Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik

Tuan Muda Yang Dingin Vs Dokter Cantik
Chapter 35


__ADS_3

"Aeleasha kamu gak apa-apakan?" Tanya Joe panik, Aeleasha duduk dengan kedua kakinya berada dibelakangnya. Cairan bening mengalir dikelopak matanya itu.


"Aeleasha kamu kenapa?" Aciel makin khawatir karena Aeleasha tiba-tiba menangis. Aeleasha mencoba berdiri, tapi lututnya menjadi becet karena jatuh dari tangga yang tinggal 10 anak tangga lagi agar sampai kelantai yang paling bawah.


Sehingga membuat dirinya kesulitan berdiri, Aeleasha mengangkat kepalanya, wajahnya sedikit tertutup anak rambutnya yang berantakan. Mata Aciel dan Joe membulat saat melihat kening Aeleasha mengeluarkan darah karena tergores.


"Aeleasha keningmu berdarah." Aciel mau menyentuh kening Aeleasha tapi Joe menepis tangan Aciel dan melototkan matanya.


"Jangan disentuh nanti infeksi." Tegas Joe, dia membantu Aeleasha berdiri, tapi Aeleasha terus memberontak ingin berlari keluar.


"Aeleasha kamu kenapa?" Joe menaikan sedikit suara, tatapan Aeleasha terlihat kosong saat matanya menatap mereka berdua bertemu. Tatapan itu kembali normal, didalam mata iu kini sudah terpancar sedikit cahaya.


"Kakak, Dady." Lirih Aeleasha, dia mengoyangkan tangan Joe, Joe mengkerutkan keningnya bingung. Cairan bening itu tidak berhenti keluar dari mata Aeleasha.

__ADS_1


"Kita harus kerumah sakit, sekarang." Teriak Aeleasha, Joe mencoba menenangkan Aeleasha tapi adikknya itu tidak juga tenang, malah makin menangis.


"Aeleasha tenanglah." Bujuk Aciel, Aeleasha meliriknya. Aeleasha menangis sengukkan, Joe memeluknya dan menepuk pundaknya agar Aeleasha bisa sedikit tenang.


"Udah mendingan?" Tanya Joe, Aeleasha menanggukkan kepalanya, "Ada apa?" Joe menghapus cairan bening yang berada dikelopak mata Aeleasha.


"Dady, kakak..." Aeleasha mengigit bibir bawahnya, "Dady mengalami kecelakan." Aeleasha mengatakannya dengan sangat pelan, dia memperhatikan wajah Joe tapi wajah itu tetap datar dan tenang.


"Oh... begitu." Joe menanggukkan kepalanya, Aeleasha menepis tangan Joe lalu berdiri dengan cepat.


"Aduh... adikku ini." Joe menarik tangan Aeleasha dan membuat dirinya duduk disampingnya, mengelus kepala Aeleasha gemas. Aciel hanya berdiri disamping, menghela napas ternyata mereka tidak memberitahukannya pada Aeleasha.


"Sudah jangan menangis, lebih baik obati dulu kening dan lututmu ini." Joe malah menyentil kening Aeleasha, senyuman itu tidak juga luntur dari wajah Joe.

__ADS_1


"Dady ada dirumah sakit kakak." Tegas Aeleasha lagi, Joe memijit keningnya dan melirik Aciel. Aciel berjalan pergi setelah tatapan mata mereka berdua terputus.


Joe berdiri, membantu Aeleasha berdiri. Mereka berdua pindah tempat tadi yang sedang duduk dianak tangga kini berganti duduk disofa yang empuk dan nyaman. Joe mengambil napas dalam-dalam.


"Oke... Begini Dady ada dirumah sakit tapi dia tidak terluka." Jawab Joe, Aeleasha mau membuka mulutnya tapi Joe malah mengangkat tanganya meminta Aeleasha diam sebentar.


"Dady sudah tau akan terjadi hal ini dan yang mengalami kecelakaan itu robot. Dady hanya berbaring dirumah sakit agar pancinganya benar-benar termakan sama ular." Jelas Joe Aeleasha mengerutkan keningnya bingung.


"Apa hubungannya itu dengan pancingan? ular? dan juga robot?" Gumam Aeleasha, Aciel sudah kembali dengan membawa kotak P3K dan menaruhnya diatas meja.


Dia membuka kotak itu, membersihkan luka yang ada dikening Aeleasha. Aeleasha meringis kesakitan karena lukanya tengah dibersihkan.


Kepala Aeleasha dibalut dengan perban dan kakinya juga sama karena luka itu tidaklah kecil. Aeleasha berterima kasih setelah Aciel selesai melakukannya, meminta penjelasan pada Joe lagi karena masih belum paham.

__ADS_1


"Entah kenapa kakakknya ini malah menggunakan kata kisaran disaat seperti ini, benar-benar membuatku jengkel." Gumam Aeleasha dalam hati kecilnya tidak suka.


__ADS_2