salah satu alis pria itu terangkat, tersenyum aneh baru pertama kali ini dia menahan seseorang wanita yang berbicara dengan tegas tidak takut padanya tapi kakinya gemetaran.


"Lepaskan aku." Teriak Aeleasha memberontak, dia harus kabur dari sini. Pria itu mencengkram dagu Aeleasha dengan kuat agar Aeleasha tidak terus bergerak.


"Kenapa kamu menculikku? Aku tidak mengenalmu, aku bahkan tidak punya masalah denganmu." Teriak Aeleasha, kini tenggorokkannya makin sakit. Pria itu menguatkan cengkramannya agar Aeleasha tidak banyak bicara.


"Shuttt..." Pria itu menaruh jarinya dibibirnya, tangannya mengeluarkan sebotol air mineral dan membuka. Memaksa Aeleasha meminum air itu sampai habis, dia tersenyum senang saat botol itu sudah sepenuhnya kosong dan membuangnya ksembarangan arah.


Asap rokok mengelingi pria itu dan juga Aeleasha. Mengerakkan tubuhnya membuat bangku itu ikut bergoyang, Aeleasha meringis tangannya terasa sangat sakit sekang. Pria itu membalikkan badannya, dia menikmati teriakkan Aeleasha seperti sebuah melodi lagu yang sangat indah menurutnya.


"Kakak Joe, Kakak Aciel, Dady Wili selamatkan aku dari orang gila ini." Teriak Aeleasha ngeri melihat pria itu mendekatinya dengan membawa pisau tajam ditangan kanan.

__ADS_1


Pria itu meniupkan asap rokok itu didepan wajah Aeleasha, Pria itu menyeringai senang karena Aeleasha terbatuk-batuk karena asap rokok itu, tangannya memegang pisau bergerak ketangan kanan Aeleasha, pisau itu belum sempat mengenai kulit Aeleasha.


"Tuan.. Ada dua pria yang menerobos masuk kedalam, kita harus pergi Tuan sebelum mereka menemukan kita." Teriak seorang berlari mendekati mereka berdua, pria itu berdecak kesal lalu berdiri, berjalan pergi kearah sisi ruangan yang gelap meninggalkan Aeleasha yang masih terikat dikursi.


"Alfred.. itu namaku." Kata pria itu sebelum dia makin masuk kedalam kegelapan yang ada disana, Aeleasha berteriak histeri mendengar suara tembakan diluar sana, bahkan ada tikus besar yang berlari melawati kakinya.


Aeleasha menangis senggukkan melihat Joe dan Aciel berdiri tidak jauh dari pandangan matanya. Joe dan Aciel berjalan masuk bersaman ada sedikit darah diwajah Aciel maupun Joe.


"KakJoe Awas, dibelakangmu." Teriak Aeleasha.


DOR

__ADS_1


Suara tembakan menembak tepat dikepala dan darah keluar dari sana. Aeleasha menyaksikan semua itu dengan kedua matanya sendiri.


__ADS_2